Temu Mitra Pemangku Kepentingan Program Pintar Provinsi Riau

Temu Mitra Pemangku Kepentingan Program Pintar Provinsi Riau

Temu Mitra Pemangku Kepentingan Program Pintar Provinsi Riau

No Comments on Temu Mitra Pemangku Kepentingan Program Pintar Provinsi Riau

Pekanbaru, Terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan dasar di provinsi Riau, Tanoto Foundation provinsi Riau gelar Provincial Stakeholder Meeting pada kamis, 20 Februari 2020 di Ballroom Jatra Hotel, Pekanbaru. Kegiatan Temu Mitra Pemangku Kepentingan Program PINTAR Provinsi Riau ini dihadiri oleh pemangku kebijakan pendidikan di Provinsi Riau, diantaranya Kepala Dinas Pendidikan, Kabid SD/SMP/GTK, Kasubag program, Bappeda, Kepala Kemenag, dan Kasie pendais Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak, Kabupaten Bengkalis, dan Kota Dumai. Turut hadir Kepala LPMP, Kepala Kanwil Kemenag, dan mitra LPTK dari UNRI dan UIN Suska.

Antusiame daerah mitra untuk melakukan penyebaran praktik baik program PINTAR sangat positif. Beberapa daerah menunjukan keinginan untuk melakukan diseminasi. Provincial stakeholder meeting merupakan satu media untuk sharing kapasitas dalam dan antar daerah mitra untuk mewujudkan implementasi diseminasi praktik baik program PINTAR.

Provincial Coordinator Tanoto Foundation Riau, Dendi Satria Buana menyampaikan kegiatan Provincial Stakeholder Meeting tahun 2020 ini, merupakan yang ke-2 kalinya diselenggarakan di Provinsi Riau yang bertujuan untuk meminimialisir kendala yang dihadapi saat program berjalan di tahun 2019, agar tahun 2020 program PINTAR bisa terlaksana lebih lancar.

“Kami TF mengajak mitra melakukan silaturrahiim antar pendidik, baik akademisi maupun praktisi, menyambung kegiatan antar kabupaten kota, meriviu berjalannya program selama tahun 2019. Harapannya mudah-mudah di tahun 2020 bisa lebih lancar berkegiatan dan meminimalisir kendala ditahun 2019. Kegiatan ini bagian dari sinergi pemangku kepentingan dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar di provinsi Riau. Selain itu untuk nendorong LPTK (UNRI dan UIN SUSKA) di provinsi Riau sebagai service provider pendidikan di Provinsi Riau” Ujar Dendi saat memberikan sambutan.

Output kegiatan temu mitra pemangku kepentingan proram PINTAR ini yaitu rencana tindak lanjut dari Dinas Pendidikan dan Kemenag untuk memastikan tercapainya kualitas program, Dinas Pendidikan dan Kemenag mempunyai rencana dan strategi diseminasi program PINTAR di kabupaten/kota mitra tahun anggaran 2020, dan perencanaan diseminasi dari kabupaten/kota mitra serta rencana diseminasi program PINTAR 2020 mitra LPTK.

Dr.H.Mahyudin,MA, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau, menyampaikan dukungan penuh kepada Tanoto Foundation, Kemenag harus mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul, meningkatkan kompetensi kepala madrasah, guru-guru harus mempunya kompetensi, pembinaan, dan bimbingan, kemudian melibatkan stakeholder lain seperti orangtua siswa, termasuk pemerintah daerah. Hal ini sudah diterapkan dalam program PINTAR Tanoto Foundation.

“Kemenag sangat mendukung penuh kegiatan Tanoto Foundation. Berharap program PINTAR dapat dikembangkan untuk dilaksanakan di kabupaten kota lainnya. Berdasarkan informasi dari madrasah-madrasah yang sudah tersentuh program PINTAR di Pekanbaru, Siak, Bengkalis,dan Dumai, Program PINTAR berjalan baik dan mendukung peningkatan mutu pendidikan di Madrasah. Kita berharap program yang sudah berjalan 2 tahun, dalam temu mitra ini kita bisa berdiskusi, berdialog dengan baik, sehingga bisa menghasilkan apa yang kita harapkan bersama,” Tutup Mahyudin.

Tanoto Foundation adalah organisasi filantropi independen yang fokus pada pendidikan. Bahwa Pendidikan Berkualitas dapat mempercepat kesetaraan perluang. Untuk mewujudkan itu Tanoto Foundation bekerjasama dengan mitra yang memiliki pemikiran yang sama pada tiga hal yaitu memperbaiki lingkungan belajar mengajar, menciptakan pemimpin masa depan, dan memfasilitasi penelitian medis dan ilmu pengetahuan. Melalui salah satu program yakni PINTAR (Pengembangan Inovasi dan Kualitas Pembelajaran), Tanoto Foundation meningkatkan ekosistem pendidikan melalui pengembangan kapasitas pengawas, kepala sekolah dan guru, serta pendidikan orang tua, dan partisipasi masyarakat. Lingkungan sekolah yang kondusif bisa berfungsi sebagai pusat kegiatan belajar mengajar berbasis komunitas untuk mendorong keberlanjutan yang baik.

Tanoto Foundation

Leave a comment



Back to Top