Rapat Singkronisasi Pemerintah Daerah Kabupaten Siak Dipimpin Langsung Bupati Siak

Rapat Singkronisasi Pemerintah Daerah Kabupaten Siak Dipimpin Langsung Bupati Siak

Rapat Singkronisasi Pemerintah Daerah Kabupaten Siak Dipimpin Langsung Bupati Siak

No Comments on Rapat Singkronisasi Pemerintah Daerah Kabupaten Siak Dipimpin Langsung Bupati Siak

Rapat sinkronisasi pemerintah daerah kabupaten Siak dipimpin langsung Bupati Siak, Drs. H. Syamsuar, M.Si, Selasa (09/02).

Rapat yang dilaksanakan di aula Zamrud room, kediaman Bupati Siak ini juga dihadiri beberapa SKPD Kabupaten Siak, Frokopinda dan beberapa tamu undangan untuk membahas Rehabilitasi dan Pengamanan Cagar Biosfer Giam Siak di Kampung Tasik Betung, kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak.

Bupati Siak menjelaskan, kesepakatan dari hasil rapat yang dituangkan dalam beberapa poin ini akan kita evaluasi dalam rapat selanjutnya yang akan kita laksanakan pekan depan.

Ia juga menyimpulkan, poin-poin yang sudah kita sepakati hari ini, nantinya bisa ditinjau kembali setelah dilaksanakannya rapat evaluasi pekan depan.

” Kita akan laksanakan rapat evaluasi pekan depan, rapat ini nantinya akan menjadi kesimpulan tentang poin-poin dari hasil rapat yang kita laksanakan hari ini, ” ujar Syamsuar.

Lanjutnya, hasil rapat hari ini sudah disimpulkan dalam beberpa poin, diantaranya, warga yang ada di areal Cagar Biosfer Giam tersebut akan dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing.

” Ketika ibu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan datang ke Siak nantinya, kita akan melakukan penanaman kembali pohon hutan yang sudah ditetapkan, ” ujarnya.

Lanjutnya, sesudah ibu menteri datang ke Siak, pemda akan melakukan gerakan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat di daerah tersebut, agar bisa secepatnya untuk pindah dari lahan tersebut.

“Daerah tersebut memang sudah ditempati masyarakat yang notabenya bukan asli warga Siak, mungkin ada warga Siak, tapi tidak begitu banyak,” tutur Bupati.

Lanjutnya Lagi, kampung yang ditempati hampir 200 KK tersebut adalah areal hutan Cakramargasatwa yang artinya wilayah tersebut ialah hutan lindung yang sejatinya dijaga populasinya.

” Itulah pokok dari tujuan ibu menteri ke Siak, rencana beliau di Siak nantinya melakukan pemusnahan terhadap hutan yang tadinya rusak, dan langsung ditanam kembali, bibit dari tanaman hutan tersebut juga disediakan kementrian, ” pungkasnya.

Oleh sebab itu, pemerintah akan melakuakan penindakan keras terhadap masyarakat yang nantinya merusak kawasan hutan lindung sesuai dengan Undang-Undang yang sudah di tetapkan Negara.

Sumber riaubertuah.co, Kamis 11 Februari 2016

Similar Posts:

    None Found

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.



Back to Top