Ini Cerita Bupati Syamsuar Dihadapan Badan Restorasi Gambut Nasional

Ini Cerita Bupati Syamsuar Dihadapan Badan Restorasi Gambut Nasional

Ini Cerita Bupati Syamsuar Dihadapan Badan Restorasi Gambut Nasional

No Comments on Ini Cerita Bupati Syamsuar Dihadapan Badan Restorasi Gambut Nasional

Guna mempererat sinergi antara Pemkab Siak dan Badan Restorasi Gambut (BRG) Republik Indonesia terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Minggu malam (4/9/2016) dilaksanakan dengar pendapat di Komplek Abdi Praja Siak Sri Indrapura.

Dalam kesempatan itu, Kepala Badan Restorasi Gambut RI Nazir Foead yang memimpin rombongan diterima Bupati Siak, Syamsuar dikediamannya. Tak hanya Nazir, Deputi IV Badan Restorasi Gambut RI Haris Gunawan juga tampak mendampingi.

Dihadapan Nazir, Syamsuar menjelaskan hingga saat ini Pemkab Siak masih terus berupaya untuk mengatasi kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Syamsuar menyebut keberadaan lahan gambut di Kabupaten Siak setidaknya tersebar di sembilan kecamatan, diantaranya Siak, Mempura, Pusako, Bungaraya, Sabak auh, Dayun, Kandis dan Tualang. Dari sejumlah kecamatan itu, tercatat jumlah kampung rawan karhutla di Kabupaten Siak berjumlah 67 kampung.

“Potensi Karhutla di beberapa kecamatan tersebut terus kita pantau dan awasi” sebutnya.

Terkait pencegahan dan penanganan karhutla, Syamsuar jauh-jauh hari telah menginstruksikan jajarannya untuk mengupayakan sejumlah langkah strategis.

“Pemkab telah menitipkan biaya operasional pada setiap kecamatan rawan karhutla, masing-masing kampung juga telah dibekali satu unit mesin pemadam portable dan dana operasional pemadaman sebesar dua juta rupiah agar bisa digunakan apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran hutan dan lahan,” kata Syam.

Selain itu, untuk menjaga kelembaban lahan gambut yang ada. Saat ini di Kabupaten Siak telah dibuat sebanyak 254 sekat kanal dan 184 embung di kawasan rawan karhutla tersebut.

Khusus upaya pencegahan, Pemkab Siak kata Syamsuar juga telah mengupayakan beberapa langkah penyelamatan lahan gambut. “Pemkab juga mengusulkan peningkatan status areal konservasi Danau Pulau Besar dan Danau Bawah, Alhamdulillah disetujui Bu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan menjadi Taman Nasional Zamrud” sebutnya.

Usulan tersebut kata orang nomor satu di Negeri Istana ini, merupakan hasil pertimbangan yang konsisten terhadap berbagai perkembangan dan nilai kepentingan pengelolaan lahan gambut agar lebih intensif dan efektif.

Selain kunjungan Badan Restorasi Gambut RI, Kamis mendatang Rombongan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga dijadwalkan hadir dengan membawa serta sejumlah wartawan media nasional.

 

 

Sumber kapurnews.com, Senin 05 September 2016

linked in share button

Leave a comment

Back to Top