BWI Siak Gelar Pembinaan Nazhir Wakaf

BWI Siak Gelar Pembinaan Nazhir Wakaf

BWI Siak Gelar Pembinaan Nazhir Wakaf

No Comments on BWI Siak Gelar Pembinaan Nazhir Wakaf

Badan Wakaf Indonesia (BWI) perwakilan Kabupaten Siak menggelar sosialisasi pembinaan nazhir wakaf. Kegiatan tersebut langsung dibuka Wakil Bupati Siak Alfedri, selaku ketua BWI Kabupaten Siak, di Gedung Tengku Mahratu Minggu, (15/1/2017).

Menurut Muhyarudin Matondang, selaku Wakil Ketua BWI Kabupaten Siak menyebutkan, belum optimalnya potensi wakaf yang ada. “Artinya wakaf kita masih bersifat konsumtif, seperti wakaf tanah atau wakaf masjid,” katanya.
Ia mengajak kepada peserta agar membangun pola fikir masyarakat untuk berwakaf produktif. Misalnya, dengan berwakaf membangun fasilitas umum yang bisa disewakan. Sehingga, uang sewa tersebut bisa dimanfaatkan untuk kepentingan umat.

“Ini menjadi tugas kita bersama untuk mengajak masyarakat se-Kabupaten Siak untuk berwakaf produktif,” ujarnya.

Kemudian lanjutnya, agar tidak terjadi sengketa di suatu hari nanti, wakaf tanah yang diberikan hendaknya dibuatkan sertifikatnya.

Senada dengan itu Wakil Bupati Siak Alfedri yang juga Ketua Badan Wakaf Indonesia Kabupaten Siak menambahkan, apa yang dibicarakan hari ini sangat penting terkait program maupun kegiatan BWI ke depan yang semuanya untuk kepentingan umat.

Ia mengajak kepada nazir yang telah ditunjuk di setiap kampung untuk mendata tanah wakaf di setiap kampung. Data yang masuk ke BWI Kabupaten Siak, baru sekitar 702 tanah wakaf se kabupaten Siak. Artinya harus membuat tertib administrasi tanah wakaf ini.

Lebih lanjut Alfedri mengharapkan, agar pengelola Nadzir wakaf dapat meningkatkan pengelolaan khususnya atas tanah wakaf. Sebab, tidak menutup kemungkinan tanah wakaf akan digugat orang lain di masa mendatang.

Untuk itu, langkah penting yang harus dilakukan adalah membuat sertifikat atas tanah wakaf, sehingga mempunyai kekuatan hukum yang telah diakui oleh Negara. Selain itu, melakukan pemeliharaan dan pengelolaan atas tanah wakaf itu, sehingga bermanfaat untuk kepentingan umat.

“Misalnya jika tanah wakaf tersebut dapat dimanfaatkan untuk membangun hotel syariah, kemudian keuntungannya dipergunakan untuk menyantuni kaum dhuafa dan anak yatim, tentu sifat tanah wakaf tersebut bisa lebih produktif dan maksimal,” sebut Wabup.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 94 orang yang terdiri dari 4 kecamatan, Kecamatan Siak, Mempura, Bungaraya dan Dayun (rayon 5). Sebelumnya telah dilakukan kegiatan yang sama di kecamatan lainnya se kabupaten Siak. Untuk rayon 1 kecamatan Kandis, Rayon 2 kecamatan Tualang, Sungai Mandau dan Minas, Rayon 3 Kecamatan Koto Gasib, Lubuk Dalam dan Kerinci Kanan, dan Rayon 4 Kecamatan Sabak Auh, Sungai Apit dan Pusako. Narasumber dari Kasi Bimas Kemenag Kab Siak Muhaimin, dan Husni Mirza divisi pengelolaan dan pemberdayaan.

Sementara Husni Mirza, narasumber pada kegiatan itu mengatakan, pola pikir lama wakaf ini sebatas wakaf mesjid, kuburan dan tanah. Pola seperti inilah yang mesti kita ubah, seiring berkembangnya zaman kita kembangkan wakaf ini menjadi produktif dan harus ada dana tunai yang mengalir. Artinya mengelola tanah wakaf ini harus bisa menghasilkan.

Lebih lanjut dia mencontohkan ada beberapa model pemberdayaan wakaf produktif yang mempunyai potensi besar seperti pendirian rumah sakit di Malang. Ada pula peternakan sapi dan usaha lainnya.

Sumber kapurnews.com, Mingghu 15 Januari 2017

linked in share button

Leave a comment

Back to Top