Bangun Jalan dan Jembatan Merangkai Kampung

Bangun Jalan dan Jembatan Merangkai Kampung

Bangun Jalan dan Jembatan Merangkai Kampung

No Comments on Bangun Jalan dan Jembatan Merangkai Kampung

Salah satu sektor infrastruktur yang menjadi perhatian serius Pemkab Siak adalah pembangunan jalan dan jembatan. Hal itu diwujudkan dengan bukti nyata pembangunan sarana vital tersebut di lapangan.

Sehingga, tidak mengherankan jika saat ini jalan dari ibukota kabupaten menuju ibukota kecamatan, semua jalan sudah dalam kondisi teraspal hitam dan mulus.
Tak sampai di situ, peningkatan jalan dan jembatan ini juga semakin dikuatkan dengan

Bangun
program pembangunan jalan merangkai desa. Sehingga badan jalan yang sudah teraspal juga bisa ditemukan dari satu desa ke desa lainnya di Negeri Istana. Hal ini membuat aktivitas perhubungan masyarakat semakin mudah, terutama untuk mengeluarkan hasil pertanian dari desa mereka.

Menurut Bupati Siak, H Syamsuar, pembangunan jalan merupakan program prioritas. Dengan dibukanya akses menuju ke kampung-kampung, secara otomatis akan mempermudah akses masyarakat. Pembangunan jalan ini juga untuk meningkatkan roda perekonomian di kampung-kampung.

“Pada periode kali ini program  pembangunan jalan dan jembatan difokuskan untuk merangkai kampung, menghubungkan antara satu kampung dengan kampung lain,” ujarnya.

Meningkat Pesat
Data pembangunan empat tahun terakhir, pembangunan jalan dan jembatan di Siak menunjukkan peningkatan yang pesat. Total panjang jalan di wilayah Kabupaten Siak tercatat sepanjang 2.880,09 kiloter. Pada tahun ini saja, jalan yang telah diaspal mencapai 1.004,2 kilometer.

Bila dibandingkan dengan tahun 2011 lalu, pengaspalan jalan meningkat sepanjang 314,9 kilometer. Sesuai data di Pemkab Siak, pada tahun 2011 lalu, jalan yang sudah diaspal tercatat sepanjang 689,3 kilometer.

Sementara jalan beton mengalmi penurunan sepajang 4 kilometer. Jika pada tahun 2011 panjang jalan beton mencapai 312 kilometer, maka tahun ini menjadi 308 km. Hal ini karena sebagian jalan beton telah dilakukan peningkatan atau diaspal.

Menurut Kadis Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Siak, Irving Kahar Arifin didampingi Kabid Bina Marga Ardi Irfandi, upaya lain yang ditempuh Pemkab Siak adalah dengan membangun jalan poros. Seperti yang tengah dikerjakan di Selat Guntung.

Terkait pembangunan jalan poros ini, Irving menceritakan, hal itu bermula sekitar dua tahun lalu. Ketika itu, tokoh masyarakat setempat mengusulkan kepada Bupati Siak H Syamsuar untuk membangun jalan menuju kawasan itu.

Usulan itu kemudian ditindakalnjuti Bupati Siak H Syamsuar dan tim, dengan melihat langsung kondisi di lapangan. Hasilnya, badan jalan lama yang menghubungkan Kampung Selat Guntung sangat kecil, sementara penduduk di dalam padat.

Karena itu, diambil keputusan untuk membangun jalan poros. Keihlasan masyarakat merelakan tanahnya diambil untuk pembangunan jalan, juga ikut mempermudah rencana pembangunan jalan poros tersebut.

Mulai tahun 2014, jalan poros Selat Guntung pun dibuka. Diawali dengan mendalamkan tali air dan penimbunan baru serta base C, pada tahun ini dilakukan peningkatan menjadi base A. Selanjutnya akan diikuti dengan proses pengaspalan.

Untuk seluruh proses peningkatan jalan poros Kampung Selat Guntung sepanjang 1,7 kilometer tersebut, menelan Anggaran sebesar Rp5,99 miliar.

Keberhasilan pembangunan ini juga telah disampaikan Bupati Siak H.Syamsuar di hadapan forum sidang paripurna sempena HUT Kabupaten Siak XVI pada tanggal 12 Oktober lalu.

Dengan banyaknya jalan base yang telah diaspal, maka secara otomatis jumlah panjang jalan base menurun. “Tahun 2011 panjang jalan base 1.016,5 kilometer dan sekarang tinggal 930,7 kilometer atau menurun sebesar 85,8 km dibanding tahun 2011,” terang Bupati Syamsuar.

Peningkatan jalan tanah menjadi semenisasi atau aspal juga telah banyak dilakukan Pemkab Siak. Baik jalan poros atau jalan merangkai desa. Tahun 2011 jalan tanah tercatat sepanjang 862,3 kilometer. Saat ini, tinggal 646,6 kilometer atau menurun sebesar 215,7 kilometer.

Keberhasilan pembangunan jalan tentu harus disertai dengan pembangunan jembatan, yang mana di beberapa jalan poros banyak ditemukan aliran sungai atau tali air besar. Tercatat sebanyak 433 unit jembatan telah dibangun.

Jika keberhasilan pembangunan jembatan diukur dari panjang jembatan yang telah dibangun, sampai tahun 2015 jembatan yang ada di Kabupaten Siak sepanjang 8.516,50 meter atau meningkat sebesar 564,05 meter dibanding tahun 2011 yaitu sepanjang 7.952,45 meter.

Selanjutnya dalam rangka mengurangi abrasi, hingga tahun 2015 telah dibangun turap beton sepanjang 7.354 meter atau meningkat 947 meter dari tahun 2011 yaitu sepanjang 6.407 meter, bronjong sepanjang 9.123 meter atau meningkat 3.148 meter dari tahun 2011 yaitu sepanjang 5.975 meter. Untuk pengendalian banjir, hingga tahun 2015 telah dibangun Leoning sepanjang 62.710 meter atau meningkat 10.832 meter dari tahun 2011 yaitu sepanjang 51.878 meter. Untuk infrastruktur jaringan irigasi dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2015 telah dibangun pintu air sebanyak 39 unit dan bangunan pompanisasi sebanyak empat unit.

 

Sumber riaumandiri.co, Senin 02 November 2015

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.



Back to Top