Hadiri Pembahasan Ranperda RTRW Provinsi Riau, Ini Permintaan Syamsuar

Hadiri Pembahasan Ranperda RTRW Provinsi Riau, Ini Permintaan Syamsuar

Hadiri Pembahasan Ranperda RTRW Provinsi Riau, Ini Permintaan Syamsuar

No Comments on Hadiri Pembahasan Ranperda RTRW Provinsi Riau, Ini Permintaan Syamsuar
Bupati Siak Syamsuar siang tadi menghadiri langsung Rapat Kerja Khusus pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) terkait Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Riau tahun 2016-2036 di Gedung DPRD Provinsi Riau, kota Pekanbaru, Senin (03/10/2016).

Selain Bupati Siak, dalam rapat ini juga dihadiri oleh seluruh Bupati dan Walikota se Provinsi Riau, Ketua Panitia Khusus (Pansus) Asri Rozan, Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau, Kepala Bappeda Provinsi Riau, serta beberapa dinas terkait.
Dalam sambutannya, pimpinan Pansus Asri Rozan menjelaskan bahwa peraturan RTRW Provinsi Riau yang dipakai saat ini sudah berusia 22 tahun. Terakhir, Perda No 10 tahun 1994 dan sampai dengan keluarnya Undang-Undang No 26 tahun 1997 tentang tata ruang. Bahkan, perda dan UU itu hasil kreasi tim terpadu bentukan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. Tetapi, hingga saat ini belum bisa dijalankan.
Karena, banyaknya problem di masyarakat. Problem ini bukan tanpa alasan, ini terkait dari 3.496.298 Ha yang di usulkan, tetapi hanya 2.726.901 Ha yang dikabulkan oleh Tim Terpadu itu.
“Pada tahun 2014 lalu, Kementerian Kehutanan mengeluarkan 3 Surat keterangan yang berisi RTRW di Provinsi Riau yang hanya 1.638.249 Ha, kemudian berubah, dan akhirnya setelah melalui proses panjang, tahun 2016 Menteri Kahutanan mengeluarkan 2 SK lagi dan menambah 65.125 Ha. Sehingga jumlah keseluruhan dari Kawasan Hutan menjadi berjumlah 1.690.924 Ha,” ujarnya.
Terkait permasalahan itu, Bupati Siak Syamsuar memaparkan beberapa masukan di dalam Raperda RTRW Provinsi Riau agar dapat disesuaikan. Penyesuaian ini terkait masalah nama kawasan tanjung buton yang merupakan kawasan industri dan nama jalan nasional di wilayah Kabupaten Siak. Disebutkan dalam RTRW Provinsi Riau selama ini bernama Mengkapan Tanjung Buton, padahal mengkapan dan tanjung buton itu berbeda.
Tanjung buton saat ini sudah termasuk pusat kawasan Industri di Provinsi Riau. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Siak saat ini lagi gencar-gencarnya memproses kawasan tersebut agar masuk kedalam industri prioritas yang merupakan target dari Presiden RI.
Target Presiden RI Joko Widodo akan membangun 14 kawasan Industri prioritas, akan tetapi sampai saat ini dari 14 kawasan tersebut, hanya 3 kawasan yang sudah melengkapi semua persyaratan. Untuk saat ini, Kabupaten Siak terus berusaha melengkapi persyaratan itu agar masuk ke dalam kawasan prioritas.
“Kemudian, untuk jalan dari Simpang lago ke Simpang Buatan, Simpang Buatan ke Siak Sri Indrapura, dan Simpang Siak menuju ke Tanjung Buton, adalah jalan Nasional sesuai dengan rancangan JKP 2. Untuk itu, saya berharap agar bisa masuk ke dalam JKP 1,” kata Syam.
Berdasarkan Inpres 8 Tahun 2013 tentang Penyelesaian Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi dan Kabupaten/Kota, selisih antara luas perubahan kawasan hutan berdasarkan hasil kajian Tim Terpadu dan SK Menteri Kehutanan ditetapkan dalam RTRW provinsi Riau sebagai Holding Zone. Dan  untuk di kabupaten Siak sendiri sekitar 14,219.54 Ha.
Untuk Holding Zone, Syamsuar mengusulkan agar di wilayah kabupaten Siak dapat dikembangkan ketahanan pangan, khususnya di wilayah kecamatan Sungai Mandau. Ini bukan tanpa alasan, karena di wilayah tersebut terdapat irigasi.
“Saat ini Pemerintah Kabupaten Siak tengah berupaya melakukan pengembangan tanaman padi. Dan, di wilayah Kecamatan Sungai Mandau peningkatan tersebut sangat luar biasa. Bahkan, ditahun 2016 ini Kementerian Pertanian RI akan mengembangkan pertanian di wilayah tersebut. Jadi, nantinya di wilayah itu kami sesuaikan kawasan-kawasan hutan yang telah memiliki perizinan. Karena di wilayah kecamatan itu ada tiga desa yaitu, Desa Muara Bungkal, Desa Lubuk Umbut, dan Desa Tasik Betung,” ujar Syam.
Sumber spiritriau.com, Selasa 04 Oktober 2016
linked in share button

Leave a comment

Back to Top