16 Tahun Kabupaten Siak Menuai Berbagai Prestasi

16 Tahun Kabupaten Siak Menuai Berbagai Prestasi

16 Tahun Kabupaten Siak Menuai Berbagai Prestasi

No Comments on 16 Tahun Kabupaten Siak Menuai Berbagai Prestasi
Setelah 16 tahun Kabupaten Siak berdiri, kini Kabupaten Siak telah menjadi daerah yang berkembang pesat, baik pembagunan secara fisik maupun non fisik. Berbagai pencapaian pembangunan tersebut, berkat kerjasa sama antara Pemkab Siak dan seluruh elemen masyarakat Siak.
Demikian dikatakan Bupati Siak, Drs Syamsuar, Msi, kemarin. “Alhamdulilah saat ini Kabupaten Siak sudah berusia 16 tahun dan pencapaian pembangunan terus kita lakukan di berbagai sektor, sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Siak,” paparnya.
Di Sektor pendidikan, sudah banyak pencapaian yang dilakukan khususnya pembangunan sarana dan prasarana pendidikan. “Di sektor pendidikan ini, kita telah menerapkan berbagai kebijakan, khususnya terkait dengan sarana prasarana dan mutu pendidikan. Program pendidikan dasar dan menengah dari tahun ke tahun terus ditingkatkan dalam hal pembangunan fisik maupun non fisik baik secara kuantitas maupun kualitas,” katanya.
Beberapa program dan kegiatan prioritas yang telah dilaksanakan antara lain, Program Pendidikan Gratis. “Dan dengan adanya Peraturan Daerah wajib belajar 12 Tahun diharapkan tidak ada lagi anak-anak putus sekolah dari SD sampai dengan SMA/SMK,” katanya.
e6433b76fff839b14b7a0fkfj-38953
Selain itu, juga dilakukan Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) dari tahun 2011 sampai 2015 untuk SD/MI sebanyak 10 unit, SMP/MTs sebanyak 6 unit, SMA/SMK/MA sebanyak 12 unit dan Pondok Pesantren sebanyak 3 unit; Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) dari tahun 2011 sampai 2015 untuk SD sebanyak 237 lokal, SMP sebanyak 94 lokal, SMA/SMK sebanyak 59 lokal; juga pengadaan meubeler, alat-alat peraga/praktek sekolah,  buku pelajaran serta pembangunan laboratorium; Rehab bangunan sekolah dan ruang kelas belajar baik SD, SMP, SMA/SMK; Pengadaan perpustakaan Kampung dari tahun 2011 sampai dengan 2015 sebanyak 49 unit.
Bukan hanya itu, bantuan peralatan sekolah berupa seragam sekolah, sepatu dan tas kepada siswa keluarga miskin yang mulai dianggarkan dari tahun 2013 sampai dengan 2015, yakni tingkat SD sebanyak 16.438 orang, SMP 4.047 orang dan SMA 2.286 orang.
SEdangkan belanja hibah kepada organisasi pendidikan; berup Workshop dan Diklat Penguatan Kompetensi baik bagi Guru, Kepala Sekolah maupun Pengawas Sekolah; Bantuan hibah dana operasioanal Rombongan Belajar (ROMBEL) Sekolah Swasta; Beasiswa bagi siswa dan mahasiswa berprestasi, miskin dan marginal.
Beasiswa bagi Guru dan Pengawas Sekolah untuk melanjutkan pendidikan S1 dan S2; Program Akreditasi Sekolah; Workshop dan Diklat Bidang Studi;
Pemberian insentif bagi Guru dan Pengawas sekolah; serta Sertifikasi bagi tenaga pendidik.
Di samping tingkat pendidikan Dasar dan Menengah, Pemerintah Kabupaten Siak juga berusaha memajukan jenjang pendidikan tinggi antara lain: Penerimaan Mahasiswa Akademi Komunitas Siak yang  dimulai pada tahun 2014sebanyak 96 Mahasiswa untuk 2 jurusan yaitu Teknik Kimia dan Teknik Mesin. Pada tahun 2015 ini Akademi Komunitas Siak kembali menerima mahasiswa sebanyak 144 mahasiswa, dan saat ini juga sedang dilaksanakan pembangunan fisik Akademi Komunitas Siak; serta Pengiriman mahasiswa berprestasi Kabupaten Siak ke Perguruan Tinggi (Beasiswa Pemerintah Daerah) mulai dari tahun 2011 sampai tahun 2015 telah di alokasikan sebanyak 224 orang; serta
Kegiatan dengan Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) untuk pembangunan kampus UMRI di Perawang.
