Istana Siak

 

 

 Istana Siak juga dikenal sebagai istana asherayah hasyimiah, di istana ini kita bisa menikmati keindahan istana yang dibangun bernuansa islam dan berasitektur eropa pada tahun 1889 dibangun istana permanen dengan arsitek dari Jerman konon sang arsitek istana siak didatangkan sultan siak langsung dari jerman di masa pemerintahanya. Istana ini berdiri megah sampai saat ini dengan pintu gerbang dihiasi sepasang burung elang menyambar dengan mata yang memancar tajam mengiringi kita bila memasuki halaman istana.

istana siak

Istana Kerajaan Siak saat ini dijadikan tempat penyimpanan benda-benda koleksi peninggalan kerajaan antara lain :

  1. Mahkota Kerajaan

mahkota krajaan siak

Mahkota kerajaan dibuat semasa pemerintahan Sultan Siak X, Assyaidis Syarif Kasim Syaifuddin (Syarif Kasim I), Mahkota ini berlapis emas dan bertaburkan permata, mahkota yang asli terdapat di Museum Nasional Jakarta.

  1. Singgasana Kerajaan

replika-singgasana-raja-singgasana-asli-disimpan-di-museum-nasional-jakarta

Kursi keemasan yang penuh dengan ukiran yang indah dari bahan kuningan berbalut emas (yang pernah hilang dan dikonservasi kembali oleh Museum Nasional Jakarta).

  1. Koleksi Foto-foto

poto2

Kumpulan foto-foto Raja/ Sultan dan keluarga beserta kerabat-kerabat kerajaan dan tokoh-tokoh Kerajaan Siak di masa lalu.

  1. Komet

Untitled-2

Artefak istana yang dulunya koleksi Sultan umumnya barang-barang impor berkualitas tinggi. Di antaranya meja marmer yang bisa tembus cahaya diimpor dari Italia, marmer biru yang jadi hiasan dinding didatangkan dari Turki, peralatan makan yang dipesan khusus dari Eropa dengan cap lambang kerajaan Siak, serta mangkok porselen dari Tiongkok yang dapat jadi penawar racun.

Ada pula Komet buatan Jerman pada 1890-an yang hanya ada dua di dunia, satu di Jerman, satu di Siak. Alat pemutar musik berukuran 1x1x3 meter ini sejenis fonograf dengan piringannya berupa lempengan baja berdiameter 1 meter. Sultan Hasyim membawa pulang dari lawatannya ke Eropa. Bagian bawah Komet, berisi lempengan baja dengan titik-titik timbul.

Komet terdiri jadi dua bagian, atas dan bawah. Bagian atas yang berdinding kaca sebagai tempat diputarnya fonograf. Bagian bawah tempat disimpannya lempengan baja yang berisi lagu-lagu dari komponis terkenal, seperti Beethoven, Mozart, Bach, dan Strauss.

  1. Kursi Kristal

kursi kristal

Letaknya ditengah ruang bagian belakang yang berjumlah 10 unit dengan meja panjangnya 1 unit yang disediakan pada masa kesultanan Sultan Syarif Hasyim untuk menjamu tamu-tamu kerajaan.

  1. Cermin Kristal

CERMIN PERMAISURI SULTAN SIAK BISA awet muda-cermin

Cermin ini merupakan salah satu koleksi favorit wisatawan ketika berada dalam Istana Siak. Konon kabarnya, sebelum bercermin di kaca ini terlebih dahulu membasuh muka di air perigi (sumur) belakang Istana sambil bersalawat maka akan menyalakan aura kecantikan dan awet muda serta berseri layaknya seorang permaisuri. Cermin ini terbuat dari kristal berdesain mewah yang dibeli Sultan Siak XI (Sultan Syarif Hasyim) saat berkunjung ke Eropa sebagai hadiah untuk pemaisurinya.

  1. Lambang dan Bendera Kerajaan

Bendera berwarna kuning keemasan, di tengah terdapat lambang kerajaan bermotif kepala naga dan diatasnya terdapat kalimat ALLAH serta kaligrafi Muhammad.

      8. Misteri Brankas Istana

brangkas istana

Istana Siak menyimpan cerita menarik tentang brankas istana yang besarnya 1x2x1 meter. Kepala rumah tangga istana bernama Wak Molan (1889-1945) adalah orang kepercayaan Sultan Syarif Kasim II dan yang memegang kunci brankas. Sepanjang hidup, Wak Molan tak pernah menceritakan kepada siapa pun, termasuk istri dan anak-anak, tentang apa isi brankas.

Ketika Wak Molan wafat, Sultan mengambil kunci itu lalu membuangnya ke Sungai Siak tanpa alasan yang jelas. Setelah itu, Sultan pergi ke Jakarta.

Sampai sekarang, tak ada yang tahu apa isi brankas dan tak ada yang bisa membukanya. Ketika dibor, malah mata bornya patah. Didatangkan dukun dari Banten, tak bisa juga. Terakhir, mesin pindai (scanner) tercanggih dari ITB juga tak dapat memindai apa yang ada di dalamnya. Padahal mesin yang sama ketika diarahkan ke lantai, bisa menangkap sampai 2 meter ke bawah.

9. Meriam Buntung

Meriam Buntung

Cerita menarik lain adalah tentang meriam sepanjang 1,5 meter yang pernah dicuri pada tahun 1960. Alih-alih mencurinya utuh-utuh, si pencuri memotong meriam jadi dua bagian, lalu mencuri bagian moncongnya saja dan meninggalkan bagian pangkalnya. Itu sebabnya dulu meriam ini dikenal dengan sebutan “Meriam Buntung”.

Tuah istana “bekerja” lagi. Moncong meriam ditemukan dalam sebuah kapal yang akan ke Singapura. Kapal yang membawanya tenggelam di Teluk Salak, sedangkan moncong meriam dapat diselamatkan dan dikembalikan ke Istana.

linked in share button

2 Comments

  1. Enggar Saputri  - June 14, 2017 - 2:18 AM
    Reply /

    ada baiknya kalo postingannya diberi tambahan yg menjelaskan tentang akomodasi, baik transportasi yg bisa digunakan untuk menuju lokasi, biaya, tempat makan dan penginapan disertai tarifnya yg berada di sekitar lokasi. agar kami para traveller punya informasi yg cukup bila ingin berkunjung ke sana.

    • pakrektor  - June 21, 2017 - 7:22 AM
      Reply /

      Terimakasih atas masukannya, kami akan segera memperbaharui data kami…

Leave a comment

Back to Top