Perawat Pahlawan Rakyat

Perawat Pahlawan Rakyat

Perawat Pahlawan Rakyat

No Comments on Perawat Pahlawan Rakyat

Waktu sudah menunjukkan pukul 21.10 WIB, saat Eki menginjakkan kakinya dikediamannya yang berlokasi di komplek BRI kecamatan Sungai Apit. Sebagai seorang tenaga farmasi di UPT Puskesmas Sungai Apit, hal itu sudah menjadi tugas dan tanggungjawabnya, kadang baru bisa meninggalkan tugas bila mendapat pengganti jaga. Hari minggu atau libur hanya impian, karena mereka mendapatkan libur sesuai rotasi jadwal yang telah ditetapkan.

Pria lajang yang hobi membaca itu menemukan data yang dirilis oleh CDC (Centers for Disease Control and Prevention) tahun 2013 bahwa kesalahan pengobatan (medication error) merupakan penyebab kematian ketiga setelah penyakit jantung dan kanker.

Dari sanalah yang melatarbelakangi Eki Naldi, S.Farm.,Apt. melakukan penerapan Poli CP atau membuat buku saku interaksi obat, labeling dan farmasi klinis (pocket drug interaction, labeling and clinical pharmacist). Tujuannya adalah untuk mencegah keselahan pengobatan (medication error) di UPTD Puskesmas Sungai Apit, yang berdampak pada peningkatan keselamatan pasien (pasien safety) dan sekaligus peningkatan kualitas pelayanan di puskesmas.

Selain itu menurut Eki, meningkatnya jenis dan jumlah obat di fasilitas kesehatan, meningkatnya permasalahan terkait obat, mulai dari interaksi obat, poli farmasi dan penyimpanan. Semuanya bermuara munculnya kesalahan pengobatan tersebut. Artinya, masyarakat (pasien) harus dilindungi dari kesalahan tersebut, inilah pentingnya apoteker di puskesmas, kata Eki kepada Humas Setdakab Siak, Rabu (4/10/2017) kemarin.

Artinya sambung Eki, pasien harus sabar saat menebus obat di apotik, baik di puskesmas maupun di rumah sakit. Semua resep yang masuk harus di analisis (screening) terlebih dahulu oleh apoteker, dan itu butuh waktu. bukan sekedar diambil obatnya terus di berikan kepasien, buka sesederhana itu, terangnya.

Inovasi yang dibuat Pria kelahiran 29 Oktober 1984 membawanya terpilih sebagai tenaga kesehatan teladan tingkat provinsi Riau tahun 2017 kategori farmasi/apoteker dan sekaligus tingkat nasional. Alhamdulillah saya mewakili Riau untuk tingkat nasional dan mendapat peringkat ke 3 dalam kategori kefarmasian, tutur Alumnus Universitas Sumatera Utara itu.

Selain itu lanjutnya, dari 12 orang dirinya salah satu perwakilan tenaga kesehatan yang diundang ke istana negara untuk mengikuti rangkaian upacara 17 Agustus bersama Presiden RI. Total tenaga kesehatan yang memperoleh anugerah sebagai nakes teladan sebanyak 258 orang. Dan penghargaan tersebut langsung diserahkan oleh Menteri Kesehatan.

Dilain pihak, Ns. Desy Yarsita, S.Kep, salah seorang perawat yang juga bertugas di Puskesmas Sungai Apit, terpilih mewakili Propinsi Riau dalam Pemilihan Perawat Teladan Nasional 2016 silam, setelah lolos dari beberapa tahapan seleksi yang sangat ketat. Namun sayang, Desy hanya bisa masuk 10 besar nasional.

Desy saat itu berinovasi membuat penyulingan air gambut menjadi air bersih dan layak untuk diminum, tentunya setelah dimasak terlebih dahulu. Ia pun berhasil sebagai pemenang I sebagai Tenaga Kesehatan Teladan Kategori Paramedis tingkat Provinsi Riau Tahun 2016.

Tak tinggal diam, rekan sejawatnya, Yusniati, Amk berhasil membawa harum nama Kabupaten Siak. Kelompok Asuhannya berhasil mewakili Provinsi Riau dalam perlombaan Asuhan Mandiri Pemanfaatan Taman Obat Keluarga (Toga) dan Akupresur. Dua hari yang lalu tim penilai tingkat nasional telah melakukan verifikasi langsung di lokasi.

Perawat Puskesmas Sungai Apit itu melakukan kegiatan tersebut diakhir bulan April 2016 lalu, yang dimulai dengan pertemuan lintas sektor dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat Dusun Tanjung Layang Kampung Tanjung Kuras.

Respon masyarakat disana cukup bagus, untuk tahap awal kami tanam 10 jenis tanaman toga, dan Alhamdulillah sekarang sudah sampai 80 jenis tanaman, kata Yusniata kepada Humas Pemkab Siak.

Dijelaskannya, hasil dari toga tersebut dijual sebagai tambahan penghasilan keluarga dan sisanya dikonsumsi sendiri, kemudian ada yang diolah menjadi jamu kering dan minuman jahe serbuk.

Inilah beberapa kisah sukses tenaga kesehatan, dimana sebagian besar waktu para tenaga kesehatan tercurahkan untuk menyelesaikan tugas administratif, melayani pasien, pembinaan di posyandu, mengantar rekam medis hingga mengantar pasien dirujuk ke RSUD.

Melalui penghargaan tersebut, tenaga kesehatan di puskesmas, diharapkan tidak hanya melakukan kegiatan yang sudah rutin, namun juga terus melakukan inovasi dan kreasi yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam hal kesehatan.

Sumber : Humas Kab. Siak, 5 Oktober 2017

Similar Posts:

    None Found

linked in share button

Leave a comment

Back to Top