IAI Riau Adakan Seminar Nasional Bertajuk Arsitektur Nusantara di Siak

IAI Riau Adakan Seminar Nasional Bertajuk Arsitektur Nusantara di Siak

IAI Riau Adakan Seminar Nasional Bertajuk Arsitektur Nusantara di Siak

No Comments on IAI Riau Adakan Seminar Nasional Bertajuk Arsitektur Nusantara di Siak

Bertempat di Gedung LAM Siak, Rabu pagi (12/4), Bupati Siak Drs. H. Syamsuar, M.Si saat membuka Seminar Arsitektur Nasional mengatakan, karya arsitektur melayu merupakan warisan edukasi dan sejarah. Kini arsitektur melayu seperti bangunan Istana Siak, Balai Rung Sri Kerapatan Tinggi dan Masjid Syahbuddin diupayakan sebagai bagian dari kota pusaka.

Ia berharap, melalui seminar ini nantinya mampu memberikan kontribusi berupa gagasan dan ide cemerlang dalam rangka merumuskan kembali identitas arsitektur melayu dalam derap langkah pembangunan landscape Kabupaten Siak.

Seminar Nasional Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) daerah Riau itu yang bertajuk Arsitektur Nusantara menarik perhatian sejumlah kalangan. Hal tersebut dapat terlihat dari ramainya peserta yang memadati ruang lantai dua gedung LAM Siak. Ada tiga pemberi materi yang mengisi seminar nasional tersebut, diantaranya, Yoris Antar (IAI), Amrun Budayawan Siak dan OK Nizami Jamil Budayawan Riau.

Salah satu peserta yang dijumpai saat sebelum acara dimulai, Cahaya Murni asal Kota Batam, mengaku tertarik datang karena berhubungan dengan arsitektur melayu. Kebetulan Kota Batam akan membangun Masjid Agung yang besar, kaitannya dengan seminar ini adalah sebagai referensi arsitektur melayu.

Dijelaskannya, bagaimana nanti cara penerapan pada bagian-bagian ruang masjid tersebut yang tidak menyalahi kaidah dan konsep melayunya, termasuk ornamen dan filosofinya, sehingga apa yang didapatkan dari sini lanjut Cahaya, bisa di terapkan pada perencanaan ‘review design’ untuk Masjid Agung tersebut. Karena pada dasarnya Kota Batam masih satu rumpun melayu yang dulunya masih bersatu dengan Riau.

Ia berharap dengan seminar ini, dapat memberikan pola pikir yang berbeda bagi adik-adik mahasiswa, untuk bebas berkreasi, menggabungkan arsitek melayu dengan melayu modern, sehinga tak kan melayu hilang dibumi. Meski pertama kali bertandang ke Siak Sri Indrapura, Cahaya terkagum dengan kebersihan dan penataan taman kota, pedestrian (jalur pejalan kaki). Selain itu kotanya tenang dan nyaman, dapat dilihat mimpi dari kepala daerahnya untuk mewujudkan sebagai daerah tujuan wisata yang asri. Siak ini patut dicontoh bagi kota-kota kecil lainnya, infrastrukturnya sudah bagus, seperti jembatan ‘Tengku Agung’ yang dihias lampu-lampu. Pesannya, arsitektur lama itu dipertahankan, agar menjadi ciri khas tersendiri.

Wanita dua anak itu adalah alumni Universitas Islam Indonesia Yogyakarta S1 jurusan arsitektur dan S2 Jurusan Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret Solo. Saat ini ia bekerja di Dinas Cipta Karya Kota Batam sebagai Kepala Seksi Pembangunan Bangunan Gedung.

Sumber : Humas Kab. Siak, 13 April 2017

Similar Posts:

    None Found

linked in share button

Leave a comment

Back to Top