Resmikan 88 Unit RLH di Sungai Mandau, Bupati Syamsuar: Ini Jadi Proyek Percontohan di Siak

Resmikan 88 Unit RLH di Sungai Mandau, Bupati Syamsuar: Ini Jadi Proyek Percontohan di Siak

No Comments on Resmikan 88 Unit RLH di Sungai Mandau, Bupati Syamsuar: Ini Jadi Proyek Percontohan di Siak

peresmian rlh

Siak Drs H Syamsuar MSi meresmikan pemakaian 88 unit Rumah Layak Huni (RLH) di Kampung Muara Bungkal, Kecamatan Sungai Mandau, Rabu (7/10/2015).
Bupati mengatakan, pembangunan RLH ini dijadikan sebagai proyek percontohan di Kabupaten Siak. RLH yang dibangun Pemkab Siak di Sungai Mandau, kata Syamsuar, merupakan upaya pemerintah daerah mengatasi musibah banjir di daerah itu yang setiap tahun terjadi.
“Saya berharap, RLH ini bermanfaat bagi warga guna mengatasi bencana banjir. Proyek pembangunan RLH ini akan kita jadikan sebagai contoh di Kabupaten Siak,” kata Syamsuar.
Salah satu program pemerintah pusat, lanjut Bupati, menghilangkan kawasan kumuh di daerah-daerah terpencil. “Untuk pembangunan jalan di 3 desa di Sungai Mandau ini, tahun depan mulai kita bangun, sehingga desa itu tak terisolir lagi,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Bupati juga mengimbau masyarakat agar tidak sungkan-sungkan menghubungi untuk mengusulkan rencana pembangunan di Siak.
“Kalau untuk kepentingan masyarakat, jangan sungkan-sungkan menyampaikan kepada saya, Insya Allah kita realisasikan,” ujarnya.
Turut hadir Asisten Pembangunan H Syafrilenti, Kadis Cipta Karya dan Tata Ruang Irving Kahar, Kepala Bappeda Yan Prana Jaya, Kadis Pertambangan Energi Amin Budyadi, Kadis Peternakan Perikanan dan Kelautan Susilawati, Camat Sungai Mandau Irwan Kurniawan, Penghulu Muara Bungkal Yaumil Azwan, Direktur PT Bumi Siak Pusako (BSP) yang diwakili Manajer Teknik Bambang Margono.
Kadis Cipta Karya Tata Ruang Kabupaten Siak Irving Kahar mengatakan, pembangunan RLH merupakan gagasan dari Bupati Siak ketika melihat bencana banjir yang setiap tahunnya terjadi di Kampung Muara Bungkal.
“Setiap musim hujan beliau selalu meninjau daerah-daerah yang rawan banjir, salah satunya Kampung Muara Bungkal ini. Upaya normalisasi sungai dan pembuatan tanggul sementara di bibir sungai tidak menyelesaikan masalah untuk mengatasi banjir. Solusi terakhir untuk memindahkan masyarakat  Muara Bungkal dibangun RLH sebanyak 88 unit ini,” kata Irving.
Lokasi RLH berada di tanah desa seluas 2,5 hektare berjarak sekitar 20 km dari lokasi pemukiman warga. Lokasi RLH ini berdekatan dengan lahan pesawahan daerah irigasi rawa Muara Kelantan Bungkal yang saat ini telah diusulkan sebagai salah satu daerah irigasi rawa yang menjadi kewenangan Pemerintah Pusat.
“RLH 88 unit yang sudah ditempati warga ini dibangun dengan tipe 36, cluster yang dilengkapi dengan fasilitas infrastruktur jalan dengan lebar jalan kolektor 8 meter dan jalan lingkungan 6 meter. Selain itu juga dilengkapi dengan sanitasi komunal yang telah mengikuti rekomendasi dari MDGs (Millennium Development Goals). Ke depan cluster RLH ini akan kita lengkapi dengan drainase dan fasilitas umum lainnya, sehingga akan menjadi percontohan di Provinsi Riau, sebagai kawasan sehat,” beber Irving.
Pembangunan RLH juga berdampak positif bagi masyarakat Kecamatan Sungai Mandau. Sebab, infrastruktur jalan usaha tani yang menghubungkan 5 kampung yaitu Muara Kelantan, Muara Bungkal, Bancah Umbai, Lumbuk Umbut dan Tasik Betung akan melintasi ruas jalan yang sedang dilakukan peningkatan jalan sepanjang 6 km dengan konstruksi aspal sepanjang 4 km dan base 2 km.
“Tentunya pada tahun 2016 akan dilanjutkan kembali termasuk rencana pengaspalan jalan-jalan di lokasi RLH ini,” pungkasnya.
Camat Sungai Mandau Irwan Kurniawan mengucapkan terima kasih karena telah dibangunnya rumah layak huni untuk masyarakat Kampung Muara Bungkal. Setiap banjir di kampung tersebut bisa memakan waktu 2 hingga 3 bulan. “Alhamdulillah, hari ini kita dapat RLH dan masyarakatnya mau pindah ke sini,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Bupati Siak juga menyerahkan bantuan kepada kelompok tani Kecamatan Sungai Mandau berupa pompa air 3 inci, kerambah jaring apung, pakan ikan, dan bibit ikan yang dibagikan perkelompok. Bantuan peternakan berupa pakan tambahan ternak, dedak 1 ton, bantuan bibit sapi betina 20 ekor serta bantuan dari PT BSP berupa mesin alat panen padi untuk UPJA Kelantan Kecamatan Sungai Mandau.

 

Sumber goriau.com, Kamis 08 Oktober 2015

 

Similar Posts:

    None Found

linked in share button

Leave a comment

Back to Top