Peternakan, Perikanan dan Kelautan

Keadaan Sumber Hayati Perikanan terus mengalami penurunan karena kualitas lingkungan dan bahkan berkurangnya Sumber Hayati Perairan akibat terjadi pencemaran yang diakibatkan oleh limbah dari perusahaan industri yang ada di pinggiran sungar maupun dari limbah rumah tangga. Disamping itu disinyalir adanya sebagian masyarakat yang melakukan penangkapan ikan menggunakan bahan-bahan beracun.

Perikanan Budidaya
Dalam pengembangan perikanan budidaya, terutama pengembangan budidaya pantai dan budidaya laut sampai saat ini di Kabupaten Siak belum menggembirakan dan belum berkembang sebagaimana diharapkan. Hal ini disebabkan antara lain :

* Sulitnya aksesibilitas menuju lokasi karena terbatasnya sarana prasarana komunikasi serta transportasi yang memadai, status kepemilikan lahan tidak jelas atau tumpang tindih dengan lain.
* Sulit didapat dan mahalnya harga benih dan harga pakan ikan
* Rawannya gagal panen yang diakibatkan oleh serangan berbagai penyakit
* Besarnya biaya penanaman modal (investasi)
* Calon investor enggan berinvestasi
* Akses perbankan untuk kawasan budidaya pantai dan laut tidak ada.

Melihat fenomena di atas, pengembangan perikanan budidaya air tawar menjadi sangat penting dan sangat menjanjikan terutama untuk memenuhi kebutuhan protein yang berasal dari ikan serta untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan. Pengembangan perikanan budidaya air tawar menjadi sangat strategis dilakukan karena mempunyai keunggulan diantaranya :

* Syarat lokasi tidak terlalu sulit
* Usaha ini dapat dilakukan dengan skala kecil
* Benih dan pakan dapat diperoleh dengan mudah
* Tidak membutuhkan keahlian khusus
* Manajemen pemeliharaan tidak serumit pada usaha budidaya tambak
* Resiko kegagalan usaha ini rendah
* Akses permodalan dari perbankan tersedia
* Kapasitas pasar terjamin.

Bantuan Bibit Ikan

Bantuan Sarpras Perikanan

Realisasi Bantuan Ternak Sapi



Back to Top