Penderita ISPA di Perawang Dalam Sehari Naik 34 Persen

Penderita ISPA di Perawang Dalam Sehari Naik 34 Persen

Penderita ISPA di Perawang Dalam Sehari Naik 34 Persen

No Comments on Penderita ISPA di Perawang Dalam Sehari Naik 34 Persen

Kabut asap yang semakin tebal dalam 3 hari di Kota Perawang langsung berdampak pada kesehatan masyarakat. Dalam dua hari terakhir penderita penyakit akibat asap meningkat 34 persen.

Data dari Puskesmas Tualang, pasien yang mengalami keluhan penyakit batuk, flu, sesak nafas, iritasi mata, iritasi kulit dan ISPA Senin (19/10) sebanyak 26 orang, dan Selasa (20/10) sebanyak 35 orang.
Kepala UPTD Kesehatan Tualang dr Muslim, Rabu (21/10) mengatakan penyakit akibat kabut asap meningkat drastis. “Penderita akibat kabut asap di Kecamatan Tualang makin meningkat,” kata Muslim.
Muslim mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar mengunakan masker ke mana saja. Pasalnya asap tidak hanya berhamburan di luar ruangan, namun telah masuk ke dalam rumah. Sebagai bentuk pencegahan warga diminta perbanyak minum air putih.
Menyikapi kondisi ini Penghulu Kampung Tualang, Juprianto mengimbau kepada masyarakatnya memperhatikan anak-anak agar jangan main di luar ruangan selama kabut asap masih tebal. Apalagi saat ini kabut asap semakin parah.
Menurut Juprianto, diliburkannya sekolah bertujuan agar anak menghirup udara segar di rumah. Libur bertujuan agar anak istirahat di rumah. “Baiknya, para orangtua tak membiarkan anak-anaknya bermain di luar rumah dalam waktu lama. Apalagi, saat ini sedang tidak sekolah,” kata Juprianto.
Menurut Juprianto saat ini udara di Kampung Tualang sudah masuk kondisi berbahaya sehingga anak-anak tidak usah banyak main ke luar rumah. Karena tentunya akan mengakibatkan penyakit yang buruk.
Sangat disayangkan jika waktu liburan anak-anak justru dihabiskan di warung internet dengan game online. Padahal, maksud meliburkan tersebut agar anak-anak usia pelajar lebih mendapatkan pengawasan orangtua dalam menjaga kesehatan.
Seharusnya, anak-anak saat libur seperti ini tidak diizinkan berada di luar rumah. Orangtua diharapkan dapat mendampingi anak-anaknya dalam mengulang materi pelajaran yang disampaikan di sekolah.
“Kalau ada anak-anak yang masih berkeliaran di luar rumah, sebaiknya sekolah kembali saja, karena percuma libur karena tetap bermain di luar juga tak ada manfaatnya,” pungkasnya.

 

Sumber riaumandiri.co, Kamis 22 Oktober 2015

Similar Posts:

    None Found

linked in share button

Leave a comment

Back to Top