Terima Anugerah Paramesti, Pemkab Siak Akan Kawal Kawasan Tanpa Rokok

Terima Anugerah Paramesti, Pemkab Siak Akan Kawal Kawasan Tanpa Rokok

Terima Anugerah Paramesti, Pemkab Siak Akan Kawal Kawasan Tanpa Rokok

No Comments on Terima Anugerah Paramesti, Pemkab Siak Akan Kawal Kawasan Tanpa Rokok

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kebijakan pemerintah daerah dalam upaya pengendalian konsumsi hasil tembakau, Kementerian Kesehatan RI memberikan penghargaan Paramesti kepada Pemerintah Kabupaten Siak.

Penghargaan yang diserahkan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dr. H. M. Subuh, MPPM kepada Wakil Bupati Siak Drs. H. Alfedri, M.Si tersebut diberikan karena Pemkab Siak dinilai berkomitmen dalam menerapkan kebijakan zonasi Kawasan Tanpa Rokok.

“Alhamdulillah kita komit untuk merealisasikan regulasi pengendalian dampak paparan bahaya rokok. Sejak tahun 2012, kita sudah punya Peraturan Bupati Nomor 31 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok (KTR),” kata Wabup Siak.

Wabup Siak menjelaskan, Pemkab Siak sejak penerapan regulasi tersebut telah berupaya menjaga sejumlah kawasan ruang publik dari potensi peningkatan Penyakit Tidak Menular (PTM) terhadap masyarakat, sekaligus kaitannya dengan upaya menekan prevalensi perokok pada usia anak dan remaja.

“Sejumlah ruang publik harus terus bebas dari bahaya paparan asap rokok,  misalnya fasilitas kesehatan,  institusi pendidikan,  rumah ibadah,  ruang bermain anak,  serta fasilitas umum lainnya seperti perkantoran,” jelas Wabup Siak usai menerima penghargaan sempena pertemuan Aliansi Bupati Walikota di Yogyakarta (12/07/17).

Bagi Wabup Siak, penghargaaan Paramesti ini harus menjadi motivasi agar jajaran Pemkab Siak semakin giat mengkampanyekan Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok di Negeri Istana. Sebab, rokok dan paparannya mengakibatkan dampak yang buruk khususnya bagi kesehatan generasi muda.

“Salah satu caranya kita akan upayakan mencegah peredaran iklan rokok dan aktivitas SPG masuk ke Kawasan Tanpa Rokok misalnya seperti sekolah-sekolah. Bila perlu regulasi akan kita tingkatkan jadi menjadi Peraturan Daerah (Perda) agar implementasinya bisa didukung kebijakan anggaran,” kata Wabup Siak.

Wakil Bupati Siak yang hadir didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Siak Drg. H. Raja Toni Chandra hadir. Dalam kegiatan tersebut selain untuk menerima penghargaan, juga untuk bertukar pengalaman bestpractise dengan sejumlah Pemda dalam menerapkan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok

“Dampak negatif dan bahaya paparan rokok ini sangat menyedihkan. Anggaran yang harus dikeluarkan pemerintah untuk pengobatan penderita paparan rokok ternyata jauh lebih besar dari penerimaan daerah bersumber pajak rokok,” kata Kadis Kesehatan Kabupaten Siak.

Sumber : Humas Kab. Siak, 13 Juli 2017

Similar Posts:

    None Found

linked in share button

Leave a comment

Back to Top