Menkominfo: Bangun Jaringan Pita Lebar, Indonesia Peringkat 4 se-ASEAN

Menkominfo: Bangun Jaringan Pita Lebar, Indonesia Peringkat 4 se-ASEAN

Menkominfo: Bangun Jaringan Pita Lebar, Indonesia Peringkat 4 se-ASEAN

No Comments on Menkominfo: Bangun Jaringan Pita Lebar, Indonesia Peringkat 4 se-ASEAN

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika memiliki visi menjangkau seluruh daerah di Indonesia dengan jaringan pita lebar (broadband), demi meningkatkan posisi Indonesia dalam bidang infrastruktur TIK se-ASEAN. Hal ini disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika dalam Diskusi Panel Expo Comm di Jakarta (09/11).

“..saat ini Indonesia berada di posisi ke-4 di antara negara-negara ASEAN. Oleh karena itu pemerintah bersama-sama dengan para pemain dan juga stakeholders memiliki visi untuk meningkatkan posisi Indonesia ke peringkat ke-2 pada tahun 2019. Setidaknya dari backbone point of view, we’ll be there,” kata Menteri Rudiantara.

Sementara itu, berkaitan dengan visi ASEAN connectivity dalam ASEAN ICT Masterplan 2020, Menteri Rudiantara menegaskan bahwa Indonesia masih harus mengejar pembangunan infrastruktur dan konektivitas secara fisik.

“..bagi Indonesia saat ini untuk mencapai visi tersebut, ada syarat paling dasar yang harus dipenuhi yaitu infrastruktur dan konektivitas fisik. ” kata Rudiantara.

Hingga saat ini, menurut Menkominfo, masih ada 114 ibukota daerah yang belum terhubung melalui broadband. Untuk membangun broadband di daerah tersebut, pemerintah mengambil langkah public-private partnership, atau kerjasama pemerintah dan badan usaha, termasuk operator.

Namun Menkominfo menegaskan, pembangunan infrastruktur untuk keseluruh daerah tersebut tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada operator telekomunikasi, karena tidak ada kewajiban bagi operator untuk membangun backbone di semua daerah di Indonesia.

“Perusahaan telekomunikasi di Indonesia berhak memilih dan menentukan region yang mana yang mau mereka bangun,” kata Rudiantara.

Sementara bagi area yang tidak tercover dan tidak feasible secara bisnis bagi operator, lanjutnya, maka mereka dapat berkontrisbusi melalui dana Universal Service Obligation (USO). Dana USO ini yang kemudian digunakan oleh pemerintah untuk membangun infrastruktur di daerah-daerah yang tidak feasible secara bisnis dan finansial tersebut, salah satunya melalui proyek Palapa Ring.

“Operator berkomitmen kepada pemerintah, di akhir tahun 2018, untuk membangun 57 daerah yang belum terhubung melalui broadband tersebut, dan 57 lainnya dibangun oleh pemerintah,” kata Rudiantara.

Diskusi panel pada Expo Comm ini merupakan rangkaian kegiatan dari Indonesia Infrastructure Week 2016 yang diselenggarakan pada 09-11 November 2016 di JCC.

Turut hadir menjadi panelis dalam diskusi tersebut, Senior VP dan GM Oracle, Mike Sicilia; Ketua Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia, Merza Fachys; Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo, Alexander Roesli; Direktur Inovasi dan Strategi PT Telkom Indonesia, dan CEO Secondbridge.

 

Sumber kominfo.go.id, Rabu 09 November 2016

linked in share button

Leave a comment

Back to Top