ISPA Meningkat 15 -20 Persen Di Daerah Terdampak Kabut Asap

ISPA Meningkat 15 -20 Persen Di Daerah Terdampak Kabut Asap

ISPA Meningkat 15 -20 Persen Di Daerah Terdampak Kabut Asap

No Comments on ISPA Meningkat 15 -20 Persen Di Daerah Terdampak Kabut Asap

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengatakan dampak kabut asap disejumlah daerah yang belum juga teratasi menyebabkan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) secara kumulatif  meningkat di sejumlah daerah.

“Kasus ISPA di daerah terdampak kabut asap selama tiga minggu terakhir secara kumulatif rata-rata naik 15-20 persen, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) juga masih menunjukkan angka berbahaya terutama di Kaliamantan Tengah dan Sumatera Selatan,” katanya kepada pers di Jakarta, Selasa (6/10).

Data Kementerian Kesehatan menyebutkan, jumlah kasus ISPA secara kumulatif 29 Juni sampai 5 Oktober 2015 meningkat di Riau sebanyak 45.668 kasus, Jambi 69.734 kasus, Sumatera Selatan 83.276 kasus, Kalimantan Barat 43.477 kasus, Kalimantan Selatan 29.104 kasus dan Kalimantan Tengah 36.101 kasus.

Di Kalimantan Tengah ISPU yang terpantau 6 Oktober hingga pukul 6.00 WIB menunjukkan angka 763.09 dengan 202 titik api, di Sumatera Selatan ISPU nya pun masih tinggi atau berbahaya yang menunjukkan 880,85 dengan 89 titik api. Adapun di Riau terdapat dua titik api dengan ISPU 395,63, di Jambi ISPU 585,27 masih, Kalimantan Barat ISPU nya sudah baik yaitu 44,16 dan Kalimantan Selatan ISPU nya 55,46 dengan enam titik api.

Menurutnya, Kementerian Kesehatan juga telah mengirimkan bantuan sebanyak 27.559 ton berupa paket obat, masker N95, makanan tambahan, oksigen semprot (oxycan) ke daerah yang terdampak kabut asap yaitu Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Provinsi Riau, Provinsi Bangka Belitung, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Menkes juga minta Pemda aktif memberitahukan masyarakat jika angka ISPU sedang tinggi atau berbahaya diatas 300 – 500 ugram/m3, sehingga masyarakat aman melakukan aktivitas. Masyarakat juga diimbau melakukan langkah preventif dengan menjaga keseimbangan gizi, menggunakan masker, dan sebaiknya tidak keluar rumah jika angka ISPU nya berbahaya terutama bagi orang tua yang berisiko tinggi, anak-anak atau yang mempunyai penyakit.

“ISPU kan bisa berubah-ubah dari waktu ke waktu, jadi kapan waktu yang aman (ISPU nya rendah) sebaiknya diinformasikan, sehingga kalau ISPUnya sedang jelek (berbahaya) lebih baik menghindar, kalau tidak terlalu penting sebaiknya di rumah,” ujarnya.

Sumber infopublik.id, Selasa, 06 Oktober 201503:07 pm

Similar Posts:

    None Found

linked in share button

Leave a comment

Back to Top