Bersama Risma, Bupati Siak Jadi Narasumber Soal Penanggulangan Karhutla

Bersama Risma, Bupati Siak Jadi Narasumber Soal Penanggulangan Karhutla

Bersama Risma, Bupati Siak Jadi Narasumber Soal Penanggulangan Karhutla

No Comments on Bersama Risma, Bupati Siak Jadi Narasumber Soal Penanggulangan Karhutla

Bupati Siak H Syamsuar, M.Si tampil menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) membahas Penanggulangan Resiko Kebakaran Daerah di Semarang Selasa (01/03/16).

Selain Syamsuar, Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan Wakil Walikota Bandung Oded M Danial juga didaulat menjadi pembicara. Sementara Dekan Fakultas Science dan Teknologi Universitas Pelita Harapan, Prof.Dr.Manlian Ronald Simajuntak bertindak sebagai moderator diskusi.

Sebelumnya, Bupati Diak juga menerima penghargaan pada Upacara Peringatan HUT Pemadam Kebakaran ke 97 di Alun-alun Simpang Lima Semarang dari Mendagri.

Dalam paparan bedurasi 10 menit yang disampaikannya, Syamsuar bercerita tentang pengalamannya bersama jajaran dan elemen terkait didaerah, saat menuntaskan upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Siak kurun waktu beberapa tahun terakhir.

Orang nomor satu di Negeri Istana ini, tampil menjadi pembicara ketiga setelah giliran Tri Risma Harini dan Oded. Ekspos Syamsuar bertajuk “Best Practise Strategi Kabupaten Siak Dalam Pencegahan Dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan” itu lantas menjadi pusat perhatian petinggi Direktorat Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Kemendagri serta peserta Rakornas.

“Luas lahan gambut di Kabupaten Siak mencapai 461.527 Ha yang tersebar di 9 Kecamatan dan 67 Kampung yang rawan terjadi kebakaran,” kata Syamsuar memulai paparannya.

Kata dia pada Tahun 2014 saja sudah terjadi 649 kasus, namun pada Tahun 2015 angka ini berhasil diturunkan menjadi 389 kasus.

“Kasus yang terjadi menjadi pelajaran kita untuk terus perbaikan,” jelasnya.

Syamsuar lalu bercerita bahwa untuk menurunkan tingginya kasus kebakaran hutan dan lahan, dia langsung membentuk satker BPBD, memetakan daerah rawan kebakaran menjadi 6 cluster dan 7 pos agar dalam tempo paling lambat 30 menit, tim pemadam sudah tiba dilokasi.

Lalu 143 petugas damkar bersertifikasi yang dimiliki Siak dibagi dalam cluster dan pos tadi. Sarana dan prasarana pendukung sesuai kebutuhan lahan gambut juga dicukupkan mendukung operasional damkar.

“Di Siak, kita juga membuat embung penampungan air, kanal blocking berikut sekat kanalnya, pembuatan resevoar di 5 kecamatan,” kata pria tiga anak ini.

Secara rutin kata dia, Pemkab Siak juga melaksanakan (Sidak) Inspeksi Mendadak terhadap peralatan damkar yang dimiliki perusahaan swasta.

“Kita juga sudah membuat MoU antara pemerintah kecamatan dan perusahaan untuk kerjasama penanganan karlahut ini,” tutupnya.

Apa yang disampaikan Syamsuar, didukung penuh Bernardus Wisnu Wijaya, Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB. “Indonesia harus belajar dari pengalaman akan besar dampak dan kerugian akibat bencana terhadap perekonomian,” kata dia.

Karena itu menurut Wisnu, rencana Penanggulangan Bencana harus terintegrasi dalam RPJMN 2015-2019. “Sasaran dan arah kebijakan dan strategi pembangunan harus diarahkan untuk menurunkan indeks resiko zona pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.

Sedianya, Walikota Bandung Ridwan Kamil dijadwalkan juga menjadi narasumber dalam kegiatan ini. Namun mendadak diwakilkan kepada Wakil Walikota Oded Muhammad Danial dikarenakan ada agenda lain.

Sumber infosiak.com, Selasa 01 Maret 2016

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.



Back to Top