Terkait Program Imunisasi, Puskesmas Dayun Gelar Sosialisasi di Ponpes Nurul Yakin

Terkait Program Imunisasi, Puskesmas Dayun Gelar Sosialisasi di Ponpes Nurul Yakin

Terkait Program Imunisasi, Puskesmas Dayun Gelar Sosialisasi di Ponpes Nurul Yakin

No Comments on Terkait Program Imunisasi, Puskesmas Dayun Gelar Sosialisasi di Ponpes Nurul Yakin

Petugas Kesehatan dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Dayun menggelar sosialisasi terkait “Kebijakan dan Perencanaan Program Imunisasi” bagi para siswa/santri SD/MI, bertempat di Gedung Aula Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Yakin Dayun, Selasa (22/11/2016) siang.
Selain dihadiri oleh sejumlah santri, kegiatan sosialisasi imunisasi tersebut juga dihadiri oleh ratusan wali murid/santri yang datang dari berbagai kampung se-Kecamatan Dayun, dengan menghadirkan Narasumber Kepala Puskesmas Dayun Dr Aisatia Ramanal.

Dalam pemaparannya, Kepala Puskesmas Dayun itu menjelaskan, bahwasanya program pemberian imunisasi (vaksin, red) kepada para siswa/santri di sekolah-sekolah itu, merupakan program dari Pemerintah yang mesti didukung oleh setiap siswa/santri dan wali murid, karena terdapat banyak manfaat dari kegiatan tersebut, yang salah satunya adalah menyelamatkan para generasi bangsa (khususnya pelajar, red) dari berbagai gejala penyakit yang kemungkinan ditimbulkan akibat kurangnya kekebalan tubuh (daya tahan tubuh, red).

“Setiap anak berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan sosial, sesuai dengan kebutuhan fisik, mental, spiritual dan sosial. Karena semua itu sudah diatur dan diterapkan dalam sebuah Undang-undang, yang salah satunya melalui program imunisasi di sekolah-sekolah,” tegas Aisatia Ramanal, di hadapan para wali murid/santri.

Adapun tujuan pemberian imunisasi/vaksin kepada para generasi muda (anak-anak, red) di setiap sekolah adalah, diantaranya menyelamatkan mereka dari gejala penyakit seperti Polio, Hipatitis B, Campak, Tuberculosis, Pertusis, Tetanus, dan lain sebagainya, sehingga perlu dilakukan pemberian imunisasi minimal 2 kali setahun di setiap sekolah.

“Pemberian imunisasi di sekolah minimal dilakukan 2 kali dalam setahun, sebagai langkah pencegahan terhadap gejala-gejala penyakit seperti Polio, Hipatitis B, Campak, Tetanus dan lain sebagainya, sehingga dengan imunisasi itu diharapkan nantinya anak-anak terhindar dari penyakit tersebut,” lanjutnya.

Pada kegiatan sosialisasi yang digelar selama sekitar 2 jam itu, Petugas Kesehatan Puskesmas Dayun juga memberikan kesempatan kepada para wali santri untuk mengajukan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan program imunisasi, sehingga salah seorang wali santri bertanya kepada Narasumber, kenapa usai diimunisasi anak mengalami demam dan terjadi pembengkakan pada bekas suntikannya.

“Maaf, saya mau nanya ni buk, kenapa terkadang anak mengalami demam dan terjadi pembengkakan pada bekas suntikannya, setelah dilakukannya imunisasi, apakah hal itu bisa menimbulkan dampak bagi kelangsungan kondisi kesehatan anak?,” tanya salah seorang wali santri.

Menjawab apa yang disampaikan oleh salah seorang wali santri itu, Kepala Puskesmas Dayun Dr Aisatia Ramanal menegaskan, bahwasanya efek samping yang ditimbulkan dari pemberian imunisasi itu memang ada, seperti gejala demam, bengkak, kejang, namun tidak seluruh anak akan mengalami hal sedemikian. Dan juga efek samping itu tidak membahayakan bagi kelangsungan kesehatan anak-anak.

Sumber porosriau.com, Selasa 22 November 2016

linked in share button

Leave a comment

Back to Top