Peluang Investasi

” Investasi – Kawasan Industri Tanjung Buton ”

buuton

Latar Belakang Berdirinya Kawasan Industri Tanjung Buton

  1. Potensi Sumber Daya yang sangat besar di Riau
  2. Kegiatan ekonomi Riau terpusat pada penjualan raw material yang bernilai    tambah (added value) kecil.
  3. Adanya ancaman terhadap kesinambungan (sustainability) kegiatan ekonomi akibat pengeksploitasian raw material berlebih untuk mengimbangi peningkatan kebutuhan.
  4. Upaya untuk meningkatkan nilai tambah sumberdaya alam dengan mengoptimalkan peran sektor sekunder (industri).
  5. Upaya Jangka Panjang menunjang kegiatan ekonomi pengganti yang tidak berbasiskan SDA yang tidak terbarui.
  6. Keterbatasan Sungai. Siak dalam menampung industri di sepanjang Sungai. Siak yang menuntut perubahan peran dan fungsinya di masa mendatang
  7. Peningkatan aktifitas jasa dan ekonomi hingga perlu upaya untuk mengoptimalkan pemanfatan SDA.

ALASAN PENETAPAN KAWASAN INDUSTRI BUTON

  1. Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi Riau,
  2. Buton ditetapkan sebagai salah satu outlet regional selain Dumai dan Kuala Enok.
  3. Secara fisik & teknis kawasan Buton layak dijadikan sbg kawasan industri dan pelabuhan.
  4. Kawasan Buton memiliki aksesibilitas yang baik ke arah internal dan eksternal (regional, internasional-Batam, Riau Kepulauan, Singapura dan Malaysia).
  5. Antisipasi alih fungsi Sungai Siak dari fungsi transportasi menjadi fungsi konservasi.

POTENSI JENIS INDUSTRI

  1. Industri Berbasis Kelapa Sawit
  2. Industri Turunan Dari Hasil Hutan
  3. Industri Pulp Dan Turunannya
  4. Industri Berbasis Petrokimia
  5. Industri Berbasis Perkebunan Kelapa
  6. Industri Turunan Dari Hasil Karet
  7. Industri Yang Berbasis Perikanan
  8. Industri Penunjang Migas

INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH

  1. Industri Baja
  2. Industri Pengolahan Pupuk
  3. industri teknologi informasi

MODEL INVESTASI DAN PEMBIAYAAN PROYEK

Pola Kerjasama

  1. Kawasan Industri Tanjung Buton selaku pengelola pelabuhan Tanjung Buton dan Kawasan Industri Tanjung Buton menawarkan kepada investor untuk ikut berperan dalam pengembangan kawasan ini. Pola investasi dalam pengembangan proyek terkait dengan pengembangan pelabuhan dan kawasan industri tersebut sebagai berikut :

Pemerintah Kabupaten Siak dan PT. Kawasan Industri Tanjung Buton memberikan kesempatan berinvestasi di atas lahan seluas 400 ha, dengan pola pembelian lahan (HGB sesuai dengan Peraturan Pemerintah) dan pola penyewaan lahan dengan harga pembelian/ penyewaan lahan dapat di konsultasikan langsung dengan Pihak manajemen PT. Kawasan Industri Tanjung Buton.

Ditawarkan kepada investor :
–   Pembelian lahan dan penyewaan lahan
–   Pembangunan pabrik di kawasan industri

peta

” Investasi – Kawasan Pelabuhan “

Kawasan Pelabuhan

Dalam penciptaan suatu iklim investasi yang kondusif, Pemerintah Kabupaten Siak menyadari akan pentingnya sarana transportasi untuk memacu percepatan arus keluar masuk barang dari dan menuju Siak, dengan meningkatkan jumlah dan mutu sarana dan prasarana baik darat maupun sungai, serta memperbaiiki sarana dan prasarana yang telah ada.

Sebagian masarakat Siak tinggal disepanjang tepian Sungai Siak, sehingga jalur transportasi sungai masih menjadi modal transportasi utama untuk diprioritaskan. Untuk akses transportasi melalui sungai dari dan menuju Siak, telah tersedia kapal – kapal speedboat dengan tujuan kota Pekanbaru, Bengkalis, Selat panjang, Tanjung Pinang, Tanjung Balai Karimun, Batam.

Pada akhir tahun 2012, Pemerintah Kabupaten Siak telah meresmikan pelayaran internasional dengan jalur Siak- Muar, Siak – Malaka (Malaysia) yang dilayani pada pelabuhan Internasional LASDAP.

