Siak Jadi ”Kiblat’’ Melayu

Siak Jadi ”Kiblat’’ Melayu

Siak Jadi ”Kiblat’’ Melayu

No Comments on Siak Jadi ”Kiblat’’ Melayu

Tiga tokoh masyarakat Riau dari Siak menaruh harapan besar terhadap warisan kesultanan Siak ini. Ketiga tokoh tersebut adalah Azaly Djohan, Wan Abu Bakan dan OK Nizamil. Mereka melihat warisan kesultanan Siak ini, khususnya di Sumatera hanya Kabupaten Siak yang komplit dan masih terjaga serta dilestarikan Pemkab.

‘’Ini harus dilanjutkan, karena memiliki nilai history dan budaya,’’ ujar Azaly megomentari tentang warisan kesultanan Siak, Selasa (13/10).

Menurutnya, keinginan dan cita-cita bupati dipahami betul, khusunya dalam pelestarian warisan kesultanan. Bupati mengiginkan Siak ini dijadikan pusat kebudayan Melayu di Riau. Karena itu berbagai cara dilakukan agar warisan ini tetap terjaga.

Senada, mantan Gubri Wan Abu Bakar menambahkan, istana ini sangat monumental. Tak banyak daerah yang memiliki istana. Siak contoh satu di antaranya. Di istana ini jadi saksi sejarah, bahwa tempat tumbuh kembangnya budaya Melayu, yang kini jadi Riau.

‘’Riau identik dengan Melayu,’’ sebut dia.

Dalam perjalannya, untuk cerminan budaya Melayu di Riau, adalah Siak. Sebab di Siak ini semuanya masih terjaga, dan terasa. Lingkungannya, aktivitasnya, dan juga impelemntasinya.

Sebagai sebuah kerajaan, Siak tersohor dulunya. Ini adalah kerajaan besar. Bukan mustahil, suatu waktu akan besar kembali, mengingat kejayaanya begitu gemilang dan terbilang. Ini disebbakan, banyak orang belajar ke Siak, sekaligus singgah dan lihat peninggaalan sultan.
OK Nizami Jamil mengakui, Siak berkembang pesat.

Pelestarian dan nilai budaya dan sejarah tak dilupakan oleh Pemkabnya. Pelestarian budaya dan sejarah ini amat penting. Sebab, warisan kebudayaan ini terbentuk tak secara instan. Melainkan melalui proses yang panjang. Siak sampai hari ini kita lihat warisan budaya dan sejarahnya masih terjaga.

Sumber riaupos.co, Kamis 15 Oktober 2015

Similar Posts:

    None Found

linked in share button

Leave a comment

Back to Top