Nasrun ‘Lukah Gilo’ Terima Penghargaan Setia Seni

Nasrun ‘Lukah Gilo’ Terima Penghargaan Setia Seni

Nasrun ‘Lukah Gilo’ Terima Penghargaan Setia Seni

No Comments on Nasrun ‘Lukah Gilo’ Terima Penghargaan Setia Seni

Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memberikan Anugerah Pemangku Setia Seni Tari kepada Nasrun (63), warga Sabak Auh, Kabupaten Siak. Anugerah tersebut merupakan apresiasi pemerintah atas pengabdiannya dalam memelihara dan melestarikan nilai seni budaya tradisional daerah Kabupaten Siak.
Ada 10 penghargaan diberikan pada acara yang bertajuk Anugerah Seni dan Budaya Melayu untuk Tokoh dan Pelaku Seni Provinsi Riau 2016 di Hotel Furaya Pekanbaru, Jumat (25/11/2016) itu. Diantaranya, penggiat seni di bidang Teater, Musik, Sastra, Tari dan Seni rupa yang terbagi dalam dua kategori, yakni Setia Seni dan Prestasi Seni.

Anugerah Setia Seni diberikan kepada para seniman yang dalam kurun waktu sangat lama atas pengabdian, eksistensi tetap setia memelihara dan melestarikan nilai seni tradisional melayu Riau. Sementara Anuegerah Prestasi Seni diberikan kepada seniman muda yang kreatif, produktif dalam menggali, mengembangkan dan melestarikan seni budaya Riau.

Nasrun adalah salah satu warga Kabupaten Siak yang telah mengabdikan diri selama puluhan tahun dalam memelihara, mengembangkan serta melestarikan nilai seni dan budaya yang ada di kabupaten Siak. Dia selama ini dikenal sebagai pemain ‘Lukah Gilo’. Eksistensinya tak pernah dikalahkan oleh waktu dan kemajuan zaman. Hingga saat ini ia tetap setia mementaskan permainan ‘Lukah Gilo’, Kapanpun dan dimanapun.

‘Lukah gilo’ dari Sabak Auh, tari olang-olang dari Sakai Minas, Joget Lambak dari Suku Akit Sungai Apit adalah beberapa contoh kesenian dan budaya daerah yang masih terpelihara hingga saat ini. Orang-orang seperti Nasrun ambil bagian dan merasa bertanggungjawab terhadap pelestariannya.

“Sudah sangat lama saya memainkan Lukah Gilo ini. Kita semua bertanggungjawab untuk memelihara seni budaya seperti ini,” ungkap Nasrun, ketika berbincang bersama RiauAktual.com Mingu (27/11).

Pria yang lahir dikampung Benayah, Kecamatan Pusako ini mengaku tidak menyangka dan tidak pernah berpikir tentang apa yang ia terima saat ini. Baginya memainkan ‘Lukah Gilo’ bagai sebuah naluri alam yang telah menyatu dengan dirinya.

“Saya tidak pernah menyangka bahkan tidak pernah berpikir soal ini. Tak tau saya tentang yang seperti ini. Bagi saya permainan ini sudah seperti bagian dari hidup saya,” ungkap pria yang mahir memainkan berbagai jenis alat musik ini.

Sementara, Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi ditempat terpisah juga menyampaikan tahniah dan apresiasinya atas anugerah yang diterima oleh Nasrun. Ia mengungkapkan Apresiasi seni yang diberikan sangat memberikan arti bagi yang menerimanya.

“Secara langsung anugerah adalah suatu pengakuan atas pekerjaan seni yang telah dilakukan selama ini. Saya berharap hal ini juga dapat memberikan nilai positif bagi para penggiat seni, khususnya bagi pelestarian nilai budaya kabupaten Siak kedepan,” ujar bupati.

Kepala Bidang Nilai Budaya, Disdikbud Provinsi Riau OK Pulsiamitra MSn mengungkapkan proses penilaian dalam pemberian anugerah ini telah dimulai sejak Juni 2016 lalu. Melalui mekanisme menerima usulan dari pemerintah kabupaten/kota se provinsi Riau sebelum kemudian di seleksi dan ditetapkan sebagai penerima penghargaan.

Selain Nasrun, Anugerah Setia dan Prestasi Seni ini juga diberikan kepada Abdul Hamid dari Kota Dumai. Untuk kategori Setia Seni Musik, Anggara Satria dari Pekanbaru untuk kategori Prestasi seni musik, Ok Tabrani untuk Setia Seni Rupa, Junaidi Sang untuk Prestasi Seni Rupa, Sunardi dari Pekanbaru untuk prestasi seni tari, Mak Itam Baia dari Pelalawan untuk kategori Setia seni sastra, Prestasi seni sastra kepada Rizki Utomi dari Meranti, Setia Seni bidang teater kepada Fahri serta Sendi Alfaromi dari Kampar untuk kategori prestasi seni teater.

Sumber riauaktual.com, Minggu 27 November 2016

linked in share button

Leave a comment

Back to Top