Masih Ada Ilog di Cagar Biosfer

Masih Ada Ilog di Cagar Biosfer

No Comments on Masih Ada Ilog di Cagar Biosfer

Kondisi Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu Kabupaten Siak, seluas 204.486,08 hektare, terdiri dari zona inti lebih kurang 55.048,37 hektare, sudah dirambah lebih kurang 867,67 hektare. Sementara di zona penyangga lebih kurang 42.822,01 hektare dirambah lebih kurang 2.384,76 hektare dan zona transisi lebih kurang 103.615,70 hektare.

“Melihat dari data hasil perambahan ini, ada kecenderungan terus bertambah,” ujar Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi di sela-sela memimpin rapat forum sinkronisasi penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Siak tahun 2015, di Raja Indra Pahlawan Room (RIPR), Senin (13/7). Hadir dalam kesempatan itu, Kapolres Siak AKBP Ino Hariyanto SIK, Kejari Zainul Arifin SH MH, Dandim 0303 Bengkalis Letkol Wachyu Dwi Harianto, Ketua Pengadilan Negeri Siak dan pejabat di lingkungan Pemkab Siak.

Kata Syamsuar, perambahan Cagar Biosfer baik di zona inti dan zona penyangga untuk di jadikan pemukiman maupun perkebunan yang dapat memicu terjadinya Kahutla dan perubahan iklim. “Masih terdapat illegal logging (Ilog) di areal cagar biosfer,” beber dia.

Pembukaan lahan untuk perumahan dan kebun kelapa sawit masih terus berlanjut hingga saat ini. Celakanya lagi, pembukaan lahan baik untuk perumahan maupun perkebunan di areal cagar biosfer merupakan tindakan melanggar hukum.

Kapolres Siak AKBP Ino Hariyanto SIK menimpali, kejadian ini merupakan masalah lama, khususnya kawasan Giam Siak Kecil (GSK). Saat melakukan pemantauan udara, sabtu kemarin, kondisi GSK sangat-sangat memprihatinkan. Pemukiman warga yang dibangun berupa gubuk-gubuk disertai dengan pembukaan lahan. “Intinya dimana ada gubuk, di sana ada laha terbakar,” kata Ino.

Apakah kejadian ini didiamkan? Tentunya tidak. Bagi kepolisian bersama Forkopimda sinergi dalam mengatasi kejadian ini, agar tak terulang kembali. Terutama bagi warga yang telah bermukim disana. Sebagai perbandingan di kawasan Tesso Nilo, disana sudah terjadi tumpukan warga, hingga tingkat kesulitannyapun beragam.

Beda yang di Siak, berhubung masih kecil maka tindakan tepat, tegas dan taat aturan harus dilakukan. Apalagi telah terjadi komitmen bersama.

Dandim 0303 Bengkalis Letkol Wachyu Dwi Harianto menambahkan, dalam kejadian ini, kita harus libatkan media dalam penanggulangannya. Tahap demi tahap yang disosialisasikan, agar nanti tidak timbul miss komunikasi dan prasangka yang bukan-bukan terutama menyangkut pemberitaan.

“Saya fikir, setiap rencana, harus discover dan disiapkan secara baik,” ujar dia.

Kejari Siak Zainul Arfin SH MH, menitik beratkan jika persoalan ini telah jadi komitmen bersama, tentu harusnya disikapi dengan bijak dan langkah tegas.

Sumber Riau Pos, Selasa 14 Juli 2015.

Similar Posts:

    None Found

linked in share button

Leave a comment

Back to Top