Diskominfo Riau Bakal Rekrut 60 Tenaga IT Tahun 2016

Diskominfo Riau Bakal Rekrut 60 Tenaga IT Tahun 2016

Diskominfo Riau Bakal Rekrut 60 Tenaga IT Tahun 2016

No Comments on Diskominfo Riau Bakal Rekrut 60 Tenaga IT Tahun 2016

Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskomifo) Provinsi Riau di tahun 2016 mendatang akan melakukan perekrutan tanaga Informasi Teknologi (TI) yang akan ditempatkan di setiap Satker (Satuan Kerja) yang ada. Perekrutan  tersebut bertujuan  untuk mendukung program informasi keterbukaan Pemerintah Provinsi Riau.

Informasi ini terungkap dalam pelaksanaan hearing Komisi A, DPRD Riau dengan Diskominfo Riau, Kamis, (08/10) dalam membahas Anggaran pelaksanaan kegiatan APBD-P 2015. Berdasarkan apa yang dijelaskan oleh Kepala Dinas Kominfo Riau, Yogi Getri, rencana akan dimulai dianggaran APBD Perubahan 2015 dengan penganggaran sekitar Rp 2 M.  Namun Komisi A meminta di murni saja mengingat perlu waktu juga daam persiapan.

“Ini perlu dipersiapkan juga dengan matang. Jangan nanti setelah perekrutan muncul masalah lain seperti ruang tempat kerjanya, honordan lainnya”, jelas M Arpah salah seorang Anggota Komisi A dan langsung disepakati oleh pimpinan rapat yang dipimpin Noviwaldi Jusman, Wakil Ketua DPRD  Riau.

Masalah perekrutan ini juga sempat jadi pertanyaan Noviwaldy,  kenapa 60 orang sementara SKPD ada 53 unit apakah cukup.  Menjawab masalah ini, Yogi Getri melalui salah seorang stafnya menjelaskan, ini hanya sifatnya menambah yang sudah ada.  Itu mengingat di beberapa SKPD juga sudah ada satu atau dua orang tenaga IT, tetapi belum punya sertifikat.

Dijelaskan juga, mengenai rekrut ini nanti akan dilakukan sistim on line yang terbuka untuk siapa saja.  Dari yang daftar nanti akan dilakukan seleksi sesuai degan kriteria yang dibutuhkan oleh tenaga yang profesional.Lain lagi apa yang jadi pemikiran Sekrearis Komisi A, Suhardiman Amby.

Menurutnya tidak usah dilakukan perekrutan cukup dengan melakukan pemberdayaan terhadap PNS yang ada. Hal itu terutama hal itu yang bobot kerjanya sedikit yang tentunya dengan diberikan pelatihan.  “Hal ini mengingat banyak PNS yang keluyuran jam kerja, karena tidak ada pekerjaan.  Ini diberdayakan, yentu perlu penyisiran terhadap pegawai yang betul-betul bisa ditarik”, jelas Noviwaldi menanggapi usulan rekannya.

Sumber infopublik.id, Jumat, 09 Oktober 201507:44 am

Similar Posts:

    None Found

linked in share button

Leave a comment

Back to Top