60 Hektare Kebun Sawit di Areal Konsesi Perusahaan di Samping Hutan Lindung Zamrud Siak Juga Ludes Terbakar

60 Hektare Kebun Sawit di Areal Konsesi Perusahaan di Samping Hutan Lindung Zamrud Siak Juga Ludes Terbakar

60 Hektare Kebun Sawit di Areal Konsesi Perusahaan di Samping Hutan Lindung Zamrud Siak Juga Ludes Terbakar

No Comments on 60 Hektare Kebun Sawit di Areal Konsesi Perusahaan di Samping Hutan Lindung Zamrud Siak Juga Ludes Terbakar

Perjalanan ke kawasan penyangga hutan lindung suaka marga satwa Zamrud di Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Rabu (14/10/2015), berhasil memicu amarah kami. Siapa pun tentu merasakan hal yang sama, jika melihat langsung kondisi di lapangan.
Bayangkan, sepanjang mata memandang, ratusan hektere hutan yang hanya berjarak sekitar 20 km dari kawasan hutan lindung suaka marga satwa Zamrud, hanya terlihat kayu arang, bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla, red). Anehnya, di areal konsesi perusahaan yang terbentang dari km 60 sampai km 90, terdapat hamparan kebun sawit yang berumur sekitar 3 tahun.

Padahal, di pintu masuk hutan itu berdiri bangunan dari kayu ukuran 4 meter kali 4 meter atap seng berwarna biru dilengkapi tulisan salah satu perusahaan. Bahkan, setiap jarak 1 km, ada plang bertuliskan dilarang membakar lahan yang dilengkapi lambang perusahaan.

Setelah menemukan jejak pembalakan liar, kami melanjutkan perjalanan ke km 86-87-88 atau distrik 86-87-88. Menelusuri jalan tanah yang dibangun Badan Operasi Bersama (BOB) PT Bumi Siak Pusako-Pertamina Hulu, untuk sampai ke lokasi bekas kebun sawit yang terbakar minggu lalu di areal konsesi PT RAPP, kami harus berputar, persis di sisi kiri adalah hutan lindung Zamrud. Hutannya sungguh indah, ribuan kayu jenis Meranti dan lainnya jelas terlihat dari jalan yang kami lewati.

“Di sisi kiri, sudah masuk kawasan hutan lindung Zamrud. Lihat, hutannya masih perawan, kayu alam berjejer rapat. Berbagai jenis hewan, seperti rusa, harimau, badak, ular dan lainnya ada di dalam kawasan suaka marga satwa itu. Kalau sudah sore, saya tak berani lewat jalan ini. Pernah dulu, saya lihat harimau bermain di jalan, mereka keluar mencaari makan,” kata Irwan Prayitna, Kabid Damkar BPBD Siak, sambil menyetir mobil menuju lokasi bekas karhutla di areal konsesi RAPP.

Irwan menceritakan, di kawasan hutan lindung Zamrud yang terkenal juga salah satu paru-paru dunia di Indonesia, terdapat Danau Pulau Besar dan Danau Bawah. Karena berada di Desa Zamrud, kedua danau ini lebih populer di tengah masyarakat dengan nama Danau Zamrud.
“Di balik hutan ini ada danau, yang terkenal dengan nama danau Zamrud. Danaunya bagus, airnya berwana-warni,” tambah Pawi, yang duduk di sebelah Irwan.
Selang 20 menit, kami sampai di lokasi bekas kebun sawit yang terbakar seluas 60 hektare. Lokasinya persis berada di samping hutan lindung Zamrud, hanya dipisah jalan tanah. Ratusan kayu alam jenis Meranti juga ikut jadi arang akibat karhutla itu.”Ini kejadiannya dua minggu lalu, kami bersama tim fire fighter PT RAPP, polisi dan TNI berjibaku memadamkan api,” kata Irwan.

Sumber goriau.com, Kamis 15 Oktober 2015

Similar Posts:

    None Found

linked in share button

Leave a comment

Back to Top