Pemkab Awasi Tenaga Kerja Asing

Pemkab Awasi Tenaga Kerja Asing

Pemkab Awasi Tenaga Kerja Asing

No Comments on Pemkab Awasi Tenaga Kerja Asing

Bupati Syamsuar menyadari, keberadaan tenaga kerja (naker) asing di perusahaan menimbulkan iklim yang kurang kondusif bagi tenaga kerja lokal. Hal ini disebabkan beberapa faktor di antaranya, dari sisi pendapatan, kemampuan dan lainnya.

“Saya kerap kali mendengarkan keluhan dari serikat pekerja akan keberadaan tenaga kerja asing di perusahaan,” kata Bupati Syamsuar di sela-sela pembentukan Sekretariat Tim Pora (pengawasan orang asing) dan Rakor Tim Pora 2016, di Sri Indrapura Meeting Room (SIMR), Jumat (12/8).

Hadir dalam acara itu, Kakanwilkum HAM Riau Ferdinand Siagian, Kapolres Siak AKBP Restika Nainggolan, Kajari Zondri SH, Dandim 0303 Bengkalis Letkol TNI Arh Wachyu Dwi Aryanto, Kakan Imigrasi Klas II A Siak Sjachril SSos, Ketua Harian BNK AKBP (Purn) Sukman, Perwira Penghubung Siak Kapten Soemarno.

Kata Syamsuar, kenyataan di lapangan yang disampaikan oleh serikat pekerja ada perusahaan yang memperkerjakan tenaga asing skill sama. Hal ini bisa dikerjakan oleh naker lokal, tahu-tahu dikerjakan oleh naker asing.  Begitu juga dengan pendataannya. Profesi dan bidang kerja sama, pendapat berbeda.

Jika hal ini dilakukan terus menerus tanpa ada pengawasan, maka berimplikasi buruk,  bisa menimbulkan gangguan keamanan dalam bekerja.  Selain itu, hal ini adalah bentu dukungan dan perhatian pemerintah terhadap tenaga kerja lokal.  “Kalau kita diamkan atau tak ambil peduli, maka kita dituding oleh pekerja tak memperhatikan mereka,” ujar dia.

Adanya pembentukan tim ini, sangat ditunggu oleh pemerintah. Bahkan sudah sejak lama. Dengan bekerja sama melakukan pengawasan terhadap naker asing, dapat menumbuhkan iklim kondusif.

Karena disinyalir ketidakadilan di perusahaan terhadap sesama pekerja, khususnya tenaga kerja lokal. Seperti pekerjaan yang di berikan kepada tenaga kerja asing seharusnya bisa dilakukan oleh tenaga kerja kita, untuk masalah gaji tidak sama meski pun mereka di posisi yang sama. “Saya menginstruksikan kepada camat untuk bantu mengawasi di daerahnya yang ada warga negara asing,” kata dia.

Pembentukan tim pengawasan orang asing ini juga ditandai dengan penandatangani pembentukan sekretariat bersama, yang berada di Kecamatan Siak, Tualang, Minas, Kandis dan Kabupaten Siak.

Diakui orang nomor satu di Siak ini, Di satu sisi, kehadiran orang maupun investasi asing, memang sangat dibutuhkan sepanjang membawa bermanfaat bagi pembangunan dan pengembangan daerah, namun dampak negatifnya juga harus diwaspadai.

Untuk itu, dibentukanya tim ini sebagai wadah untuk sharing informasi sehubungan dengan perlintasan, keberadaan dan kegiatan orang asing di Kabupaten Siak merupakan hal penting.
Sehingga, kewaspadaan dan pengawasan yang tidak berlebihan dan memicu terganggunya kenyamanan dan kelancaran aktivitas orang asing dapat dilakukan.

Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Riau Ferdinand Siagian menambahkan, peran imigrasi dan stake holder untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan visa kunjungan wisatawan asing. Dia juga minta kepada Imigrasi Siak segera menjadwalkan untuk  melakukan operasi bersama ke perusahaan yang mempekerjakan tenaga asing.
Tim pengawasan ini sudah terbentuk di kabupaten/kota. “Siapkan rencana aksi,” tegas Ferdinand.

Pengawasan ini dapat menghindari hal-hal yang tak diinginkan, seperti narkoba, cyber crime, penyalahgunaan visa dan lainnya. “Kita tegas, kedapatan dan melanggar aturan, deportasi,” kata dia.

Kepala Kantor imigrasi Klas II Siak Sjachril menambahkan, dengan berlakunya MEA di negara ini, tidak menutup kemungkinan orang asing untuk keluar dan masuk yang melanggar aturan keimigrasian. Selain itu ruangan sekretariat ini juga untuk meningkatkan koordinasi pengawasan orang asing di wilayah Kabupaten Siak.

Sumber riaupos.co, Senin 15 Agustus 2016

Similar Posts:

    None Found

linked in share button

Leave a comment

Back to Top