Selain melalui pendidikan formal, peningkatan kualitas SDM juga dilakukan dengan pendidikan sekolah agama di setiap kecamatan serta gerakan pramuka yang diharapkan mampu membentuk karakter, moral dan wawasan berpikir positif yang dapat melahirkan generasi muda berkepribadian baik.
Selain bidang pendidikan, Syamsuar juga menyebut sektor kesehatan juga menjadi prioritas pembangunan Kabupaten Siak. “Di sektor kesehatan ini, berbagai upaya telah kita lakukan guna meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan Kesehatan kepada masyarakat melalui beberapa kegiatan,” katanya.
Beberapa kegiatan bidang kesehatan antara lain, pembangunan sarana prasarana kesehatan dari tahun 2011 sampai tahun 2015 Pustu sebanyak 19 unit, Poskesdes sebanyak 1 unit, Gudang Obat Puskesmas sebanyak 3 unit, dan Instalasi Farmasi sebanyak 1 unit; Rehab/revitalisasi Puskesmas, Pustu, Poskesdes, Polindes dan Posyandu; Pengadaan alat-alat kesehatan non medis, alat-alat laboratorium kimia dan alat-alat kedokteran umum untuk Rumah Sakit Umum Daerah, Puskesmas, Polindes dan Poskesdes; Pengadaan ambulance dari tahun 2011 hingga 2015 untuk RSUD sebanyak 5 unit, untuk Puskesmas/Pustu sebanyak 22 unit dan mobil jenazah sebanyak 1 unit untuk RSUD; Pengadaan obat-obatan untuk Rumah Sakit Umum Daerah, Puskesmas/Puskesmas Pembantu dan jaringannya.
Selain itu, pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat melalui  program JAMKESDA yang dimulai sejak tahun 2012. Sampai saat ini Pemerintah Kabupaten Siak telah mengadakan kerjasama dengan 8 rumah sakit rujukan antara lain, Rumah Sakit Umum Daerah Siak, Rumah Sakit Selasih Pelalawan, Rumah Sakit Arifin Ahmad Pekanbaru, Rumah Sakit Ibnu Sina Pekanbaru, Rumah Sakit Jiwa Tampan Pekanbaru, Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, Rumah Sakit Ortopedi Solo.
“Dalam rangka penerapan Jaminan Kesehatan Nasional, pada tahun 2014 kita telah membentuk UPTD Puskesmas di setiap kecamatan dan pada tahun 2015 ini kita melakukan pendampingan dari BPKP Provinsi Riau untuk pembentukan UPTD Puskesmas menjadi BLUD, yang direncanakan pada tahun 2016 seluruh UPTD Puskesmas sudah siap untuk melaksanakan BLUD,” ungkap Syamsuar.
Tak hanya itu, lanjutnya, program Kesehatan Ibu dan Anak, dalam resiko menurunkan angka kematian ibu dan anak serta mendukung tercapainya target MDGs, dilakukan upaya peningkatan pelayanan kesehatan ibu di mana pada saat ini seluruh desa sudah memiliki bidan desa.
Kemudian dalam rangka menurunkan angka gizi buruk telah dialokasikan pemberian makanan tambahan untuk anak umur 6 bulan s/d 24 bulan dari keluarga miskin;
Program Pemberantasan Penyakit Menular & Kesehatan Lingkungan, yang bertujuan menurunkan angka Prevalensi penyakit menular seperti Malaria, TB Paru, HIV/AIDS, Pneumoni, Kusta dan DBD dan Filariasis; Pembentukan UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah; Peningkatan kuantitas dan kualitas tenaga medis dan paramedis.
Pembangunan ruang rawat inap pada Puskesmas Kecamatan Tualang dan Puskesmas Kecamatan Sungai Mandau.
“Pada tahun 2015, dalam upaya peningkatan pelayanan di RSUD dilakukan penambahan fasilitas penunjang medis yaitu akan dioperasikannya ruang rawat inap khusus pemulihan penyakit paru; serta Pembangunan gedung laboratorium Patologi Klinik (pemeriksaan darah, urine, feses dan sekret tubuh lainnya), serta tersedianya fasilitas Hemodialisa (cuci darah) bagi pasien gagal ginjal di RSUD Siak,” katanya.
