FKUB Bukittinggi Lakukan Kunjungan Kerja ke Siak

FKUB Bukittinggi Lakukan Kunjungan Kerja ke Siak

FKUB Bukittinggi Lakukan Kunjungan Kerja ke Siak

No Comments on FKUB Bukittinggi Lakukan Kunjungan Kerja ke Siak

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bukittinggi melakukan kunjungan kerja ke FKUB Siak, Jumat lalu (11/12). Kedatangan mereka untuk sharing program kerja. Rombongan yang dipimpin Ketua FKUB Bukittinggi Drs H Salman MA, didampingi Kakankemenag Kota Bukittinggi H Muhammad Nur MA, Sekertaris FKUB Bukittinggi Drs Gazali, Bendahara FKUB Bukittinggi H Zulfa Efendi SSos Wk dan Koordinator Pendirian Rumah Ibadah H Idrial SPd diterima oleh Ketua FKUB Siak Faturohman.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Sekretaris FKUB Siak Joko Susilo, Perwakilan Umat Kriten Togor Sitanggang, Perwakilan Umat Buhda Sucipto, Perwakilan Umat Hindu I Ketut Dika, kedua belah pihak saling menyampaikan keberhasilan lembaga yang berwenang menyatukan umat beragama. FKUB Siak telah mengeluarkan 600 lebih rekomendasi pendirtian rumah ibadah, sementara FKUB Bukittinggi juga sudah mengeluarkan 100 lebih rekomendasi pendirian rumah ibadah.

Di sisi lain, FKUB Bukittinggi memiliki program unggulan, yakni sering mengadakan diskusi dengan pemuda dalam membahas isu-isu terkini yang berkaitan dengan kerukunan umat beragama.

‘’Tahun ini kami memang fokus untuk menertibkan administrasi izin pendirian rumah ibadah, menjemput bola agar pengurus rumah ibadah tergugah mengurus IMB. Sementara untuk pencegahan terhadap konflik kerukunan umat beragama, kami lebih mengedepankan pendekatan persuasif pada wilayah yang terdengar ada isu-isu negatif. Kami juga bekerja sama dengan pemuka agama setempat,’’ ujar Ketua FKUB Siak Faturahman didampingi Agus Mudzofar.

Keberhasilan FKUB Siak dalam menyelenggarakan program tidak terlepas dari besarnya perhatian pemerintah daerah, mengucurkan bantuan dana setiap tahun untuk pembinaan umat beragama melalui FKUB. ‘’FKUB Siak menerima bantuan setiap tahun dari Pemkab Siak, landasan hukumnya Peraturan Bersama Menteri Agama dan Dalam Negeri,’’ terang Faturrahman.

Sementara FKUB Bukittinggi juga menyampaikan, FKUB mendapat kucuran dana dari pemerintah daerah, namun tidak rutin setiap tahun. ‘’Arti kata kita mendapatkan bantuan setahun dapat bantuan dan setahun tidak. Namun secara umum program kami sama, cuma beda konsentrasi, karena permasalahan di masing-masing daerah berbeda,’’ ujarnya.

Sumber riaupos.co, Rabu 16 Desember 2015

Similar Posts:

    None Found

linked in share button

Leave a comment

Back to Top