Kuliner Subuh Masjid Islamic Center Dukung Ekonomi Warga

Kuliner Subuh Masjid Islamic Center Dukung Ekonomi Warga

Kuliner Subuh Masjid Islamic Center Dukung Ekonomi Warga

No Comments on Kuliner Subuh Masjid Islamic Center Dukung Ekonomi Warga

USAI salat berjamaah di Masjid Agung Sultan Syarif Hasyim, komplek Islamic Center Kabupaten Siak,  halaman masjid ramai oleh pedagang yang menjajakan panganan ringan atau jajanan sarapan di pekarangan mesjid.

Bahkan pengunjungnya banyak yang datang dari luar Siak. Ada yang datang dari Jambi, Medan, Sumbar dan Riau serta Siak sendiri  untuk wisata religi, Sabtu (29/1).

Kuliner subuh ini didominasi oleh penjual berbagai jenis kue-kue tradisional khas makanan melayu. Terlihat Bupati Siak Syamsuar MSi bersama Kepala Dinas Pariwisata Hendrisan dan Camat Siak Aditya ikut menikmati kuliner subuh tersebut.

“Inilah salah satu bentuk ekonomi kreatif ( ekraf) pendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Syamsuar. Dia berharap untuk manfaatkan peluang yang ada, dengan adanya kuliner di halaman masjid tidak payah ingin cari serapan jauh-jauh ditempat lain usai melaksanakan salat Subuh berjamaah.

“Tak payah awak nak cari sarapan jauh-jauh lagi, siap salat ni dah ado orang-orang berjualan di halaman masjid,” kata Syamsuar dengan logat Melayu.

Usaha ini bisa menambah penghasilan keluarga, selain mengajak masyarakat untuk beribadah ke masjid.  Bupati mengaku kedepannya nanti Pemkab Siak akan menertibkan dan  menatata dengan baik para pedagang kuliner subuh ini, sehingga bisa dijadikan objek wisata yang menarik khas orang Siak.

“Jangan lupa, jajanan tersebut dibuka usai salat Subuh hingga pukul 09.00 WIB. Dan jangan sampai tidak kebagian. Tentunya harus salat Subuh dulu di masjid ya,” pesan Syamsuar.

Kadis Pariwisata Hendrisan juga mengatakan, ekonomi kreatif  adalah salah satu faktor tersebut. Sebab komunitas ekonomi bawah merupakan masyarakat lokal yang harus mendapatkan perhatian dan dukungan dari pemerintah setempat.

“Ke depan kami bekerja sama dengan dinas terkait akan membuat gerobak yang seragam untuk para pedagang tersebut. Nanti juga akan kami data para pedagang dan selanjutnya akan diarahkan untuk menjual panganan khas Siak,” katanya.

Pihaknya saat ini  juga tengah mempersiapkan kabupaten Siak sebagai salah satu tujuan wisata halal. Ini sangat membantu para wisatawan yang datang sehingga mereka jadi tahu halal tidaknya makanan tersebut.

 

Sumber riaupos.co,  Selasa 31 Januari 2017
linked in share button

Leave a comment

Back to Top