Tinjau Desa Terkena Banjir, Syamsuar Janjikan Pembangunan Parit Lebih Besar

Tinjau Desa Terkena Banjir, Syamsuar Janjikan Pembangunan Parit Lebih Besar

Tinjau Desa Terkena Banjir, Syamsuar Janjikan Pembangunan Parit Lebih Besar

No Comments on Tinjau Desa Terkena Banjir, Syamsuar Janjikan Pembangunan Parit Lebih Besar
Hujan deras yang tinggi dipenghujung tahun 2016 ini, menjadi faktor utama meluapnya sungai Leko Dusun Areal Seribu, Kampung Belutu Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak. Genangan air yang mencapai 50 sampai 100 cm ini, sampai hingga keteras rumah warga sekitar. Apalagi, rata-rata  rumah warga sekitar masih rumah panggung.

Jumat (04/10/2016), Camat Kandis memberikan laporan ke Bupati Siak. Tanpa mengulur-ngulur waktu, Bupati Siak Syamsuar langsung turun ke lokasi banjir itu. Kedatangan Syamsuar ke lokasi juga ingin memastikan kondisi saluran air yang ada di daerah itu.
Ia mengatakan, banjir ini terjadi karena seringnya hujan dipenghujung tahun 2016. Maka, sangat berdampak pada daerah yang lebih rendah dari pada genangan air itu.
Lebih lanjut Syamsuar juga mengatakan, karena lebih rendahnya genangan air sungai dari pada rumah warga, maka ketika datangnya hujan yang menambah debet air sungai, rumah warga dan jalan poros kampung digenangi air.
“Kami akan segera membangun parit serta memperbesar pembuangan dan melakukan normalisasi sungai Leko,” katanya.
Ia berharap dengan terjadinya musibah banjir ini, dapat segera berakhir. Karena, ketika banjir ini sudah surut, masyarakat dapat beraktivitas kembali. Pemerintah akan segera melakukan kerja solutif agar musibah yang sama tidak terulang kembali.
Selain meninjau lokasi banjir, Bupati Siak Syamsuar juga memberikan sejumlah bantuan sembako untuk warga yang terkena musibah banjir di wilayah tersebut.
Sementara Penghulu Kampung Belutu Dami menyebut, banjir ini sudah berlangsung selama empat hari. Saat ini air sudah berangsur surut, tidak seperti hari pertama terjadinya banjir, yang mencapai satu meter.
“Karena terlalu besarnya debet air mengakibatkan jembatan jebol dan rusak parah. Sebanyak 50 Kepala Keluarga masih memilih menetap di rumah masing-masing, hanya saja aktivitas warga menjadi terganggu karena air belum seutuhnya surut,” katanya.
Said Irwan, Sekretaris Kecamatan Kandis menyampaikan jika masih terjadi hujan dan banjir semakin tinggi, pihaknya akan mengungsikan warga ke daerah lain untuk sementara.
“Sampai tadi malam kami terus memantau keadaan warga. Kalau air terus naik, masyarakat kami ungsikan. Kami juga mengimbau pada anak-anak jangan main-main ke sungai, takutnya nanti bisa hanyut,” ucapnya.
Sumber spiritriau.com, Minggu 06 November 2016
linked in share button

Leave a comment

Back to Top