BNK Sosialisasi Bahaya Narkoba, Alfedri: Kawal Anak Kita Agar Tak Jadi Korban

BNK Sosialisasi Bahaya Narkoba, Alfedri: Kawal Anak Kita Agar Tak Jadi Korban

BNK Sosialisasi Bahaya Narkoba, Alfedri: Kawal Anak Kita Agar Tak Jadi Korban

1 Comment on BNK Sosialisasi Bahaya Narkoba, Alfedri: Kawal Anak Kita Agar Tak Jadi Korban

Pemberatasan narkoba bukan hanya tanggungjawab Polisi, TNI, Pemerintah dan Badan Narkotika Nasional (BNK), tetapi menjadi tanggungjawab bersama. Oleh karena itu, para orangtua diingatkan ekstra  mengawasi satu persatu anak-anaknya agar tidak menjadi korban narkoba.

Demikian pesan yang disampaikan Ketua BNK Kabupaten Siak, Alfedri, MSi, kepada peserta sosialisasi penyuluhan Narkoba di aula kantor Penghulu Kampung Tualang, Sabtu (20/8/2016).

Hadir pada kesempatan itu, Kapolres Siak diwakili Kasat Narkoba, AKP AliAzhar, Penghulu Tualang Juprianto MSi, Ketua Bapekam H. Nantan Abas, dengan peserta RT/RW, Karang Taruna, mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya.

Ketua BNK Siak yang juga Wakil Bupati Siak Alfedri menyampaikan, kehadiran BNK dalam rangka mengingatkan semua elemen masyarakat menghindari penyalahgunaan dan pencegahan narkoba.

Untuk itu, kontribusi semua pihak sangat dibutuhkan demi menyelamatkan generasi muda pengaruh barang haram tersebut.

“Kami hadir untuk mengajak semua pihak berkontribusi memberantas peredaran narkoba. Hal ini bukan hanya tugas BNK, polisi, pemerintah, tetapi harus bersama-sama. Orang tua harus mengawal satu persatu anak kita agar jangan jadi korban narkoba,” kata Wabup.

Menurutnya, peredaran narkoba di Tanah Air sudah sangat memperihatinkan dan menjadi musuh negara. Berdasarkan data, eskalasi pengguna narkoba setiap tahun meningkat, tahun 2013 hanya 3,9 juta orang, dan hanya dalam 2 tahun (2015) naik menjadi 5,7 juta orang.

“Berbagai upaya telah dilakukan, namun peredaran narkoba tetap banyak, di Kabupaten Siak kasus narkoba menyebar di semua wilayah. Dari data pihak kepolisian, kasus narkoba terjadi tiga kali seminggu,” ucap dia.

Oleh karena itu, peserta penyuluhan yang berasal dari berbagai latar belakang profesi, mengikuti memahami materi penyuluhan narkoba, sehingga nanti menyampaikan informasi seputar narkoba kepada masyarakat sekitar. Dengan harapan semua pihak, pro aktif.saling bersinergi memberantas peredaran barang yang bisa menghancurkan masa depan generasi muda bangsa ini.

Sementara itu, Penghulu Tualang Juprianto menyambut baik penyuluhan narkoba yang ditaja BNK. Karena, penyalahgunaan narkoba sangat mengkhawatirkan di tengah masyarakat. Tingginya angka penggunan narkoba dan sejenisnya, sudah pada tahap menggangu keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Banyak, persoalan yang timbul akibat narkoba di tengah masyarakat, perkelahian secara massal, aksi kejahatan lain. Ini harus diatasi bersama, agar situasi tetap kondusif di tengah masyarakat,” kata penghulu.

Salah satu persoalan yang sangat menghawatirkan, maraknya konsumsi lem. Padahal dampak konsumsi lem jauh lebih berbahaya daripada narkoba. Ironisnya lagi, aparat tidak bisa memproses secara hukum, karena regulasi belum ada.

“Ke depan persoalan ini harus menjadi perhatian semua pihak, sehingga penyalahgunaan narkoba dan lem, bisa tereliminir, dan generasi muda bisa diselamatkan,” tandasnya.

Sumber kapurnews.com, Minggu 21 Agustus 2016

Similar Posts:

    None Found

linked in share button

1 Comment

  1. ana  - March 16, 2017 - 8:58 AM
    Reply /

    Karna perlindungan pertama terdapat di keluarga. Mari bersama, pak , bu untuk mengawasi anak kita dari bahaya penyalahgunaan narkoba

Leave a comment

Back to Top