Sapi Brahman Cross Sangat Berpotensi Untuk Dikembangkan Di Kabupaten Siak

Sapi Brahman Cross Sangat Berpotensi Untuk Dikembangkan Di Kabupaten Siak

Sapi Brahman Cross Sangat Berpotensi Untuk Dikembangkan Di Kabupaten Siak

No Comments on Sapi Brahman Cross Sangat Berpotensi Untuk Dikembangkan Di Kabupaten Siak

Pemerintah Kabupaten Siak mengapresiasi kepada kelompok tani yang telah berhasil mengembangkan 160 induk sapi brahman cross, menghasilkan 15 Pedet (anak sapi). Bantuan induk sapi brahman cross dari Australia ini merupkan program nasional yang bertujuan menstabilkan harga daging sapi secara nasional dan juga kabupaten/kota mampu berkontribusi bagi pembangunan peternakan nasional serta percepatan swasembada daging.

Kepala Dinas Perikanan dan Perternakan Kabupaten Siak drh. Hj. Susilawati, MM sesusai acara penadatangan MoU antara Pemkab Siak dengan Bank Indonesia perwakilan Riau tentang program pembibitan sapi brahman cross kemarin Senin di Dayun mengungkapkan, sapi brahman cross merupakan bantuan dari pemerintah pusat yang dilaksanakan pada akhir tahun 2016 berjumlah 160 ekor, yang terseber di lima kecamatan, berada ditujuh kelompok tani.

Kita akan terus berupaya membantu para kelompok tani dalam meningkatkan populasi sapi, serta menaikan produksi ternak dengan upaya melalui Program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting UPSUS SIWAB) yang telah berjalan. Saat ini kita juga telah menerapkan program Inseminasi Buatan (IB) serta Intensifikasi Kawin Alam (IKA). Saat ini polasi sapi di Kabupaten Siak keseluruhan berjumlah 22.133 ribu ekor, terdiri dari sapi bali dan sapi BC.

Untuk kecamatan yang menerima adalah Kecamatan Siak, Kandis, Tualang, Dayun dan Kerici Kanan. Berkat ketekunan para petani dalam memelihara sapi BC serata pengawasan, pengawal yang di lakukan oleh para Babinkantimas TNI AD, yang semula jumlah induk sapi brahman cross 160 ekor, pada pertengahan juli kemarin sudah mendapatkan 15 ekor pedet (anak sapi) saat ini keseluruhan BC berjumlah 175 ekor.

Dilibatkankannya TNI sebagai pengawal ternak sapi Brahman Cross, TNI AD sudah melakukan MoU dengan Direktur Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan didalam pengawalan, pengawasan ternak sapi Brahman Cross ini. Pada tahun 2016 ini pengadaan sapi Brahman Cross dari Kementerian Pertanian hanya diberikan kepada tiga Provinsi saja, yaitu Provinsi Sumatera Utara, Aceh dan Riau. Sedangkan dari lima kabupaten di Riau yang menerima sapi Brahman Cross salah satunya Kabupaten Siak.

Dalam waktu dekat sapi Brahman Cross ini akan lahir lagi dari laporan yang di sampaikan dari setiap Kelompok yang memelihara sapi BC Kelompok Tani Makumur Dayun kebuntinganya 90 % Kelompok Tani Darma Bakti Kerinci Kanan kebuntinganya 40%, Kelompok Lembu Sejahtera Siak Kebuntingannya  30% Kelompok Mudi Rahayu 50% Anugrah Tani Maju 25% Kelompok Tani Mutiara di Tualang 20% Kelompok Sinar Tani 80%.

Ia juga menjelasakan, sebelum penandatangan MoU yang dilakukan antara Pemkab Siak dengan Bank Indonesia, melalui CSR dalam rangka untuk meningkatkan SDM calon petani. BI telah memberangkatkan 20 orang para petani sapi BC Siak Ke kabupaten Boyolali, Jogjakarta, dalam rangka studi banding untuk melihat langsung ke kandang sapi BC keberhasilan para kelompok tani disana dalam mengelola sapi BC.

Kemudian Bank Indonesia memberikan pelatihan kepada calon petani sapi BC Siak, dengan tujuan sapi BC ini merupakan sapi unggulan yang memiliki banyak turunannya. Diharapkan para petani mampu mengelola turunnya dengan baik sehingga dapat menghasilkan tidak hanya dari penjualan Pedet saja, tetapi ada penghasilan tambahan dari pengelolaah limbah ternak.

Kerjasama yang dilakukan Pemkab Siak dengan Bank Indonesia ini berlangsung selama tiga tahun, diharapkan setelah masa kerjasama ini berhakir para petani sapi BC bisa mandiri, dan sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga.

Saat ini yang menjadi kendala para petani adalah dalam pemasaran pupuk non organik baik cair maupun padat yang di hasilkan dari sisi makanan dan kotoran Sapi BC, Belum memiliki wadah berupa Forum Claster Brahman Cross, dengan Forum ini dapat memudahkan para petani didalam pemasaran pupuk organik yang siap dipasarkan, pengelolaan, serta Koordinasi antara Kelompok tani Sapi BC terang Susilawati.

Perwakilan Manajemen BI (Bank Indonesia) Riau Ridwan Mulawarman mengungkapakan. Dipilihnya jenis sapi Bahman Cross karena jenis ini sapi ungulan yang menghasilkan beberapa turunan. Sapi ini Berasa dari Australia merupakan jenis sapi yang tumbuh perkawinan silang. Teknik budi daya sapi Brahman Cross sangat cocok dilaksanakan pada lahan perekebunan sawit, dengan penerapan pola integrasi sapi sawit. Sawit menjadi subur, sapi dengan mudah berkembang karena banyak pakan yang tersedia.

Tidak hanya sapi aja yang memiliki nilai jual, tetapi organiknya juga bermanfaat, terutama dampak lingkungan pupuk non organik yang dihasilkan bermanfaat untuk memulihkan tanah yang rusak tercemar akibat limbah, bagai mana tanah kita yang sudah subur seperti ini sudah barang tentu akan bertambah bagus hasil tanamannya. Bayang kan saja tanah yang rusak bisa menjadi normal.

Kemudian yang kedua nilai kesehatan turunan dari organik ini akan menyehatkan tidak hanya kita sebagai manusia pemakan tanaman yang berasal dari pupuk kimia, Tanamannya menjadi bagus, hewan-hewan yang kita pelihara juga tidak mengandung unsur-unsur bakteri kimiawi selama ini kita kenal, jadi paling tidak tubuh kita sudah ada anti bodi terhadap penyakit dari luar.

Diharapkan nilai ekonomi turunan-turunan yang sudah dilatih dari pangan fermentasinya, dari pupuk cair dan pupuk padat serta festisida cairnya, ekonomi turunannya bisa harian.  Setelah di hitung nilai turunan yang di bapat pertahun bisa mencapai 12-13 juta pertahun sama dengan harga pedetnya.

Ridwan menuturkan Bank Indonesia tidak membantu selesai sampai disini aja, kita akan membina para petani, memberikan alat pengiling pakan sapi serta akan membantu kelompok tani dalam mempromosikan produk pupuk organik aktif yang diberi nama Mutiara Siak ke masyarakat riau secara luas.

Sumber : Humas Kab. Siak, 9 Agustus 2017

 

Similar Posts:

    None Found

linked in share button

Leave a comment

Back to Top