Sedangkan, di Sektor kemiskinan; Pemerintah Kabupaten Siak menetapkan strategi dan program penanggulangan kemiskinan melalui Peraturan Daerah (PERDA) nomor 10 tahun 2012 tentang Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Siak. Beberapa program penanggulangan kemiskinan Kabupaten Siak antara lain :
Program bantuan sosial terpadu berbasis keluarga, antara lain : subsidi Raskin, sembako murah dua kali dalam setahun, pembangunan rumah layak huni rata-rata180 unit per tahun, beasiswa keluarga miskin, bantuan peralatan sekolah keluarga miskin berupa seragam sekolah, sepatu dan tas, bantuan sosial bagi fakir miskin dan penyandang cacat, bantuan untuk rumah tangga miskin lansia terlantar per bulan Rp.200 ribu serta bantuan sosial kepada yatim piatu.
Program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat, antara lain : pelatihan otomotif, menjahit, bordir, pengelasan dan manajemen kewirausahaan;
Program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan usaha ekonomi mikro dan kecil,   antara lain : penyediaan permodalan berupa UED-SP dan KUR, penyelenggaraan promosi produk, peningkatan kemitraan usaha. Dana UED-SP dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2015 sebesar Rp.79 milyar untuk 122 Kampung dan 9Kelurahan, yang terdiri dari APBD Provinsi Riau sebesar Rp.17,5 milyar untuk 32 Kampung dan 3 Kelurahan serta APBD Kabupaten Siak sebesar Rp.61,5 milyar untuk 90 Kampung dan 6 Kelurahan.
Perkembangan transaksi dana bergulir UED-SP ke masyarakat sampai bulan Agustus tahun 2015 sebesar Rp.319,721 milyar lebih dengan total peminjam sebanyak 37.767 orang;
Program-program lain yang dapat meningkatkan kegiatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat miskin, antara lain : bantuan berupa alat pertanian, perikanan, perkebunan dan peternakan, bantuan bibit pertanian, perikanan, perkebunan dan peternakan, bantuan KUBE  serta bantuan zakat produktif dan konsumtif dari Badan Amil Zakat Kabupaten Siak, disamping itu adanya bantuan dari perusahaan swasta dan BUMN/BUMD melalui Forum CSR.
Sedangkan di Sektor infrastruktur; Pemerintah Kabupaten Siak terus meningkatkan pembangunan jalan, jembatan, pengairan, kelistrikan, perumahan dan pemukiman, air bersih serta  perhubungan.
Untuk infrastruktur jalan sampai dengan tahun 2015, dari total jalan Kabupaten Siak sebesar 2.880,09 Km, panjang jalan aspal sebesar 1.004,2 km atau meningkat sebesar314,9 km dibanding tahun 2011 sebesar 689,3 km. Panjang jalan beton sebesar 308 km atau menurun sebesar 4 km dibanding tahun 2011 yaitu sepanjang 312 km. Panjang jalan base sebesar 930,7 km atau menurun sebesar 85,8 km dibanding tahun 2011 sebesar 1.016,5 km. Panjang jalan tanah sebesar 646,6 km atau menurun sebesar 215,7km dibanding tahun 2011 sebesar 862,3 km.
Pembangunan Jembatan sampai tahun 2015 sepanjang 8.516,50 meter atau meningkat sebesar 564,05 meter dibanding tahun 2011 yaitu sepanjang 7.952,45 meter, dengan jumlah jembatan yang dibangun sebanyak 433 unit. Selanjutnya dalam rangka mengurangi abrasi, hingga tahun 2015 telah dibangun turap beton sepanjang 7.354meter atau meningkat 947 meter dari tahun 2011 yaitu sepanjang 6.407 meter,bronjong sepanjang 9.123 meter atau meningkat 3.148 meter dari tahun 2011 yaitu sepanjang 5.975 meter.
Untuk pengendalian banjir, hingga tahun 2015 telah dibangun Leoning sepanjang 62.710 meter atau meningkat 10.832 meter dari tahun 2011 yaitu sepanjang 51.878 meter. Untuk infrastruktur jaringan irigasi dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2015 telah dibangun pintu air sebanyak 39 unit dan bangunan pompanisasi sebanyak 4 unit.
