Produksi Budidaya Ikan di Siak Terus Meningkat

Produksi Budidaya Ikan di Siak Terus Meningkat

Produksi Budidaya Ikan di Siak Terus Meningkat

No Comments on Produksi Budidaya Ikan di Siak Terus Meningkat

Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Siak, menyampaikan bahwa produksi budidaya ikan tawar di wilayah setempat hingga 2016, mencapai 1.268,04 ton atau mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Produksi budidaya ikan tawar di Kabupaten Siak mengalami peningkatan setiap tahunnya. Meski masih bergerak tipis. Tahun 2015 angka produksi mencapai 1.242,64 ton, dan 1.220,71 ton pada tahun 2014,” kata Kepala Bidang Perikanan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Siak, Yulfan, Jumat (13/1/2017).
Dia katakan, angka produksi budidaya ikan tawar pada tahun 2016 sudah melebihi target yang ditetapkan Pemkab Siak yakni sebesar 1.243 ton. Selain itu pembudidayaan juga sudah melibatkan ke 14 kecamatan.

“Meski tidak semua kecamatan menunjukkan angka produksi yang tinggi seperti Kecamatan Tualang, Kerinci Kanan, Minas dan Lubuk Dalam. Karena daerah-daerah itu memiliki kolam-kolam yang besar untuk budidaya. Secara kondisi, perekonomian masyarakat masing-masing daerah tentunya berbeda-berbeda, sehingga jumlah produksinya pun beragam,” sebutnya.

Pembudidayaan ikan menjadi program andalan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat, baik itu dari segi budidaya maupun tangkap. Di samping itu, juga untuk meningkatkan konsumsi ikan kabupaten Siak per kapita setiap tahunnya.

Jenis ikan yang menjadi pilihan Pemda setempat, diantaranya nila, lele, gurami, patin, dan lainnya. Dia paparkan, ikan jenis nila tahun 2016 produksinya diangka 136,45 ton, lele sebesar 448,95 ton. Gurami 279,1 ton, sedangkan patin 382,42 ton dan lainnya 21,12 ton.

“Lele dan patin memang setiap tahunnya menunjukkan angka produksi yang lebih dominan dari yang lainnya, dikarenakan faktor peminat dari masyarakat itu sendiri,” paparnya.

Sumber kapurnews.com, Jumat 13 Januari 2017

Similar Posts:

    None Found

linked in share button

Leave a comment

Back to Top