Dinas Kesehatan
visi “Masyarakat Kabupaten Siak yang Mandiri untuk Hidup Sehat”, dan mengemban misi “Membuat Rakyat Sehat”, dan sesuai dengan rencana strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Siak tahun 2007 – 2011, Dinas Kesehatan Kabupaten Siak menempatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak sebagai prioritas utama pembangunan kesehatan, kemudian menyusul pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin dan masyarakat desa terpencil, peningkatan program penyuluhan kesehatan, penanggulangan penyakit menular, penanggulangan gizi buruk dan peningkatan sistem surveilans epidemiologi.
Profil kesehatan Kabupaten Siak Tahun 2008 disusun dengan maksud agar dapat menjadi masukan (input) dan pedoman bagi pengambil kebijakan untuk menjadi alat evaluasi (out put) kinerja dan pemantau kegiatan dalam pencapaian Siak Sehat 2010. Di samping itu juga bertujuan sebagai data dasar mengenai potensi kesehatan dan sebagai sarana penyedia data dan informasi untuk perencanaan, pengambilan keputusan dan manajemen kesehatan.
A. KEADAAN PENDUDUK
Masalah utama kependudukan di Indonesia termasuk juga di Kabupaten Siak meliputi 3 (tiga) hal yaitu jumlah penduduk yang besar, komposisi penduduk yang kurang menguntungkan (proporsi penduduk berusia muda masih relatif tinggi) dan persebaran penduduk yang kurang merata.
Menurut data BPS Kabupaten Siak, pada tahun 2008 jumlah penduduk Kabupaten Siak sebanyak 315.685 jiwa dengan jumlah penduduk terbesar berada di Kecamatan Tualang sebanyak 85.372 jiwa. Di Kecamatan Tualang terdapat beberapa Perusahaan besar seperti PT. IKPP dengan jumlah karyawan mecapai ribuan orang sehingga proporsi jumlah penduduk di Kecamatan Tualang jauh lebih tinggi dibanding kecamatan lainnya termasuk di Kecamatan Siak yang merupakan ibukota Kabupaten Siak dengan jumlah penduduk tahun 2008 hanya 15.810 jiwa.
Komposisi penduduk Kabupaten Siak menurut kelompok umur tahun 2008 tidak bisa ditampilkan pada profil ini karena belum tersedianya data dari BPS Kabupaten Siak.
B. KEADAAN EKONOMI
Menurut BPS Kabupaten Siak Tahun 2008, sampai saat ini belum ada alat yang dapat untuk mengukur kemakmuran suatu masyarakat, namun demikian angka-angka pendapatan regional dapat menggambarkan produk yang dihasilkan oleh unit-unit ekonomi pada suatu daerah, sehingga dapat digunakan sebagai salah satu indikator untuk mengukur kemajuan ekonomi suatu daerah.
- Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
Bila dilihat angka PDRB tahun 2003-2007 atas dasar harga berlaku menurut lapangan usaha terjadi kenaikan dari Rp. 10.103.624,32 tahun 2006 menjadi Rp. 13.083.922,71 di tahun 2007. Sedangkan angka-angka PDRB atas dasar harga konstan 2000 menurut lapangan usaha tercatat Rp. 2.856.485,73 pada tahun 2006 meningkat menjadi Rp. 3.071.880,71 pada tahun 2007, artinya pertumbuhan ekonomi Kabupaten Siak pada tahun 2007 sebesar 7,54%.
2. Pendapatan regional per Kapita
Untuk melihat keberhasilan pembangunan ekonomi suatu daerah tidak hanya cukup memperhatikan PDRB nya saja, akan tetapi perlu juga dilihat perkembangan PDRB per kapita.
Angka PDRB per kapita atas dasar harga berlaku tercatat Rp. 41.068.859,83 tahun 2007 atau mengalami kenaikan bila dibandigkan tahun 2006 sebesar Rp. 33.511.636,39, dan untuk harga konstan menunjukkan Rp. 9.642.264,11 tahun 2007 atau mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2006 yang berjumlah Rp. 9.474.373,57.
Sedangkan pendapatan regional perkapita tahun 2007 untuk harga berlaku tercatat Rp. 37.545.151,66 atau menunjukkan kenaikan jika dibandingkan tahun 2006 yang berjumlah Rp. 30.636.337,98 dan untuk harga konstan 2000 pendapatan regional per kapita tahun 2007 adalah Rp. 8.814.957,85 atau mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2006 yaitu Rp. 8.661.472,31.
C. KEADAAN LINGKUNGAN
Lingkungan merupakan salah satu variabel yang kerap mendapat perhatian khusus dalam menilai kondisi kesehatan masyarakat. Untuk menggambarkan keadaan lingkungan, akan disajikan indikator-indikator seperti; persentase rumah tangga terhadap akses air bersih, persentase rumah tangga memiliki sarana sanitasi dasar, persentase tempat umum dan pengelolaan makanan (TUPM) sehat dan persentase rumah/bangunan yang bebas jentik nyamuk Aedes.
1. Akses Air Bersih
Hasil kegiatan pemeriksaan terhadap 29.724 keluarga di Kabupaten Siak pada tahun 2008 menunjukkan bahwa 45,03% keluarga menggunakan Penampungan Air Hujan (PAH) sebagai sumber air bersih, sedangkan 35,04% menggunakan sumur gali, 19,80% menggunakan sumber lainnya dan 0,13% menggunakan sumur pompa tangan. Selengkapnya pada lampiran tabel 48.
2. Sanitasi Dasar
Dari 14.026 KK yang diperiksa tahun 2008, sebanyak 92,72% sudah memiliki jamban dan 69,5% dikategorikan jamban sehat. Adapun keluarga yang memiliki tempat pembuangan sampah sebanyak 65,63% dari 13.135 KK yang diperiksa dan 59,78% dikategorikan sehat. Selengkapnya pada lampiran tabel 49.
3. Tempat Umum dan Pengelolaan Makanan (TUPM) Sehat
TUPM yang ada dan diperiksa antara lain hotel, restoran/rumah makan, pasar dan TUPM lainnya. Jumlah TUPM yang ada di kabupaten Siak pada tahun 2008 sebanyak 736 dan yang diperiksa sebanyak 357. hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 220 (61,62%) dinyatakan sehat.
BAGAN STRUKTUR ORGANISASI
DINAS KESEHATAN
KABUPATEN SIAK

|