 

pelabuhan

PERKEBUNAN DAN KEHUTANAN

 

 

Kabupaten Siak sangat potensial untuk pengembangan komoditi perkebunan. Tanaman perkebunan yang dikembangkan antara lain Kelapa Sawit, Karet, Kelapa, Sagu, Pinang, Kopi dan Kakao.

Sektor perkebunan di Kabupaten Siak berkembang pesat, terutama perkebunan kelapa sawit. Hai ini disebabkan karena pengembangan perkebunan dilakukan dengan berbagai macam pola. Ada pola perusahaan swasta yaitu perusahaan yang menanamkan modalnya untuk pembukaan lahan perkebunan baru, ada juga pola kemitraan, pola inti plasma dan pola swadaya. Harga tandan buah sawit yang relatif stabil juga memicu masarakat untuk menanamkan kelapa sawit pada lahan – lahan mereka.

 

 

LUAS AREAL, PRODUKTIVITAS DAN PRODUKSI KELAPA SAWIT

NO KECAMATAN Luas Areal (Ha) Produktivitas Produksi
TBM TM TTR Total (Kg/Ha) (Ton)
1 SIAK 3.727,00 1.593,00 2.320,00 12.000 114.696,00
2 SUNGAI APIT 1.217,00 2.377,00 3.594,00 16.000 228.192,00
3 MINAS 4.419,00 36.730,00 41.149,00 19.000 4.187.220,00
4 BUNGA RAYA 1.225,50 2.702,00 3.927,50 15.000 243.180,00
5 TUALANG 4.035,00 18.650,70 22.685,70 17.000 1.902.371,40
6 DAYUN 1.085,00 24.178,00 25.263,00 21.000 3.046.428,00
7 KERINCI KANAN 578,00 35.078,00 35.656,00 23.000 4.840.764,00
8 SUNGAI MANDAU 6.760,00 13.743,80 20.503,80 19.750 1.628.640,30
9 KANDIS 21.130,00 61.217,00 82.347,00 15.000 5.509.530,00
10 LUBUK DALAM 897,19 9.989,00 10.886,19 18.000 1.078.812,00
11 SABAK AUH 2.038,00 1.990,00 4.028,00 15.000 179.100,00
12 KOTO GASIB 33,00 13.167,00 13.200,00 15.000 1.185.030,00
13 MEMPURA 2.621,00 3.519,00 18 6.158,00 14.000 295.596,00
14 PUSAKO 415,00 3.458,00 3.873,00 14.000 290.472,00
TOTAL 50.180,69 228.392,50 18,00 275.591,19 24.730.031,70

Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Siak.
TBM : Tanaman Belum menghasilkan
TM : Tanaman Menghasilkan
TTR : Tanaman Tua Rusak

 

” Investasi – Pertanian dan Peternakan

Data stististik pertanian yang disajikan dalam bab ini dibagi dalam 4 sub sektor yaitu :

Ä Pertanian Tanaman Pangan

Ä Perkebunan

Ä Peternakan dan Perikanan

Ä Kehutanan

Tanaman Pangan meliputi luas panen dan produksi tanaman bahan makanan dan sayur-sayuran untuk tahun 2012 yang diperoleh dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Siak.

PEMANFAATAN LAHAN SAWAH MENURUT INTENSITAS PERTANAMAN 2013

LUAS INTENSITAS PENANAMAN 
plantea intensiti wide (IP) Tidak Sementara
NO  KECAMATAN Ditanami  Tidak Jumlah 
IP 300 IP 100 – 200 IP 0 -100 Padi  Diusahakan Total (Ha)
(Ha) HA (HA) ( Ha) (Ha)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1 SIAK
2 MEMPURA
3 SABAKAUH 130 1.529 1659
4 SUNGAI APIT 449 449
5 BUNGA RAYA 1.294 582 478 2354
6 MINAS
7  DAYUN
8 KANDIS 82 82
9 TUALANG 2 9 11
10 KOTO GASIB
11 KERINCI KANAN
12 LUBUK DALAM
13 SUGAI MANDAU 124 482 606
14 PUSAKO 23 9 32
JUMLAH TOTAL 1.294 838 3.052 9 5193
SUMBER : Dinas Pertanian,Peternakan, Perikanan Kabupaten Siak

 

