Babul Qawa'idBabul Qawa’id artinya “ Pintu Segala Pegangan “, yaitu semacam “konstitusi” kerajaan Siak Sri Indrapura. Didalamnya diatur tata hukum, tata adat istiadat dan pembagian tugas setiap pemegang jabatan baik orang besar kerajaan, Datuk-Datuk, Para Bangsawan, Pendahulu, Batin, Hakim Polisi, Imam dan Tuan Qadi, kepala suku, Hinduk-hinduk dan hendaklah patuh mengikuti adat pusaka dahulu yang telah terpakai selamanya di Kerajaan Siak dan taklukannya.
Roda pemerintahan kerajaan Siak dilaksanakan Sultan (Raja) dengan dibantu oleh Orang-orang Besar Kerajaan dan Datuk-datuk dengan diberi daerah kekuasaan yang disebut provinsi, sedangkan Orang-orang Besar Kerajaan sebagai Dewan Kerajaan mendampingi Sultan dan membuat undang-undang.
Babul Qawa’id lahir dikarenakan Belanda terus menekan Raja-raja Siak, khususnya pada masa Sultan ke-11, yang memerintah antara 1889-1908. Beliau mengambil kebijaksanaan-kebijaksanaan sebagai berikut :
- Meningkatkan perekonomian rakyat
- Seluruh orang diberi pekerjaaan di Kerajaan, siapa saja yang mau bekerja dan pekerjaan apa saja untuk segala lapangan, maka hilanglah pengangguran.
- Membangun Istana Asserayah Hasyimiah, lengkap dengan peralatan kerajaan yang kebanyakan dari Eropa, dalam bentuk gubah atau gotic style, setelah beliau kembali dari lawatan ke Belanda dan Jerman.
- Beliau membuat perkebunan-perkebunan, kapal-kapal laut, dan rumah sewa.
- Mendirikan percetakan buku-buku untuk keperluan kerajaan termasuk buku tata pemerintahan kerajaan, yang diberi nama Babul Qawa’id.
Sebagai Kepala Suku besar antara lain :
- Datuk lima puluh ialah Seri Beduangsa
- Datuk Tanah Datar ialah Seri Paduka Raja
- Datuk Pesisir ialah Seri Raja
- Datuk kampar ialah Maharaja Seri Wangsa
Datuk yang diangkat sebagai hakim polisi antara lain :
- Propinsi Negeri Tebing Tinggi, dipimpin oleh Tengku Temenggung.
- Propinsi Negeri Siak Sri Indrapura, dipimpin oleh Tengku Besar.
- Propinsi Negeri Merbau, dipimpin oleh Orang Kaya Setia Indra.
- Propinsi Negeri Bukit Batu, dipimpin oleh Datuk Laksamana.
- Propinsi Negeri Tanah Putih, dipimpin oleh Datuk Setia Maharaja.
- Propinsi Negeri Kubu, dipimpin oleh Datuk Jaya Perkasa / Datuk Raja Indra Setia.
- Propinsi Negeri Bangka, dipimpin oleh Datuk Dewa Pahlawan.
- Propinsi Negeri Pekanbaru, dipimpin oleh Syarif Bendahara.
- Propinsi Negeri Tapung Kanan, dipimpin oleh Datuk Bendahara Muda Sekijang.
Ada dua Komisaris Jajahan terdiri dari:
- Jajahan Sebelah Barat, dipimpin oleh Tengku Mansyur Putera Mangkubumi gelas Tengku Pangeran Wira Negara.
- Jajahan Sebelah Hulu, dipimpin oleh Tengku Cik gelar Tengku Pangeran Wira Kesuma.
Rangkuman bagian pengantar dari Babul Qawa’id berisi dua pasal berikut:
| - Pasal Pertama |
: |
Menyatakan siapa-siapa yang menjadi hamba rakyat Sri Paduka |
| - Pasal Kedua |
:
|
Perkara perniagaan, hutang-piutang dan kehidupan lainnya melibatkan hamba rakyat Sri Paduka dan bangsa lainnya.
