48 Kepala Sekolah dan Guru Ikuti Pendamping K-13

48 Kepala Sekolah dan Guru Ikuti Pendamping K-13

48 Kepala Sekolah dan Guru Ikuti Pendamping K-13

No Comments on 48 Kepala Sekolah dan Guru Ikuti Pendamping K-13

Sebanyak 48 kepala sekolah, guru, tenaga perpustakaan, kepala labor, komite, tata usaha sekolah di lima sekolah, SMPN 1 Sungai Apit, SMPN 2 Sungai Apit, SMPN 1 Pusako, SMPN 2 Sabak Auh, SMPN 1 Bungaraya, SMPN 3 Siak mengikuti pendamping kurikulum 2013, di SMPN 1 Sungai Apit, Senin (26/10).

Hadir pada acara tersebut Kepala Bidang SMP Kabupaten Siak Lukman, didampingi Kasi Fauzi, Kepala Sekolah SMPN 1 Sungai Apit  Daud Ade, pengawas dan guru pendamping beserta kepala sekolah, guru, tenaga perpustakaan, kepala labor, komite, tata usaha sekolah, tingkat SMP.

“Saya berharap dengan berjalannya kegiatan ini agar para peserta mampu memahami Implementasi konsep K-13, dan menguasai subtansi materi dengan baik,” ungkap Kepala SMPN 1 Sungai Apit, Daud Ade.

Sementara itu, Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama Lukman memohon maaf atas ketidakhadiran Kepala Dinas Pendidikan dan Budaya Kabupaten Siak Kadri Yafis, karena pergi ke Jakarta.

“Kegiatan pendampingan kurikulum 2013 bagi kepala sekolah, guru, tenaga perpustakaan, kepala labor, komite, dan tata usaha, tingkat SMP bertujuan memberikan penguatan dalam memahami konsep Kurikilum kepada para peserta untuk membantu mengatasi kendala yang muncul pada saat pelaksanaan kurikulim tersebut di sekolah,” kata Lukman.

Ditambahkan Lukman, ada sekitar 9 orang guru pendamping yang pernah ikut pelatihan tentang kurikulim 13 tersebut di Pusat. Kesembilan guru tersebut akan memberikan pemahaman tentang kurikulum 2013 kepada para peserta, agar mereka benar-benar memahami tentang kurikilum 2013.

“Untuk itu profesi dan penghargaan menjadikan pendidik saat ini tidak mudah, karena jabatan guru merupakan jabatan profesi yang memerlukan keahlian, kemahiran dan kecakapan dengan standar mutu tertentu. Selain itu guru juga memiliki tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, melakukan penilaian dan evaluasi peserta didik,” ungkapnya.

“Diharapkan sebanyak 48 orang para peserta ini memahami implementasi konsep K-13, serta mampu mengembangkan proses pembelajaran dan penilaian yang tepat, serta memiliki kemampuan menguasai subtansi materi dengan baik,” pungkasnya.

 

Sumber riaumandiri.co, Senin 26 Oktober 2015

Similar Posts:

    None Found

linked in share button

Leave a comment

Back to Top