PRODUKSI DAGING DAN TELUR UNGGAS MENURUT JENIS UNGGAS DAN KECAMATAN TAHUN  2012

AYAM BURAS/
KAMPUNG AYAM RAS ITIK
NO KECAMATAN Domestic Chiken LAYER DUCK
Distric DAGING TELUR DAGING TELUR DAGING TELUR
meat egg meat egg meat egg
(Ton) (Ton) (Ton) (Ton) (Ton) (Ton)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1 MINAS 21468 41476 553245 0 1228 128900
2 KANDIS 14422 22380 788480 0 1206 107970
3 SIAK 15485 7872 742742 0 1386 32413
4 SUNGAI APIT 13976 18068 376915 0 158 18583
5 SUNGAI MANDAU 11542 4970 406175 0 383 37893
6 KERINCI KANAN 16940 8972 673750 0 308 37894
7 LUBUK DALAM 19304 26316 722645 0 686 54095
8 TUALANG 21922 8462 1118040 0 3877 18615
9 KOTO GASIB 15007 47902 494648 0 920 107297
10 DAYUN 19982 43140 703780 0 722 42573
11 BUNGA RAYA 19874 54422 519211 0 418 111913
12 MEMPURA 11775 22052 379225 0 66 44496
13 SABAK AUH 13745 50648 329175 0 141 36443
14 PUSAKO 7477 29938 317471 0 150 9917
JUMLAH TOTAL 2012 222919 386618 8125502 0 11649 789002
Sumber : Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Kabupaten Siak

PRODUKSI HASIL PERIKANAN BUDIDAYA (KG) MENURUT KECAMATAN TAHUN 2012

NO KECAMATAN BAWAL NILA MAS GURAMI LELE PATIN BAUNG LAINYA
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
1 MINAS 9.420 39.145 780 3.798 21.608 745 0 0
2 KANDIS 2.620 17.331 860 648 108.731 3.365 0 0
3 SIAK 0 1.641 0 233 1.870 1.608 0 0
4 SUNGAI APIT 0 1.200 0 0 1.000 350 0 0
5 SUNGAI MANDAU 0 2.709 0 0 1.833 0 0 0
6 KERINCI KANAN 17.258 21.014 15.018 6.710 109.888 30.405 0 0
7 LUBUK DALAM 0 7.610 0 12.300 147.700 150 0 0
8 TUALANG 0 42.769 0 18.520 68.613 26.200 0 0
9 KOTO GASIB 0 4.490 0 960 2.310 3.482 0 0
10 DAYUN 2.830 12.505 1.989 7.226 30.029 4.051 0 0
11 BUNGA RAYA 65 5.940 0 310 10.590 1.070 0 0
12 MEMPURA 0 2.256 0 0 2.354 0 0 0
13 SABAK AUH 0 1.056 0 0 5.446 380 0 0
14 PUSAKO 0 2.090 0 320 6.640 90 0 0
JUMLAH TOTAL 2012 32.193 161.756 18.647 51.025 518.612 71.896 0 0

” Investasi – Sarana dan Prasarana “

 

INFRASTRUKTUR

Infrastruktur merupakan prasarana publik primer dalam mendukung kegiatan ekonomi suatu daerah, dan ketersediaan infrastruktur sangat menentukan tingkat efisiensi dan efektivitas kegiatan ekonomi di daerah tersebut. Pembangunan infrastruktur adalah merupakan Public Service Obligation, yaitu sesuatu yang seharusnya menjadi kewajiban Pemerintah. Keberadaan infrastruktur sangat penting bagi pembangunan, sehingga pada fase awal pembangunan disuatu daerah hal tersebut akan dipikul sepenuhnya oleh Pemerintah yang dibiayai dari APBD atau APBN murni.

Dalam pemenuhan infrastruktur atau fasilitas publik, diperlukan investasi yang cukup besar dan pengembalian investasi dalam jangka waktu yang relatif lama. Selain itu, manajemen operasionalnya juga membutuhkan cost yang tinggi. Permasalahan inilah yang menjadi kendala bagi kebanyakan daerah-daerah yang tengah berkembang dalam pemenuhan infrastruktur.

Namun kendala keterbatasan pembiayaan dari Pemerintah tersebut dapat diselesaikan melalui pendekatan pola kerjasama yang bersifat Public Private Partnership yang membawa manfaat bagi pihak-pihak yang terlibat dalam kerjasama tersebut.

Hal tersebut tentunya dapat diupayakan secara komprehensif dengan memobilisasi pendekatan pembiayaan investasi dari swasta, yang akan didukung oleh peraturan dan aturan yang ada. Sekalipun nantinya swasta akan memperoleh kesempatan bekerjasama dalam pembangunan infrastruktur yang merupakan utilitas umum perlu dikendalikan oleh Pemerintah, maka rambu-rambu bagi penyelenggaraan kerjasama pun perlu diatur agar tidak merugikan kedua belah pihak, serta tidak mengurangi hak-hak penguasaan Pemerintah dalam penyelenggaraan kepentingan bagi harkat hidup orang banyak.

