Lewat Drama Tari, TMII Pentaskan Kepahlawanan Tengku Buang Asmara

Lewat Drama Tari, TMII Pentaskan Kepahlawanan Tengku Buang Asmara

Lewat Drama Tari, TMII Pentaskan Kepahlawanan Tengku Buang Asmara

No Comments on Lewat Drama Tari, TMII Pentaskan Kepahlawanan Tengku Buang Asmara
Pemerintah Provinsi Riau melalui Badan Penghubung Riau di Jakarta, menggelar Pagelaran Seni Drama Tari “Tengku Buang Asmara”, Sabtu (30/12/16) di Jakarta. Pertunjukan seni teatrikal yang mengisahkan kepahlawanan Sultan Siak tersebut dipentaskan di Anjungan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.

Diperkirakan tiga ratusan undangan dalam dan luar negeri, termasuk. perwakilan negara-negara sahabat turut hadir dalam kesempatan itu, diantaranya dari,Venezuela, Srilanka, Chili, Kuba, Libia, dan Palestina. Dirut TMII, Bupati Siak Syamsuar dan jajaran, bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, dan sejumlah pemuka masyarakat Riau juga turut diundang menyaksikan pertunjukan tersebut.
“Terimakasih pada semua pihak yang terlibat dalam pagelaran drama tari ini. Belum banyak orang yang tahu sejarah dan kepahlawanan Tengku Buang Asmara, karena beliau belum ditetapkan sebagai pahlawan nasional,” kata Syamsuar dalam sambutannya diacara itu.
Sebut Syamsuar, dalam sejarah kepemimpinan Tengku Buang Asmara pernah terjadi perang sengit terhadap VOC. “Dalam perang Guntung yang dipimpin Sultan Tengku Buang Asmara, VOC menderita kekalahan dan kerugian yang tidak sedikit, kisahnya abadi dalam syair perang guntung,” jelasnya.
Sebelum drama tari berdurasi 60 menit itu dimulai, Syamsuar juga sempat bercerita dalam sambutannya bahwa Kabupaten Siak terus berbenah sebagai destinasi wisata sejarah, seni dan budaya.
“Sultan-sultan terdahulu banyak berjasa bagi negara, termasuk kisah penyerahan kedaulatan Kerajaan Siak pada NKRI oleh Sultan Syarif Kasim II. Saat ini kami tengah merampungkan tugu untuk mengenang nilai kepahlawanan beliau,” sebut orang nomor satu Negeri Istana itu.
Begitu juga situs peninggalan sejarah kata Syam, masih terpelihara dengan baik, diantaranya istana Siak dan Mesjid Syahbuddin.
“Saat ini kami juga tengah berupaya mendapatkan pengakuan Unesco sebagai kota pusaka” kata dia.
Predikat kota pusaka ini oleh Syamsuar, diharapkan dapat memperkuat upaya promosi wisata Di Kabupaten Siak, dalam rangka mendukung nawacita dan target nasional 20 juta wisatawan mancanegara.
“Pemkab Siak tentu tidak mampu berjalan sendiri, untuk itu kami mohon dukungan pemerintah baik pusat maupun provinsi,” tutupnya.
http://siakkab.go.id/wp-admin/post-new.php
Dalam acara yang juga diisi dengan eksibisi beragam permainan tradisional rakyat tempo dulu itu, juga dilakukan pertukaran cinderamata antara Bupati Siak dengan Dirut TMII dan perwakilan negara-negara sahabat yang hadir.
Disesi akhir, penampilan artis Iyet Bustami yang memandu joget lambak bersama seluruh hadirin undangan menjadi penutup rangkaian acara.
Sumber riaugreen.com, Selasa 06 Desember 2016

Similar Posts:

    None Found

linked in share button

Leave a comment

Back to Top