Dua pesawat bantuan Pemerintah Rusia melalui Emergencies and Elimination of Consequences and of Natural Disasters (Emercom), Kementerian Pertahanan Sipil bergabung dengan satgas udara untuk pemadaman karhutla pada Rabu (21/10) sore.

Pesawat berjenis Beriev Be-200 sebelumnya mendarat di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Pesawat Be-200 merupakan pesawat amphibi yang bergabung dengan Satuan Tugas (Satgas) udara bersama dua pesawat jenis Air Tractor 80 yang telah berada di Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung hari ini.

Hal ini diungkapkan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho kepada wartawan, Rabu (21/10).

Dijelaskan Sutopo, pihak operator Be-200 akan siap melakukan waterboombing apabila material air dicampur dengan bahan kimia baik jenis AF31 atau pun Miracle Foam. Pesawat berbobot kosong 27.000 kg memiliki tangki khusus di dalam pesawat untuk pencampuran air.

Di samping itu, Be-200 ini berkapasitas mencapai 12.000 liter untuk water-bombing. Pesawat Be-200 akan difokuskan pemadaman di Kab OKI Sumsel yang saat ini masih terbakar hebat.

Sementara 4 pesawat fixed wing ditempatkan di Pangkal Pinang untuk mengantisipasi jarak pandang di Lanud Palembang yang sering pendek yang menyebabkan tidak bisa terbang.

“Untuk itu operasi dilakukan dari Pangkal Pinang. Sedangkan 7 helikopter tepat beroperasi dari Palembang,”ujarnya.

Sedangkan kedua pesawat Be-200 menggantikan Hercules C130 milik New South Wales Fire Service (Australia) dan Bombardier CL415 milik Malaysia Coast Guard yang telah menyelesaikan misi kemanusiaan pada akhir pekan lalu.

Pemerintah Australia mengakhiri bantuan armada pemadaman pada 19 Oktober dan Malaysia pada 20 Oktober lalu.

Kepala BNPB, Willem Rampangilei, mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerjasama kemanusiaan dalam operasi udara pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan yang dilakukan oleh Pemerintah Australia dan Malaysia. Bantuan helikopter Chinook dari Pemerintah Singapura.