Kemilau “Negeri Istana” Siak Sri Indrapura Dalam Balutan Seni Budaya dan Objek Wisata

Kemilau “Negeri Istana” Siak Sri Indrapura Dalam Balutan Seni Budaya dan Objek Wisata

Kemilau “Negeri Istana” Siak Sri Indrapura Dalam Balutan Seni Budaya dan Objek Wisata

No Comments on Kemilau “Negeri Istana” Siak Sri Indrapura Dalam Balutan Seni Budaya dan Objek Wisata

Kota “Istana” kota “Matahari Timur” itulah sebutan dari Kabupaten Siak, Kabupaten yang berdiri Tahun 1999 lalu merupakan pecahan dari Kabupaten Bengkalis, dulunya Kabupaten Siak hanya mempunyai 3 Kecamatan yakni Kecamatan Siak, Minas dan Sungai Apit, dengan berusianya Kabupaten Siak yang kini berumur 17 tahun, Kabupaten Siak sudah mempunyai 14 Kecamatan yakni Kecamatan Sabak Auh, Sungai Apit, Pusako, Bungaraya, Siak, Mempura, Dayun, Koto Gasib, Lubuk Dalam, Kerinci Kanan, Tualang, Kandis, Minas dan Sungai Mandau.

Kabupaten Siak begitu banyak menyimpan berbagai objek wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi, mulai dari Wisata Sejarah, Seni, Budaya, Religius serta alam yang begitu asri untuk dipandang.

20160209213359Bila anda ke Kabupaten Siak, anda akan terpesona melihat keindahan Istana Siak, Istana ini dibangun oleh Sultan Siak ke-11 yakni Sultan Assayaidis Syarief Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin. Istana ini dibangun saat Sultan Syarief Hasyim begitu sebutan singkatnya, baru mulai memimpin Kerajaan Siak pada 1889. Menurut riwayatnya, Istana ini dirancang oleh arsitek asal Jerman. Kebetulan dulu sang Sultan memang kerap melawat ke Belanda dan Jerman. Sekarang pun, salah satu koleksi antik yang ada di istana ini adalah alat musik Komet buatan Jerman, yang memiliki piringan pemutar berdiameter 90 cm. Konon, di dunia ini Komet hanya diproduksi dua buah: yang satu masih di negara asal, yang satu lagi yang berada di Istana Siak.

Istana Siak berada Jalan Sultan Syarif Kasim, di tepian Sungai Siak, tak jauh dari Jembatan Siak, jembatan gantung sepanjang 1.203 meter, yang diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2007. Nama resmi jembatan ini adalah jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah.

img-20161102-wa0030-300x123Jembatan yang berdiri gagah di sungai jantan tersebut dibangun pada masa kepemimpinan Bupati Siak H Arwin AS, pengerjaan yang membutuhkan waktu beberapa tahun sempat mendapat pro dan kontra itupun akhirnya selesai dibangun, ini menjadi keuntungan besar bagi masyarakat Kabupaten Siak yang mana dahulunya masyarakat menyeberang menggunakan sampan, kini masyarakat bisa berlalu lalang melangkahi sungai Siak.

Water Front City Siak menjadi Wisata Baru

e4agy9u7Bila anda berkunjung ke Kota Siak selain ke Istana, pengunjung atau wisatawan juga menikmati keindahan pembangunan Water Front City yang terbentang sepanjang 400 meter di bibir Pantai Sungai Siak. Tepatnya di kelurahan Kampung Dalam Siak jalan Sultan Syarif Kasim, letak Water Front City ini lebih kurang 300 meter dari Istana Siak. Ditempat Water Front City ini, pengunjung bisa bersantai ria untuk menikmati keindahan bangunan tahap I pada tahun 2015 lalu dengan membawa keluarga ataupun pasangan.

Pembangunan Water Front City di Kota Siak Sri Indrapura tampak semakin mentereng. Konsep kota yang berada pinggir sungai ini terintegrasi dengan berbagai situs sejarah, komplek Istana Siak, Klenteng Hock Siu Kiong dan Komplek Pecinan, Pasar Seni dan Masjid Syahbuddin.