Pada sektor kelistrikan, Rasio Elektrifikasi PLN di Kabupaten Siak per April 2015sebesar 53,45.% atau meningkat sebesar 19,52.% jika dibandingkan pada tahun 2011 yaitu 33,93.%. Untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat hingga tahun 2015melalui dana APBD Kabupaten Siak telah diberikan bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Solar Home System (PLTS SHS) sebanyak 1.565 unit atau meningkat 1.073unit jika dibandingkan pada tahun 2011 yaitu 492 unit, pembangunan jaringan listrik untuk Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 310,73 Kms atau meningkat 141,37 Km.
“Jika dibandingkan pada tahun 2011 yaitu 169,36 Kms dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 488,14 Kms atau meningkat 200,52 Kms jika dibandingkan pada tahun 2011 yaitu 287,62 Kms. Untuk meningkatkan rasio elektrifikasi Kabupaten Siak, Insya Allah pada tahun ini diharapkan akan beroperasi PLTMG Rawa Minyak di Desa Rawa Mekar Jaya Kecamatan Sungai Apit serta adanya  penambahan daya listrik dari PT. IKPP kepada PLN,” paparnya.
Untuk infrastruktur perumahan dan pemukiman, dari tahun 2012 hingga 2015 telah dibangun rumah layak huni sebanyak 739 unit melalui APBD Kabupaten Siak.
Pembangunan sarana air bersih pada tahun 2015 sedang dibangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Kecamatan Pusako melalui sharing budget APBD Kabupaten Siak dengan APBN. Selain itu, saat ini juga dibangun bangunan intake di Kecamatan Koto Gasib yang akan ditransmisikan ke SPAM Kecamatan Lubuk Dalam dan Kerinci Kanan. Total Sambungan Rumah (SR) penerima air bersih hingga per Juli tahun 2015 pada 10 SPAM ibukota Kecamatan berjumlah 7.919 sambungan.
Pada sektor perhubungan, dari tahun 2011 hingga 2015 telah dibangun 7 (tujuh)dermaga rakyat yang masing-masing sebanyak 1 unit yaitu dermaga  Sungai Rawa,dermaga Siak Sri Indrapura, dermaga Penyengat,  dermaga Teluk Lanus, dermagaBunsur, dermaga Sungai Kayu Ara dan dermaga Bunga Raya, serta dibangun 3 (tiga)unit terminal angkutan darat yaitu terminal Siak, Terminal Perawang dan terminal Minas.
Sedangkan di Sektor pariwisata dan kebudayaan; Pemerintah Kabupaten Siak tetapterus berkomitmen untuk menjadikan Kabupaten Siak sebagai tujuan wisata sehingga wisatawan dari tahun ke tahun semakin meningkat.
Dalam rangka mengembangkan kepariwisataan dan kebudayaan di Kabupaten Siak, Pemerintah Kabupaten Siak telah memiliki Grand Design Pengembangan Kebudayaan Melayu, dan terus melakukan upaya publikasi, promosi kepariwisataan, serta mengikuti dan melaksanakan event-event kebudayaan dan olahraga yang mendukung kepariwisataan di Kabupaten Siak.
Beberapa kegiatan yang dilaksanakan antara lain, Napak Tilas Jelajah Sejarah Bersepeda; Festival Siak Bermadah, Pawai Budaya Melayu dan Festival Kuliner;
Pembangunan museum Suku Sakai; Pembangunan gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) di setiap kecamatan; Pencanangan pembangunan kampung budaya sebagai kampung adat;
Pawai seni budaya nusantara; Penyelenggaraan event rutin tahunan olahraga balap sepeda bertaraf internasional Tour de Siak yang dijadikan sport tourism;
Pelaksanaan Kejuaraan Olahraga Balap Sepeda BMX.
“Pada tahun 2015 ini merupakan kali kedua kita dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan nasional sepatu roda; Pekan Safar Tradisi Ghatib Beghanyut ritual tolak bala;
Pelaksanaan Siak Tempo Dulu; Pembangunan water front city; Pembangunan Taman Rekreasi; Pembangunan Gedung Olahraga Perawang dan Gedung Kesenian Siak; serta
Sebagai acuan pembangunan kebudayaan melayu, kami mengharapkan kiranya DPRD berkenan mengesahkan PERDA Grand Design Pengembangan Kebudayaan Melayu yang telah disiapkan.
