Biaya Perawatan Korban Ambruk Lantai Dua Tangsi Belanda di Tanggung Pemda

marcos 5 bulan yang lalu - Sabtu, 31 Januari 2026 18:34 Dilihat 261 kali
IMG


Siak - Bangunan cagar budaya Tangsi Belanda di Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, ambruk pada Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan 16 orang pelajar yang tengah mengikuti kegiatan studi tour.

Korban merupakan rombongan siswa SD IT Baitul Ridho Lubuk Dalam yang saat kejadian berada di lantai dua bangunan Tangsi Belanda. Runtuhnya lantai dua terjadi secara mendadak saat kegiatan penjelasan berlangsung, mengakibatkan para peserta terjatuh dan tertimpa material bangunan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Siak, dari total 16 korban terdampak, 10 orang dirujuk ke RSUD Tengku Rafi'an Siak untuk mendapatkan perawatan medis, sementara 6 orang lainnya menjalani observasi dan dipulangkan.

Dari jumlah tersebut, 15 korban merupakan anak-anak dan 1 orang dewasa yang merupakan guru pendamping.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Siak, Syafrizal, membenarkan kejadian tersebut. Kepada awak media, dia mengatakan bahwa seluruh korban merupakan pelajar MTs yang sedang berkunjung ke lokasi wisata.

“Benar, ada sembilan orang pelajar yang menjadi korban dan saat ini dirawat di RSUD Tengku Rafi'an Siak. Dari jumlah itu, tiga orang mengalami cidera cukup berat,” ujar Syafrizal kepada awak media via sambungan Seluler, Sabtu (31/1).

Syafrizal menjelaskan, runtuhnya lantai dua Gedung Tangsi Belanda diduga kuat disebabkan oleh kondisi bangunan yang telah dimakan usia. 

Meski dari luar terlihat masih kokoh, namun struktur kayu di bagian dalam ternyata sudah rapuh.

"Bangunan itu terbuat dari kayu. Kayunya sudah dimakan rayap. Dari luar memang tampak kuat, tetapi di dalam sudah bopong. Itu terlihat dari serpihan kayu yang patah saat kejadian,” jelasnya.

Gedung Tangsi Belanda sendiri merupakan bangunan bersejarah peninggalan masa kolonial yang selama ini menjadi salah satu daya tarik wisata di Kabupaten Siak. 

"Kami berharap pihak kementrian dan instansi terkait segera melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap destinasi wisata yang ada, agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Keselamatan pengunjung harus menjadi prioritas utama,” katanya.

Terkait biaya perawatan para korban, Syafrizal memastikan bahwa seluruhnya akan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Siak. 

Hal ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah daerah terhadap musibah yang menimpa para pelajar.

“Untuk biaya perawatan korban, semuanya ditanggung oleh Pemkab Siak,” tegasnya.


(Dep/C Kabupaten Siak)

Tags:
Share:
2 jam yang lalu

Sekda Siak : Pejabat Fungsional Tulang Punggung Pelaksanaan Tugas Organisasi

2 jam yang lalu

Komisi X DPR RI Bawa Kabar Baik untuk Siak, DAK Pendidikan Rp240,4 Miliar dan Rehabilitasi Istana Disetujui

2 jam yang lalu

Kunjungi Istana Siak, Bupati Afni Minta DPR RI Beri Perhatian Khusus untuk Renovasi Cagar Budaya

2 jam yang lalu

Muskab SOIna Siak 2026, Perkuat Komitmen Cetak Atlet Disabilitas Intelektual Berprestasi

2 jam yang lalu

Sekda Siak : Pejabat Fungsional Tulang Punggung Pelaksanaan Tugas Organisasi

2 jam yang lalu

Komisi X DPR RI Bawa Kabar Baik untuk Siak, DAK Pendidikan Rp240,4 Miliar dan Rehabilitasi Istana Disetujui

2 jam yang lalu

Kunjungi Istana Siak, Bupati Afni Minta DPR RI Beri Perhatian Khusus untuk Renovasi Cagar Budaya

2 jam yang lalu

Muskab SOIna Siak 2026, Perkuat Komitmen Cetak Atlet Disabilitas Intelektual Berprestasi