Hama Tikus Serang Tanaman Padi

Hama Tikus Serang Tanaman Padi

Hama Tikus Serang Tanaman Padi

No Comments on Hama Tikus Serang Tanaman Padi

Hama tikus menjadi momok bagi petani padi di Kecamatan Bungaraya. Hampir seluruh sawah yang sudah ditanam dijamah hama tikus, jika tidak cepat ditangani, petani bisa gagal panen.

Hal serupa juga terjadi di sawah Kecamatan Sungai Mandau, namun saat ini gangguan tikus masih dalam tingkat wajar.

Kepala UPTD Pertanian Bungaraya H Suwanto menyampaikan, pihaknya telah survey ke seluruh sawah, dan terbukti batang padi banyak dilalap tikus di hamparan sawah seluas 2.200 ha.

Saat ini usia padi masih muda, belum memasuki masa bunting atau bunga, oleh sebab itu ia memprediksi masih banyak peluang yang bisa dilakukan memberantas hama agar petani bisa panen sesuai harapan.

Sebagai upaya penanggulangan, ia berupaya meminta bantuan dari Dinas Pertanian Provinsi Riau. “Ini kami sedang di Pekanbaru, meminta bantuan Dinas Pertanian Provinsi Riau. Saat ini sudah 700 kg racun tikus kami salurkan ke petani,” kata Suwanto.

Melihat kondisi hama saat ini, untuk sawah di Bungaraya dibutuhkan 2 ton Racun tikus. Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultural Siak tahun 2016 telah menganggarkan herbisida dan racun untuk mengatasi hama padi.

Namun karena saat ini masih awal tahun anggaran, maka dinas belum bisa melakukan lelang pengadaan barang.

Terpisah, Kepala UPTD Pertanian Sungai Mandau Harianto menyampaikan, sawah di Sunga Mandau dalam kategori aman. “Memang ada hama tikus, tapi masih dalam tahap wajar. Belum terlalu parah.

Ia menjelaskan, petani mulai tanam pada November lalu, sebagian bulan Desember. Untuk luas sawah 606 ha di Sungai Mandau, pihaknya telah mendistribusikan 100 Kg racun tikus yang dibagikan pada awal musim tanam.

“Untuk mengatasi hama itu, kami mengarahkan petani melakukan sinitasi, membersihkan areal sawah yang memungkinkan bisa jadi sarang hama,” katanya.

 

Sumber riaumandiri.co, Senin 11 Januari 2016

Similar Posts:

    None Found

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.



Back to Top