Pembangunan Water Front City Siak di Turap Indah ini memang sedang berjalan, namun sudah dimanfaatkan untuk bersantai dan berjalan-jalan. Turap dapat menghidupkan suasana Siak terutama saat malam hari. Berbagai fasilitas juga sedang dalam pembangunan dan ditargetkan selesai 2017 mendatang.

Dengan adanya lokasi yang megah ini bisa menjadi daya tarik baru bagi Siak yang terkenal dengan berbagai situs sejarah seperti Istana Siak. Saat ini, sudah mulai banyak wisatawan dan fotografer yang berkunjung untuk mengambil moment dan kenangan di tempat ini.

Pengunjung juga bisa melihat diseberang sungai Siak jembatan Kelakap di Kampung Benteng Hulu Kecamatan Mempura.

Persis di Kecamatan Mempura, ada peninggalan sejarah berupa tangsi Belanda. Bangunan yang dibangunan pada tahun 1895-1897 itu merupakan salah satu peninggalan dari masa kolonial Belanda, bangunan itu dulu digunakan untuk tahanan Belanda. Tidak hanya tangsi Belanda, masih banyak peninggalan sejarah yang bisa dikunjungi di Kabupaten Siak seperti, Makam Sultan Koto Tinggi, Makam Sultan Syarif Kasim, Makam Raja Kecik, kemudian ada makam Putri Kaca Mayang di Kecamatan Koto Gasib.

Di Kabupaten Siak tersedia sederet wisata alam yang sejuk untuk dipandang, ada Danau Ketialau, Danau Air Hitam, Danau Besi, Danau Tembatu Songsang, Danau Pulau Besar, Danau Zamrud, Danau Pulau Bawah, termasuk Danau Tujuh Tingkat di Kecamatan Sungai Mandau dan pantai Tanjung layang di Kecamatan Sungai Apit, belum lagi tempat pelatihan gajah si Kecamatan Minas. Ha itu bisa menjadi aset yang paling berharga bagi pemerintah Kabupaten Siak untuk mendatangkan sumber pendapatan asli daerah untuk Kabupaten Siak.

Siak Punya Air Mancur yang Hebat

air-mancur_zps3azy5l9dTaman air mancur yang diresmikan Bupati Siak H Syamsuar beberapa waktu lalu diberi nama Air Mancur Tengku Mahratu yang berada di Jalan Sultan Syarif Kasim Kelurahan Kampung Dalam Siak. Air mancur tersebut ramai dikunjungi wisatawan, oleh sebab itu, masyarakat Kabupaten Siak boleh berbangga hati karena lewat program pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Siak kini Siak menjadi pusat perhatian wisatawan dalam maupun luar daerah.

Inovasi terbaru ditunjukan dengan pembangunan air mancur musik yang diberi nama Air Mancur Taman Tengku Mahratu, yang diresmikan Bupati Siak Drs H Syamsuar. Hebatnya lagi, air mancur yang disertai musik ini merupakan yang pertama sekali ada di Sumatera.

Menurut Bupati Syamsuar, Air Mancur Taman Tengku Mahratu yang dibangun di depan Istana Siak, antara Gedung Tengku Mahratu dan Masjid Syahbuddin atau tepatnya di bekas bangunan KPU lama ini, berbeda dengan air mancur lain yang ada di Sumatera.

Dapat dikatakan inilah air mancur musik yang pertama ada di Sumatera. Semburan air membentuk pemandangan indah. Suasana di kawasan itu akan semakin syahdu, karena derasnya pancaran air turut disertai dengan alunan musik dan nyanyian yang diputar dalam sitem air mancur tersebut.

Air mancur Tengku Mahratu ini dibangun dengan menggunakan APBD Kabupaten Siak, menelan Anggaran sebesar Rp3,8 miliar. Spesifikasinya, total air yang tertampung dalam kolam sebanyak 280 Kubik, lebar 6,80 meter, panjang 28 meter, kedalaman 1,7 meter, ketinggian permukaan tanah 1 meter.

Keunggulannya terletak pada lampu dan pompa di dalam bak air mancur. Jika dioperasikan, pompa menyemburkan air seiring irama musik, serta ditambah dengan warna yang muncul dari sorot cahaya lampu, sehingga air yang terpancar tampak berwarna-warni.

Sumber infosiak.com, Kamis 03 November 2016

linked in share button

Leave a comment

Back to Top