 

AIR BERSIH

air bersih

Sumber air di permukaan di wilayah Kabupaten Siak terdiri dari sungai dan rawa. Sungai Siak adalah yang paling utama, dengan debit aliran bulanan sekitar 575 m3 /dt pada bulan basah dan sekitar 123 m3/ dt pada bulan kering dengan pengaruh fluktuasi gerak pasang surut air laut sekitar 1.493 mm. Penyediaan air bersih dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan kawasan perkotaan yang ada di Kabupaten Siak, produksi PDAM di Siak Sri Indrapura belum memenuhi standar air bersih, untuk itu ditawarkan pola kerjasama operasional (KSO) dengan pihak swasta untuk pengembangan penyediaan Kebutuhan air bersih. Peluang Investasi juga terbuka bagi Investor dan bekerjasama dengan PDAM untuk mengembangkan Instalasi Pengolahan air bersih. Peluang Investasi juga terbuka bagi Investor dan bekerjasama dengan PDAM untuk mengembangkan instalasi Pengolahan air bersih (IPA) diwilayah Siak Sri Indrapura, Sungai Apit, dan Minas.

TELEKOMUNIKASI

Pelayanan PT . Pos telah mencapai seluruh bagian wilayah di Kabupaten Siak. Sementara itufasilitas pelayanan komunikasi telepon seluler, untuk semua operator GSM dan operator CDMA telah dapat menjangkau hampir keseluruh kecamatan yang ada di kabupaten Siak. Kebutuhan Jaringan telepon di wilayah Kabupaten Siak sekitar 40.000 SST dengan asumsi 60 % jumlah Kepala Keluarga (KK) yang akan memiliki saluran telepon , maka kebutuhan jaringan telepon diperkirakan sebesar 37.148 SST, dengan rincian Siak Sri Indrapura 7.204 SST, Tualang 12.142 SST, Minas 5.933 SST, Sungai Apit 4.438 SST, dan tanjung Buton 7.429 SST, hal ini merupakan peluang investasi yang dapat direalisasikan pihak PT. Telkom melalui penawaran kerjasama operasional (KSO) kepada Pemerintah Kabupaten Siak ataupun pihak Swasta lainnya.

KELISTRIKAN

Supplai listrik di kota Siak Indrapura dibagi menjadi 4 (empat) zona. Saat ini zona pada generator center pada daerah perkotaan 1 (satu) telah dibangun, sedangkan 3 (tiga) generator lainnya menjadi bagian dari rencana listrik I untuk daerah perkotaan Siak Sri Indrapura. Kebutuhan listrik di Kabupaten siak disediakan oleh PT. PLN dan beberapanya lagi dimiliki oleh Perusahaan swasta yang beroperasi diwilayah Kabupaten Siak dengan Kapasitas listrik yang bervariasi.

JEMBATAN

 

jembatan 3

 

Telah mudahnya akses untuk menuju Kabupaten siak Dengan adanya 3 (tiga) Jembatan diatas yang menghubungkan Perawang, Siak Sri Indrapura, dan Sungai Apit.

 

 

HOTEL BERBINTANG

hotel

Untuk memberikan kenyamanan pada Calon Investor dan Dunia Usaha serta Wisatawan telah tersedia fasilitas Hotel/ Penginapan yang akan memberikan pelayanan kepada Pengunjung antara lain : Hotel Grand Mempura, Hotel Rindu Sepadan di Minas, Hotel Erin di Perawang, Hotel Mutiara Kandis, Hotel Winaria di Siak, Hotel Yasmin di Siak, serta beberapa Penginapan Lainnya.

Peluang Investasi : masih sedikitnya hotel berbintang di Kabupaten Siak yaitu Hotel Grand Mempura dan Hotel Rindu Sempada. mengingat banyaknya tempat wisata di Kabupaten Siak masih sangat terbuka peluang untuk membangun Hotel Berbintang.

