Siak Gesa Kota Kembar Dengan Melaka dan Terengganu

Siak Gesa Kota Kembar Dengan Melaka dan Terengganu

Siak Gesa Kota Kembar Dengan Melaka dan Terengganu

No Comments on Siak Gesa Kota Kembar Dengan Melaka dan Terengganu

Pemerintah Kabupaten Siak berencana menindaklanjuti kembali wacana Kota Kembar antara Siak-Melaka dan Siak-Terengganu yang digagas beberapa waktu lalu melalui kesepakatan Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI). Bentuk kerjasama dua negara serumpun yang dirintis ini didasarkan pada kuatnya ikatan sejarah antar kota dua negara itu, terkait catatan sejarah kejayaan Kesultanan Siak di Semenanjung Melayu dimasa silam.

Bertempat di Kantor Konsulat Malaysia, Pekanbaru (15/5/27), Bupati Siak Drs. H. Syamsuar, M.Si beserta jajaran bertemu dengan pejabat Konsulat Malaysia Hardi Hamdin dalam suasana ramah-tamah, sembari membahas sejumlah potensi kerjasama yang dapat dikembangkan kedua pihak. Untuk menindaklanjuti kerjasama luar negeri itu, Pemkab Siak sebelumnya sudah mendapat restu dari Kementerian Dalam Negeri, karena memang salah satu kebijakan luar negeri kita ialah memperkuat hubungan kerjasama antar sesama negara-negara ASEAN.

Bupati Siak berharap kedepannya bentuk kerjasama lintas negara serumpun ini dapat segera terwujud. Sesuai hajat yang pernah disampaikan Kerajaan Terengganu dulu untuk membuat Kota Kembar Siak dan Terengganu, demikian pula dengan Melaka, sudah tercapai kesepakatan melalui DMDI.

Wacana kota kembar ini sebut Bupati Siak dua periode itu bukan tanpa alasan, Kesultanan Terengganu punya ikatan yang kuat dengan masyarakat Siak baik dalam hal sejarah maupun budaya. Sebagai kepala daerah, Bupati Siak juga kerap bertukar pikiran dan ilmu dari para kepala daerah yang mengemban amanah di negeri Jiran itu. Bahkan kalau wacana ini terwujud, Bupati Siak memiliki ide untuk membuat semacam kembaran Melaka River Cross dan Menara Taming Sari di Kota Siak oleh para pengusaha asal Malaysia.

Menyambut kunjungan Bupati Siak dan jajaran, Pejabat Konsulat Malaysia di Pekanbaru Hardi Hamdin mengaku gembira menyambut penjajakan hubungan kerjasama dua negara serumpun itu. Terlebih lagi, penjajakan kerjasama dilakukan dengan Kabupaten Siak yang sudah dianggap tidak asing lagi oleh masyarakat Malaysia. Uniknya kunjungan ini, disebut-sebut sebagai kunjungan pejabat bupati pertama di kantor perwakilan Kerajaan Malaysia di Provinsi Riau tersebut. Untuk itu, pihaknya akan berupaya menjembatani penjajakan kerjasama itu dengan sasaran mengegenjot angka kunjungan wisatawan Malaysia ke Indonesia. Ia juga optimis target 10 persen dari 11,6 juta kunjungan wisatawan negeri Jiran dapat tercapai.

Sempena kegiatan silahturahim yang ditutup dengan pertukaran cinderamata dan foto bersama tersebut, kedua pihak saling bertukar fikiran terkait gagasan kerjasama yang akan dikembangkan. Beberapa isu yang menjadi topik pembahasan diantaranya upaya menghidupkan kembali jalur transportasi kapal cepat Siak-Melaka, tindaklanjut DMDI, kerjasama sektor pariwisata dan investasi bidang industri, serta tindak lanjut pengembangan etape lintas negara ke Melaka pada iven balap sepeda tahunan Tour de Siak (TDSi) yang telah dirintis sebelumnya oleh Pemprov Riau. Hasil kunjungan ini diharapkan juga dapat membuka jalan bagi kepentingan rakyat Riau, sebab dari sejumlah kabupaten dan kota yang ada, tercatat belum ada daerah yang telah menjajaki kerjasama dengan Malaysia melalui Kantor Konsulatnya di Pekanbaru.

Sumber : Humas Kab. Siak, 16 Mei 2017

Similar Posts:

    None Found

linked in share button

Leave a comment

Back to Top