Pertambangan dan Energi

Pengembangan potensi hasil pertambangan daerah Kabupaten Siak berupa minyak dan gas bumi lebih ditekankan pada efisiensi dan peningkatan produksi saja, sedangkan kemungkinan penemuan lapangan minyak dan gas bumi yang baru dengan metoda eksplorasi yang ada sekarang kecil sekali kemungkinannya. Lapangan minyak yang ada sekarang adalah Minas dan Zamrud sedangkan lapangan gas bumi terdapat di Libo dan Talas.

Selain minyak dan gas bumi, juga terdapat tambang gambut dengan luas lebih kurang 100 Ha pada Kabupaten ini. Sebenarnya untuk kepentingan lingkungan penambangan gambut ini tidak baik, namun karena telah diberikan ijin maka penambangannya tetap dilaksanakan dan dibatasi hanya seluas lahan yang telah diijinkan.

Selain potensi bahan tambang tersebut Kabupaten Siak juga memiliki potensi bahan galian golongan C yang tersebar hampir merata diseluruh Kabupaten Siak. Diantara jenis bahan galian C tersebut adalah batu granit, batu kapur, batu apung, batu gamping, batu pedas, mangaan, batu marmer, batu trass, batu putih, pasir batu, pasir kuarsa, pasir dan pasir besi.

Berbagai Peluang investasi terbuka lebar bagi para kontraktor/sub-kontraktor perminyakan, baik untuk pembukaan sumur-sumur baru, sektor pendukung di bidang logistik, pemeliharaan jaringan pipa pengumpul minyak dan penyediaan listrik untuk pompa-pompa sumur minyak. Selain minyak dan gas bumi Kabupaten Siak juga memiliki potensi pertambangan yang lain misalnya emas, perak, timah, tembaga, bijih besi, uranium dan bouksit.

Kegiatan pembangunan sektor pertambangan dan energi, sebagian besar mempunyai dampak positif untuk pembangunan daerah sekitarnya, karena adanya pembangunan sarana dan prasarana seperti jalan, jembatan, pelabuhan, sarana pendidikan, rumah sakit, sarana ibadah, telekomunikasi, air bersih, fasilitas oleh raga, lapangan terbang dan sebagainya yang sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya. Demikian pula pembangunan listrik perdesaan dan listrik keluarga serta pembangunan depot-depot BBM di daerah.

Listrik

Pengembangan perlistrikan di Wilayah Siak pada tahap awal dimulai dari pembangunan sub-sistem terisolasi PLTD dengan saluran fransmisi menengah 20kV. Tahap kedua, Siak Sri Indrapura dalam jangka panjang akan diinterkoneksikan melalui saluran 150 kV, disuplay dari PLN KITLUR SUMBAGUT. Tahap ketiga, relokasi pergeseran pembangkit sesuai kebutuhan masing-masing kecamatan.

Untuk menunjang kebutuhan energi listrik di Kabupaten Siak, indikasi pengembangan dilakukan dengan:

* Meningkatkan daya terpasang dari sumber pembangkit listrik PLN

* Menambah jaringan dan gardu listrik untuk melayani kawasan terbangun baru.

Pengembangan perlistrikan di Wilayah Siak pada tahap awal dimulai dari pembangunan sub-sistem terisolasi PLTD dengan saluran transmisi menengah 20 kV. Prediksi kebutuhan listrik di Kota Siak Sri Indrapura 10,59 MW. Saat ini kapasitas terpasang 1,7 MW dengan beban puncak 1,2 MW. Penyediaan listrik di Siak Sri Indrapura dibagi 4 zone potensi beban. Zone Generator Center, di BWK ? bagian wilayah kota I, kondisi saat ini sudah terbangun. Zone Generator Left mensuplay di BWK V, Generator Right 1 mensuplay BWK III dan IV, dan Generator Right 2 mensuplay BWK II. Tiga generator terakhir merupakan rencana kelistrikan kota Siak Sri Indrapura Tahap I, perlu investasi melibatkan pihak swasta untuk membangun pembangkit listrik (PLTD) khususnya mengantisipasi kebutuhan masa depan.

Sektor Ketenagalistrikan



Back to Top