|
| BAB I |
Menentukan watas dan perhinggaan bagian provinsi masing-masing. |
| |
Pasal Satu |
Negeri Siak Sri Indrapura |
| |
Pasal Dua |
Negeri Tebing Tinggi |
| |
Pasal Tiga |
Negeri Merbau |
| |
Pasal Empat |
Negeri Bukit Batu |
| |
Pasal Lima |
Negeri Bangko |
| |
Pasal Enam |
Negeri Tanah Putih |
| |
Pasal Tujuh |
Negeri Kubu |
| |
Pasal Delapan |
Negeri Pekanbaru |
| |
Pasal Sembilan |
Negeri Tapung Kiri |
| |
Pasal Sepuluh |
Negeri Tapung Kanan |
| |
|
|
| BAB II |
Nama gelar yang berkuasa di Kerapatan Tinggi dan menjadi Hakim Polisi pada propinsi masing-masing. |
| |
Pasal Satu |
Hakim Kerapatan tinggi, polisi, Hajim Syari’ah, Hakim Kepala Suku Hinduk di Siak |
| |
Pasal Dua |
Tengku Tumenggung di Tebing Tinggi |
| |
Pasal Tiga |
Orang Kaya Setia Indra di Merbau |
| |
Pasal Empat |
Datuk Laksamana di Bukit Batu |
| |
Pasal Lima |
Datuk Dewa Pahlawan di Bangko |
| |
Pasal Enam |
Datuk Setia Maharaja di Tanah Putih |
| |
Pasal Tujuh |
Datuk Jaya Perkasa / Datuk Raha Indra Setia di Kubu |
| |
Pasal Delapan |
Datuk Bandar di Pekanbaru |
| |
Pasal Sembilan |
Syarif Bendahara di tapung Kiri |
| |
Pasal Sepuluh |
Datuk Bendahara Muda Sekijang di Tapung Kanan |
| |
|
|
| BAB III |
Perkara dan bicara yang wajib dibawa ke hadapan Majelis Kerapatan Tinggi yang bersemayam di dalam Negeri Siak Sri Indrapura. |
| |
Pasal Satu |
Membunuh disengaja dengan senjata tajam dan sejenisnya |
| |
Pasal Dua |
Membunuh orang disengaja dengan racun dan sejenisnya |
| |
Pasal Tiga |
Rupa-rupa pembunuhan lainnya dengan senjata |
| |
Pasal Empat |
Terkena luka besar, merusak urat besar, sampai merusakkan anggota badan jadi cacat |
| |
Pasal Lima |
Mencuri, maling, samun, dan segala tipu daya |
| |
Pasal Enam |
Salah bakar |
| |
Pasal Tujuh |
Celaka durhaka |
| |
Pasal Delapan |
Angkara Murka |
| |
Pasal Sembilan |
Hutang piutang |
| |
|
|
| BAB IV |
Perkara dan bicara yang wajib dibawa ke hadapan hakim polisi yang bersidang di dalam Negeri Siak Sri Indrapura. |
| |
Pasal Satu |
Menyuruh kerja paksa. |
| |
Pasal Dua |
Menentukan denda. |
| |
Pasal Tiga |
Memutuskan perkara hutang piutang. |
| |
Pasal Empat |
Menyelesaikan perkara dusun, kebun dan kampung. |
| |
|
|
| BAB V |
Perkara dan bicara yang dibicarakan di hadapan Hakim Polisi Jajahan Negeri Siak Sri Indrapura |
| |
Pasal Satu |
Menghukum kerja paksa, setinggi-tingginya 3 bulan. |
| |
Pasal Dua |
Bila hukuman kerja paksa lebih satu bulan. |
| |
Pasal Tiga |
Menentukan denda maka, setinggi-tingginya 60 ringgit burung. |
| |
Pasal Empat |
Memutuskan perkara hutang-piutang, setinggi-tingginya 150 ringgit burung. |
| |
Pasal Lima |
Menyelesaikan perkara harta pusaka, setinggi-tingginya 300 ringgit burung. |
| |
Pasal Enam |
Menyelesaikan perkara dusun, kebun dan kampung, setinggi-tingginya 300 ringgit burung. |
| |
Pasal Tujuh |
Yang wajib dibicarakan bahagian propinsi, dan perkara yang lebih besar wajib dikirimkan pada hakim Polisi Negeri Siak Sri Indrapura |
| |
|
|
| BAB VI |
Musyawarah hakim-hakim polisi |
| BAB VII |
Nama kepala suku hinduk-hinduk |
| BAB VIII |
Kuasa kepala suku |
| BAB IX |
Kuasa bagi bendahara |
| BAB X |
Kuasa Qadi Negeri Siak |
| BAB XI |
Imam jajahan |
| BAB XII |
Kuasa kepala sekalian imam jajahan |
| BAB XIII |
Ketinggian Sri Paduka Sultan atas hukum polisi dan kepala suku hinduk-hinduk |
| BAB XIV |
Pekerjaan dan tanggungan hakim-hakim polisi bagian Negeri Siak Sri Indrapura dan hakim polisi bahagian propinsi jajahan. |
| BAB XV |
Kewajiban bagi pangeran-pangeran. |
| BAB XVI |
Pekerjaan hoof jaksa. |
| BAB XVII |
Tambahan pekerjaan baduada perkasa. |
| BAB XVIII |
Aturan menjual kebun, dusun, dalam negeri Siak Sri Indrapura serta jajahannya taklukanya |
| BAB XIX |
Menentukan nama suku |
| BAB XX |
Aturan kepala-kepala mengerah bila beroleh perintah dari Sri Paduka Sultan menyuruh berat bekerja |
| BAB XXI |
Menyatakan bahagian-bahagian denda dan sapu meja yang dapat dari tempat keadilan yang dilakukan oleh Kerapatan Tinggi dan Hakim Polisi Negeri Siak dan Hakim Polisi Jajahan. |
|