“Nilai ekspor produk ikan dan seafood Indonesia ke AS, baik mentah maupun olahan, diperkirakan mencapai USD 1,15 miliar. Dengan nilai ekspor yang cukup tinggi ini, permintaan generasi Z perlu dicermati,” Kata Reza dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/3).

Mayoritas konsumen produk seafood asal Indonesia ini berusia antara 14-20  tahun, atau mencakup sekitar 12 persen populasi Amerika, dengan daya beli sebesar USD 250 Miliar.

Ia menambahkan khusus untuk produk udang, tiga pemasok terbesar pasar AS pada 2015 adalah India (USD 273 juta), Indonesia (USD 232 juta), dan Ekuador (USD 174 juta).

Saat ini, produk seafood bernilai tambah asal Indonesia menjadi primadona pada Seafood Expo North America (SENA) yang berlangsung 6-8 Maret 2016 lalu di Boston, Amerika Serikat (AS).

Aneka produk seafood bernilai tambah Indonesia yang tampil pada pameran ini, salah satunya fresh pre-cooked tuna. Sedangkan aneka produk ikan dan seafood olahan lainnya, yaitu frozen shrimp, frozen tuna, swordfish, spanish mackerel, fresh sashimi tuna, oildish, black pomfret, marlin, crab, octopus, barramundi, fin fish, grouper, mackerel, mahi mahi, snapper tuna, whitefish, squid, cuttlefish, dan roe.

Menurutnya, inovasi produk bernilai tambah yang menawarkan sisi praktis cepat saji seperti ini dapat menjadi salah satu pertimbangan untuk pengembangan produk ikan dan seafood Indonesia. Karena itu, menurut Reza, pameran seperti ini menjadi penting. “Keikutsertaan Indonesia dalam pameran SENA harus terus ditingkatkan mengingat potensi pasar yang sangat besar,” ujar Reza.

Pasar produk ikan dan seafood AS masih terbuka luas. Indonesia diharapkan dapat semakin meningkatkan ekspor produk ikan dan seafood olahan yang bernilai tambah. Banyak produk olahan dari perusahaan AS yang memiliki nilai tambah praktis cepat saji semakin mendapatkan tempat di pasar.

Reza juga mengungkapkan bahwa Kemendag dan KKP juga berencana untuk meningkatkan komitmennya untuk melakukan promosi produk ikan dan seafood Indonesia. Hal tersebut bertujuan mendorong upaya peningkatan poros maritim dan mengupayakan agar Indonesia dapat menjadi eksportir produk ikan terbesar di Asia Tenggara.

Sumber infopublik.id, Jumat 11 Maret 2016