Bupati mengatakan juga, untuk di Sektor investasi; investasi di Kabupaten Siak dari tahun ke tahun semakin meningkat. Hal ini dapat dilihat dari jumlah nilai investasi dari tahun 2011 hingga semester I tahun 2015, berdasarkan hasil verifikasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai 4,6 triliun rupiah lebih dan Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai sebesar 2 milyar dollar lebih, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 22.168 orang. Peningkatan jumlah investasi ini menunjukkan bahwa Kabupaten Siak menjadi salah satu daerah tujuan investasi yang menjanjikan di Provinsi Riau.
Beberapa kebijakan, program dan kegiatan strategis yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Siak dalam mendukung investasi antara lain: Dalam hal percepatan pelayanan di bidang Perizinan kepada masyarakat, Pemerintah Kabupaten Siak telah membentuk Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan terpadu (BPMP2T) yang diberikan kewenangan seluas-luasnya. Diharapkan pelayanan perizinan mudah, cepat dan tepat waktu.
Selanjutnya, telah dilakukan pelimpahan sebagian kewenangan Bupati kepada camat, melalui Program Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN). KementerianDalam Negeri telah menjadikan Kabupaten Siak sebagai daerah percontohan pelaksanaan PATEN; Menciptakan keamanan, penegakan dan kepastian hukum bersama FORKOMPINDA Kabupaten Siak melalui rapat rutin setiap bulan; Menyiapkan perangkat peraturan daerah yang mendukung investasi; Melakukan kegiatan promosi investasi daerah melalui keikutsertaan dalam berbagai pameran investasi; Membangun infrastruktur yang mendukung investasi lebih baik; Melakukan pengendalian pengawasan penanaman modal;
Menerapkan sistem perizinan secara online dan tracking system (SPOTS); Penyusunan Rencana Umum Penanaman Modal; serta Penyusunan database peluang investasi.
Sedangkan untuk Sektor pertanian; produksi padi dari tahun 2011 sampai dengan 2014 mengalami peningkatan. Tahun 2014 produksi padi sebesar 40.394 ton atau meningkat 12.948 ton dari tahun 2011 sebesar 27.446 ton. Peningkatan produksi padi tersebut akan terus ditingkatkan melalui intensifikasi pertanian.
Sektor perkebunan; komoditas perkebunan di Kabupaten Siak didominasi oleh kelapa sawit. Total luas perkebunan kelapa sawit tahun 2014 sebesar 287 ribu hektar lebih dengan produksi dalam bentuk Crude Palm Oil (CPO) sebesar 949 ribu ton lebihatau meningkat 210 ribu ton lebih dari tahun 2011 sebesar 738 ribu ton lebih.
Pada tahun 2014 telah dilaksanakan peremajaan kebun kelapa sawit dengan prioritas kebun tahun tanah 1982/1983 dan 1983/1984, dengan luas 1.044 hektar untuk Desa Keranji Guguh dan Desa Tasik Seminai Kecamatan Koto Gasib. Disamping itu adanya pembagian kebun sawit pola Kredit Koperasi Primer Anggota (KKPA) bekerjasama dengan PT. Kimia Tirta Utama seluas 2.650 hektar untuk petani sebanyak 1.725 KKpada beberapa desa di Kecamatan Koto Gasib.
Sektor peternakan; Dalam rangka menjadikan Kabupaten Siak sebagai sentra produksi sapi, Pemerintah Kabupaten Siak telah menetapkan 4 Kecamatan yaitu Kecamatan Kerinci Kanan, Dayun, Lubuk Dalam dan Koto Gasib sebagai kawasan pengembangan pembibitan sapi bali. Disamping itu Pemerintah Kabupaten Siak juga telah melaksanakan pengembangan sapi dengan pola Sistem Integrasi Sapi dengan Kelapa Sawit (SISKA) dan Sistem Integrasi Sapi dan Padi (SISPA). Produksi daging di Kabupaten Siak tahun 2014 telah mencapai 2.716 ton lebih atau meningkat sebesar 691ton dibanding pada tahun 2011 sebesar 2.025 ton.
Pada sektor perikanan, produksi perikanan di Kabupaten Siak di dominasi oleh perikanan darat yaitu perairan umum, kolam rakyat dan pola mina padi, dengan luas areal pengembangan perikanan adalah 66,14 ha. Untuk produksi sektor perikanan budidaya pada tahun 2014 sebesar 1.220,71 ton terjadi peningkatan sebesar 518,15 ton dibandingkan tahun 2011 sebesar 702,56 ton.
