Penyakit Ayam Mati Mendadak Bukan Flu Burung, Tapi CRD

Penyakit Ayam Mati Mendadak Bukan Flu Burung, Tapi CRD

Penyakit Ayam Mati Mendadak Bukan Flu Burung, Tapi CRD

No Comments on Penyakit Ayam Mati Mendadak Bukan Flu Burung, Tapi CRD

Penyakit ternak ayam yang selama ini membunuh ratusan bahkan ribuan ekor ternak ayam milik warga di beberapa kecamatan dipastikan bukan flu burung. Melainkan penyakit Chronic Respiratory Disease atau penyakit ngorok.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Siak Susilawati melalui Kabid Pengawasan Giatno, Rabu (28/10).

“Setelah pihak dinas memeriksa di beberapa kecamatan, binatang ternak ayam yang mati secara bersama-sama hingga puluhan atau ratusan ekor itu bukan mati karena flu burung. Melainkan serangan penyakit CRD atau penyakit ngorok. Jadi warga tidak usah khawatir,” jelas Giatno.

Lanjut Giatno, penyakit CRD ini terjadi setiap tahun atau musim, tergantung pergantian cuaca dan kebersihan kandang milik peternak.

“Kalau peternak bisa melihat kondisi dan situasi tentunya ternaknya akan aman. Tapi kalau melihat kondisi seperti ini, apa lagi asap yang semakin hari semakin tebal tentunya akan berpengaruh juga dengan kondisi ternak,” jelasnya.

Maka dari itu, kata Giatno, langkah-langkah antisipasinya dengan melakukan biosecurity yang ketat.

Antara lain melakukan pengafkiran pada ayam yang terinfeksi, membersihkan kandang dengan tekanan air yang tinggi serta melakukan penyemprotan kandang dengan memakai desinfektan, kosongkan kandang minimal 2 (dua) minggu setelah kandang dibersihkan. Terakhir pengontrolan lalu-lintas dengan mengontrol kendaraan yang keluar masuk lokasi peternakan atau ayam yang keluar masuk.

“Dari uraian tersebut di atas maka dapat disimpulkan apabila peternakan anda terkena CRD komplek, yang perlu diperhatikan adalah menekan kadar amonia dan debu yang ada di kandang, dengan melakukan perbaikan pada kondisi kandang, mengurangi kepadatan kandang, perhatikan tatalaksana litter, ventilasi kandang dan pengaruh lingkungan,” tambahnya.

Lebih lanjut dijelaskan Giatno, bila ternak warga ada masalah atau terserang penyakit agar segera melapor ke dokter hewan yang ada di kecamatan untuk dilakukan pemeriksaan dan pencegahan.

Sumber riaumandiri.co, Kamis 29 Oktober 2015

Similar Posts:

    None Found

linked in share button

Leave a comment

Back to Top