 

 

PENDIDIKAN

Tabel Jumlah Sekolah di Kabupaten Siak Menurut Kecamatan

NO K E C A M A T A N JENIS SEKOLAH
TK SD SDLB SLB SLTP/MTS SMU/ALIYAH SMK
1 MINAS 16 14 9 1 1
2 KANDIS 25 26 19 6 5
3 SIAK 11 12 1 9 3
4 SUNGAI APIT 18 23 10 5 1
5 SUNGAI MANDAU 3 9 6 1
6 KERINCI KANAN 13 13 8 3 1
7 LUBUK DALAM 10 8 5 3 1
8 TUALANG 39 35 1 22 5 4
9 KOTO GASIB 17 17 6 2
10 DAYUN 19 20 10 6 1
11 BUNGA RAYA 13 17 8 1 1
12 MEMPURA 6 10 4 1 1
13 SABAK AUH 8 12 5 3
14 PUSAKO 7 7 4 1
 T O T A L   205 223 0 2 125 41 16

Sumber Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak

Peluang Investasi dibidang Pendidikan sangat menjanjikan seperti pendirian Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Kejuruan laiinya, lembaga-lembaga Pendidikan maupun Perguruan Tinggi, baik kerjasama dengan Pemerintah maupun kerjasama dengan pihak swasta yang nantinya yang akan dapat mengakomodir kebutuhan Masyarakat Siak akan kebutuhan jenjang Pendidikan yang lebih tinggi dan berkualitas, tentunya.

 

 

Rumah Baca

rumah baca

KESEHATAN

rs

Jumlah Puskesmas dan Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Siak

NO K E C A M A T A      N R I N C I A N
PUSKESMAS PUSKESMAS RUANG RAWAT INAP PUSKESMAS PEMBANTU
1 MINAS 1 1 5
2 KANDIS 1 1 6
3 SIAK 1 4
4 SUNGAI APIT 1 1 7
5 SUNGAI MANDAU 1 3
6 KERINCI KANAN 1 12
7 LUBUK DALAM 1 1 4
8 TUALANG 2 1 7
9 KOTO GASIB 1 6
10 DAYUN 1 10
11 BUNGA RAYA 1 1 4
12 MEMPURA 1 3
13 SABAK AUH 1 1 1
14 PUSAKO 1 2
 T O T A L   15 7 74

Permintaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dari hari kehari semakin tinggi, sangat di perlukan fasilitas – fasilitas yang memadai dan penanganan kesehatan resiko tinggi.

 

” Investasi – Telekomunikasi dan Perumahan “

BANYAKNYA SATUAN SAMBUNGAN TELEPON (SST) MENURUT SENTRA TELEPON OTOMAT (STO), 2011 – 2012

Number of Telephone Line by Automatic Telephone Centre, 2011 – 2012

 

Sumber : Kandatel Riau Daratan

Source  : Regional Office of Telephone Riau

BANYAKNYA SATUAN SAMBUNGAN TELEPHONE (SST)
MENURUT SENTRA TELEPON OTOMAT (STO), 2008-2012
Number of Telephone Line by Automatic Telephone Centre, 2008-2012
STO TAHUN 
2008 2009 2010 2011 2012
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1.MINAS 576 664 513 369 385
2.TUALANG 2.633 2.413 2.184 1.771 1.650
3.SIAK 740 664 513 553 583
4.SUNGAI APIT 238 189 160 123 120
JUMLAH TOTAL 4187 3930 3370 2816 2738
Sumber : Kandatel Riau Daratan

PEMBANGUNAN RUMAH KURANG MAMPU LAYAK HUNI DI KABUPATEN

SIAK, TAHUN  2006 – 2012 (UNIT)*

Improper dwelling house construction in Siak Regency, 2006 – 2012 (unit)*

 

SUMBER DAYA TAHUN ANGGARAN Jumlah Unit Anggaran Biaya
Fund Source Budget Year Unit Total Budget Cost
(1) (2) (3) (4)
1.PEMERINTAH DAERAH 2006 50 Rp1.891.750.000
KABUPATEN SIAK Local
Government of Siak
2.PEMERINTAH DAERAH 2007 25 Rp970.000.000
KABUPATEN SIAK Local
Government of Siak
3.PEMERINTAH DAERAH 2008 57 Rp2.543.400.000
KABUPATEN SIAK Local
Government of Siak
4.PEMERINTAH DAERAH 2009 30 Rp1.470.011.000
KABUPATEN SIAK Local
Government of Siak
5.PEMERINTAH DAREAH 2010 * *
KABUPATEN SIAK Local
Government of Siak
6.PEMERINTAH DAERAH 2011 * *
KABUPATEN SIAK Local
Government of Siak
7.PEMERINTAH DAERAH 2012 140 Rp7.700.000.000
KABUPATEN SIAK Local
Government of Siak
Jumlah Total  302 Rp16.013.061.000

*)data tahun 2010 dan 2011 tidak tersedia 2011 and 2011 data is not available

Sumber : Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kabupaten  Siak

 

 

Back to Top