Sinergi PSE Integrasikan e-Government

Sinergi PSE Integrasikan e-Government

Sinergi PSE Integrasikan e-Government

No Comments on Sinergi PSE Integrasikan e-Government

Kementerian Komunikasi dan Informatika terus berupaya untuk mengintegrasikan penyelenggaraan sistem elektronik (PSE) di lingkungan pemerintah. Integrasi itu dimulai dengan pendaftaran sistem elektronik untuk mengetahui kapasitas masing-masing sistem elektronik yang telah diimplementasikan di lingkungan pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan kota.

“Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diperlukan dalam mewujudkan penyelenggaraan sistem elektronik yang terintegrasi secara nasional sehingga akan dapat diketahui kapasitas masing-masing instansi penyelenggara negara dalam penyelenggaraan sistem elektronik,” papar Direktur e-Government Ditjen Aplikasi Informatika Firmansyah Lubis dalam Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Pendaftaran Sistem Elektronik di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (17/11/2016).

Dalam acara yang dihadiri seluruh perwakilan pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Timur itu, Firmansyah menegaskan mengenai pendaftaran sistem elektronik sebagai amanat Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2012. “Kemudian pelaksanaannya telah diterbitkan pada Peraturan Menteri Kominfo No. 10 Tahun 2015 tentang Tata Cara Pendaftaran Sistem Elektronik Instansi Penyelenggara Negara,” tegasnya.

Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur Eddy Santoso menyampaikan di Jawa Timur telah ada Peraturan Gubernur Jawa Timur No. 48 Tahun 2015 tentang Tata Kelola Sistem dan Transaksi Elektronik di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. “Peraturan ini menjadi landasan hukum pelaksanaan tata kelola TIK di provinsi tersebut,” jelas Eddy seraya menambahkan perlunya koordinasi antara pemerintah pusat dan provinsi serta kabupaten dan kota agar pelaksanaan program itu dapat selaras.

Akademisi TI dari Universitas Indonesia Yudho Giri Sucahyo, memaparkan melalui pendaftaran sistem elektronik, pemerintah dapat memiliki inventarisasi sistem elektronik secara nasional. “Hal ini akan memudahkan dalam pengelolaan pengintegrasian secara nasional untuk pelayanan kepada masyarakat. Selain itu agar masyarakat dalam mengakses layanan publik yang disediakan pemerintah terhindar dari situs web yang tidak resmi,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Pengolah Data Elektronik Pemerintah Kota Semarang, Nana Storada, menyampaikan success story pemanfaatan hasil pendaftaran sistem elektronik dalam melakukan integrasi sistem elektronik untuk mendukung pelaksanaan layanan publik di Pemerintah Kota Semarang.

Pada penutupan kegiatan, Kepala Subdit Aplikasi Layanan Publik Ditjen Aptika Kemkominfo, Hafni Septiana Nur Endah menyampaikan selama pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis itu telah terdaftar 28 sistem elektronik dari 28 instansi pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota di Jawa Timur. Ia berharap jumahnya akan bertambah setelah pelaksanaan kegiatan sosialisasi. Hasil selengkapnya sistem elektronik yang telah terdaftar dapat dilihat di www.layanan.go.id.

 

Sumber kominfo.go.id, Senin 21 November 2016

linked in share button

Leave a comment

Back to Top