Kabut Asap Kiriman dari Luar Provinsi Riau

Kabut Asap Kiriman dari Luar Provinsi Riau

No Comments on Kabut Asap Kiriman dari Luar Provinsi Riau

Kabut asap kembali melanda Kabupaten Siak. Sejak dua hari ini, kabut menyelimuti sebagian wilayah Siak. Walau jarak pandang masih normal, namun kondisi ini sudah mengganggu.

‘’Kabut ini kiriman dari Jambi,’’ kata Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi, menanggapi kabut asap yang terjadi, Selasa (25/8). Selain kiriman, di beberapa tempat juga terjadi kebakaran lahan dan hutan.

Karhutla yang terjadi ini, terus dilakukan pemadaman, agar jangan menyebar luas. Tiga hari sebelumnya kondisi masih aman dan tidak berkabut. Karena diguyur hujan. Akan tetapi, selang beberapa hari berikutnya, terjadi kabut. Setelah ditelusuri, berasal dari kiriman daerah tetangga, juga terjadi Karhutla di wilayah Siak.

‘’Saya telah instruksikan tim Satgas Karhutla untuk memadamkan. Alhamdulillah sudah padam,’’ kata dia.

Selain itu, orang nomor satu di Siak ini, juga melakukan monitoring langsung terhadap tim Satgas di kampung, kecamatan dan juga kabupaten. Diakui dia, Karhutla khususnya di Siak, memang tergolong rawan. Sebab, lahan sebagiannya gambut. Jika musim kemarau dan cuaca panas tinggi, maka tak menutup kemungkinan terjadi hotspot. Ditambah lagi, banyak terdapat areal perkebunan dan hutan.

Dalam rapat koordinasi bersama perusahaan, aparat keamanan, tim Satgas sendiri, Karhula ini merupakan solusi bersama yang harus dicegah. ‘’Kita lihat, walau terjadi Karhutla, langsung dipadamkan,’’ kata dia. Petugas Karhutla sendiri, siaga dan siap terhadap penanggulangan kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di wilayah Siak.

Guna mengantisipasi dampak dari kabut asap terhadap kesehatan terutama pada pelajar, Dinas Pendidiikan dan Kebudayaan (Disdik) Siak mengimbau agar pelajar mengurangi aktivitas di luar ruangan kelas.

‘’Melihat kabut asap saat ini, kita mengimbau agar pelajar tidak melakukan aktivitas di luar ruangan atau kelas,’’ imbau Kepala Disdik Siak Kadri Yafis MPd, Selasa (25/8).

Untuk meliburkan sekolah terkait kabut asap, Kadri Yafis menyatakan pihaknya menunggu petunjuk dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). ‘’Untuk meliburkan sekolah, kita menunggu kabar dari BNPB,’’ katanya.

Dia mengimbau agar UPTD pendidikan di masing-masing kecamatan untuk mengawasi. Jika kabut asap mengganggu, agar mengintruksikan sekolah untuk tidak melakukan aktivitas sementara di luar kelas.

Namun untuk mengantisipasi dampak kabut asap, selain mengurangi kegiatan di luar ruangan, juga pihaknya meminta para pelajar untuk menggunakan masker selama beraktivitas di luar kelas atau di luar rumah. ‘’Kita meminta kepada sekolah untuk mengawasi siswa-siswi dan kurangi aktivitas di luar,’’ pesannya.

Sumber riaupos.co, Rabu 26 Agustus 2015

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.



Back to Top