Camat Tualang: Saat Krisis Keuangan, Usulkanlah yang Benar-benar Skala Prioritas

Camat Tualang: Saat Krisis Keuangan, Usulkanlah yang Benar-benar Skala Prioritas

Camat Tualang: Saat Krisis Keuangan, Usulkanlah yang Benar-benar Skala Prioritas

No Comments on Camat Tualang: Saat Krisis Keuangan, Usulkanlah yang Benar-benar Skala Prioritas

Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tualang digelar di aula pertemuan di komplek UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Tualang, Kamis (18/2/2016).

Camat Tualang, Zulkifli, MSI pada arahannya mengatakan, Musrenbang Kecamatan merupakan Musrenbang lanjutan yang digelar di tingkat Kampung dan kelurahan. Musrenbang ini merupakan sebuah forum bagi masyarakat membicarakan rencana pembangunan tahun 2017 mendatang.

Namun, akibat kondisi keuangan daerah yang mengalami penurunan, peserta diingatkan supaya  mengusulkan program bebar-benar skala prioritas. Sebab, tahun 2016 ini saja, banyak program pembangunan Kecamatan Tualang yang ditunda akibat defisit APBD Siak.

“Silakan usulkan program skala prioritas. Namun kita tidak boleh terlalu banyak berharap banyak, APBD kita banyak berkurang akibat penurunan harga minyak mentah dunia. Tahun 2016 saja, banyak program Kecamatan Tulang dikurangi,” kata  Camat dihadapan ratusan peserta Musrenbang.

Menurut Camat Tualang, Musrenbang tahun 2017 yang dihadiri SKPD Kabupaten Siak, juga menjadi sumber informasi rancangan alokasi program pemerintah baik dari kabupaten, provinsi hingga Nasional.

“Selain mengusulkan program, kita juga bisa mendapatkan informasi terkait rancangan alokasi pembangunan dari SKPD di Kabupaten Siak,” tambah dia.

Sementara itu, Asisten II Sekdakab Siak, Syafrilenti menegaskan, Musrenbang merupakan proses yang harus dilalui dalam merancang kegiatan pembangunan di setiap daerah.

Iapun mengingatkan, agar setiap usulan Musrenbang dilengkapi dengan data dan fakta di lapangan. Misalnya, jaringan listrik, apa tujuan pembangunan jaringan, berapa kilo meter, berapa kepala keluarga yang membutuhkan dan pernyataan bersedia ditumbang pohon yang dilalui jaringan itu.

“Jangan tak dilengkapi. Sebab, kita berupaya, kalau tak bisa APBD kabupaten, akan dinaikan ke APBD Riau, kalau tidak juga dinaikkan ke APBN, kalau tak bisa juga akan diupayakan melalui CSR perusahaan,” terang dia.

Pada kesempatan itu, Syafrilenti juga memaparkan kondisi keuangan daerah yang sedang mengalami krisis, akibat penurunan harga minyak mentah dunia. Menurutnya, asumsi APBN saat disyahkan harga minyak mentah Rp60 USD per barrel, namun turun menjadi 30 USD dollar per barrel.

“Ini berakibat penurunan DBH migas Kabupaten Siak, tahun 2016, APBD kita defisit. Jadi ini tidak main-main sehingga pengesahan APBD 2016 sebesar Rp2,5 T setelah dihitung lagi harus dikurang atau dirasionalisasi,” tandasnya.

Sumber kapurnews.com, Kamis 18 Februari 2016

Similar Posts:

    None Found

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.



Back to Top