Untuk mendukung prinsip-prinsip menuju tata kelola pemerintahan yang baik dan demi terwujudnya program reformasi birokrasi, kita telah melaksanakan beberapa program dan kegiatan, antara lain:
Dalam pengelolaan keuangan, Pemerintah Kabupaten Siak telah melaksanakan Sistem pengelolaan aset dan keuangan secara tertib sehingga Pemerintah Kabupaten Siak telah mendapat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK Perwakilan Provinsi Riau empat kali berturut-turut atas laporan keuangan Pemerintah Daerah tahun 2011, 2012, 2013 dan 2014;Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) telah dilakukan terhadap pelayanan publik ditandai dengan tingginya nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Kabupaten Siak; Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi telah menetapkan Kabupaten Siak sebagai Kabupaten Percontohan pelaksanaan reformasi birokrasi di Provinsi Riau.
Melaksanakan punishment dan reward terhadap PNS dan non PNS; Pengesahan APBD tepat waktu; Telah dibentuk SATGAS Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP);
Telah melaksanakan Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak; Telah dibentuk Tim Reformasi Birokrasi Pemerintah Kabupaten Siak; Meningkatnya Tata Kelola Keuangan SKPD yang ditandai dengan tingginya tindaklanjut Temuan Hasil Pemeriksaan (BPK, BPKP, dan Inspektorat); serta
Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi (Aksi-PPK).
Di sektor koperasi telah mengalami perkembangan yang positif, dimana semula hanya berdiri 120 koperasi, hingga Triwulan II tahun 2015 berkembang menjadi 203koperasi. Disamping itu terhadap koperasi yang tidak aktif diusulkan kepada Kementerian Koperasi dan UKM untuk dihapuskan atau dibubarkan sebanyak 73koperasi.
Sektor ketenagakerjaan, Pemerintah Kabupaten Siak telah melakukan upaya nyata yang berkaitan dengan peningkatan dan perluasan kesempatan kerja. Permasalahan tidak adanya link and match antara dunia pendidikan dengan pasar kerja diatasi dengan pendirian akademi komunitas dan rencana pembangunan Politeknik. Sementara itu untuk transparansi penerimaan tenaga kerja telah dilakukan kegiatan Pameran Kesempatan kerja/Job Fair yang dilaksanakan setiap tahunnya serta perluasan kesempatan kerja diatasi dengan pengembangan sektor industri seperti industri pabrik kelapa sawit serta kawasan ekonomi baru seperti pengembangan Kawasan Industri dan Pelabuhan Tanjung Buton.
“Tahun 2011 sampai saat ini, prestasi dan penghargaan yang telah diraih oleh Pemerintah Daerah, Pelajar, Pemerintah Desa, PKK serta Masyarakat sebanyak 129 penghargaan. Untuk rentang waktu satu tahun ini, prestasi dan penghargaan yang kita raih diantaranya yaitu: Penghargaan dan Prestasi Pemerintah Daerah.
Penghargaan Upakarya Wanua Nugraha bagi kepala daerah yang berhasil membina desa yang diberikan oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia,” katanya.
“Selain itu, penghargaan atas keberhasilan menyusun dan menyajikan laporan keuangan tahun 2014 0dengan capaian standar tertinggi dalam akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah daerah, mendapatkan opini WTP dari BPK-RI yang diberikan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia; Penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan penghargaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dari Menteri KetenagakerjaanRepublik Indonesia; Pengahargaan Kabupaten Layak Anak Kategori Pratama yang diserahkan oleh Presiden Republik Indonesia;Penghargaan Kebudayaan Nasional kategori Pemda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia;
Penghargaan Kategori Pembina BAZNAS Daerah sangat baik dari BAZNAS Pusat yang di serahkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Anugrah Pangripta Nusantara (APN) Kabupaten/Kota Tahun 2015. Pemerintah Kabupaten Siak meraih harapan II untuk seluruh kabupaten/kota di Indonesia diserahkan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Republik Indonesia; Penghargaan Dalam Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Kebakaran Pemukiman Hutan dan Lahan di Daerah (KARHUTLA), yang diberikan oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia; Penghargaan Bina Perencanaan Tahun 2015  terbaik se-Provinsi Riau yang diberikan oleh Gubernur Riau,” papar BUpati Syamsuar.
Sumber siaksatu.com , Senin 12 Oktober 2015

Similar Posts:

    None Found

linked in share button

Leave a comment

Back to Top