2017 ini Kabupaten Siak Sudah Memiliki Perda tentang Kearsipan

2017 ini Kabupaten Siak Sudah Memiliki Perda tentang Kearsipan

2017 ini Kabupaten Siak Sudah Memiliki Perda tentang Kearsipan

No Comments on 2017 ini Kabupaten Siak Sudah Memiliki Perda tentang Kearsipan

Dalam upaya penyelamatan surat berharga serta dokumen penting peninggalan milik Kerajaan Siak, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Siak telah melakukan restorasi (Mengembalikan atau memulihkan kepada keadaan semula) sebanyak 607.000 (enam ratus tujuh ribu) lembar jenis surat penting milik Istana Siak  yang usianya sudah mencapai ratusan tahun. Sudah barang tentu ini menjadi arsip kerajaan dan memiliki nilai sejarah yang tinggi karena sudah ada dan dibuat sejak Kesultanan Siak pertama yaitu semasa Dipertuan Besar Sultan Siak Abdul Jalil Syah Raja Pertama atau dikenal dangan nama Raja kecik, berkuasa pada tahun 1723-1746 M sampai dengan Sultan Siak yang ke II yaitu Sultan Syarif Qasim.

Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Siak Wan Fazri Auli saat di temui diruang kerjanya rabu (06/04/2017), mengatakan dalam upaya merawat agar tidak terjadi kerusakan, maka file disimpan dengan baik, baik dalam bentuk soft copy maupun hard copy. Dimana hal tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2011 hingga tahun 2016. Dari total 607.000 lembar yang sudah mengalami pemulihan sebanyak 34.000 (tiga puluh empat ribu) lembar surat. Tahun 2017 ini pihaknya telah menyelamatkan 1.500 (seribu lima ratus) lembar surat penting milik Kerajaan Siak. Saat ditanyakan usia penulisan surat ia mengatakan ada yang ditulis pada tahun 1819, 1826, 1828, serta tahun 1918.

Menurut Wan Fazri Auli saat ini masih tahap penyelamatan dokumen dan dalam prosesnya diuji oleh ahli media. Jika sudah melewati tahap uji ahli media maka dokumen tersebut berbentuk mikro file kemudian baru didaftarkan di lembaga ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia). Kita tidak mau dikemudian hari dokumen penting yang sangat bersejarah ini hilang. Mengacu Undang-undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan pasal 6 ayat 1 mengamanatkan bahwa penyelenggaraan kearsipan nasional merupakan tanggung jawab Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sebagai penyelenggara kearsipan nasional.

Di pasal lain menjelaskan tentang ketentuan pidana setiap orang yang dengan sengaja menguasai dan/atau memiliki arsip negara untuk kepentinggan pribadi atau orang lain, maka dapat dipidana paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp. 250 juta (dua ratus lima puluh juta rupiah). 

Saat ini yang menjadi kendala adalah kita belum memiliki payung hukum yang kuat atau Perda (Peraturan Daerah) yang mengatur tentang kearsipan daerah, namun kita berupaya tahun ini Perda tentang kearsipan sudah siap dan berahap peraturan daerah tentang kearsipan sudah disahkan oleh Dewan Kabupaten Siak. Dengan adanya Perda Kearsipan kita berharap dokumen bersejarah seperti ini dapat disimpan dan diarsip dibawah naungan lembaga yang ia pimpin karena dinasnya lah yang lebih paham secara teknis bagaimana memelihara dan merawat dokumen, baik dokumen bersejarah dan juga dokumen negara.

Sementara itu Kepala Seksi Preservasi Aqusisi dan Arsip Sarifah Suryani mengungkapkan Sultan Siak orangnya sangat pintar ini terlihat dari tata bahasa dan kata-kata yang digunakan disetiap surat sangat indah. Kemudian beliau juga memiliki tulisan yang indah dan Sultan Siak sangat hobby berkirim surat baik kepada bawahan, keluarga dan juga kepada sahabatnya yang ada di luar negeri. Sarifah juga menjelaskan yang menjadi kendala oleh pihaknya adalah keterbatasan SDM dalam memilih-milih surat tersebut, karena di dalam dokumen kerajaan ini terdapat beberapa bahasa seperti surat berbahasa Inggris, Belanda, Arab, Prancis, dan Belgia. Untuk mengatasi masalah tersebut pada tahun 2017 ini pihaknya akan mendatangkan ahli bahasa.

Selain itu, pada masa Sultan Siak memimpin Kerajaan Siak memiliki hubungan yang baik dengan kerajaan besar yang ada di luar negeri. Pada tahun 2017 dari total 607.000 (enam ratus tujuh ribu) lembar jenis surat penting milik kerajaan Siak yang sudah di scan sebanyak 34 ribu lebih.

Saat ditanyakan tentang bantuan pusat, dijelaskan dari 34 ribu dokumen atau surat penting tersebut dinasnya mendapat bantuan dari ANRI Pusat sebanyak 428  lembar surat yang telah di restorasi (mengembalikan atau memulihkan kepada keadaan semula). Tahapan restorasi yang sangat penting adalah penyelamatan dokumen mengunakan tisu jepang, tisu jepang ini setelah ditempel di dokumen lama maka tulisan yang tidak nampak akan menjadi jelas, dengan ditempel tisu jepang dokumen dapat bertambah usiannya 100 tahun.

 

Sumber : Humas Kab. Siak, 6 April 2017

Similar Posts:

    None Found

linked in share button

Leave a comment

Back to Top