Bupati Siak: Restorasi Gambut Solusi Jangka Panjang Cegah Karhutla

marcos 1 bulan yang lalu - Selasa, 28 April 2026 10:58 Dilihat 83 kali
IMG


Pekanbaru, - Bupati Siak, Afni Zulkifli, memaparkan secara jelas potensi dan dampak jika terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut (Karhutla). Ia menegaskan restorasi gambut merupakan salah satu solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan karhutla di wilayahnya.

Materi tersebut disampaikannya, saat menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026, dihadiri seluruh stakeholder di Aula Tribrata Lantai 5 Polda Riau, Senin (27/4/2026).

Rapat yang di inisiasi Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan tersebut, Afni memaparkan beberapa hal upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau yang terus diperkuat.

"Salah satunya melalui program restorasi gambut. Langkah ini dinilai menjadi strategi penting untuk menekan potensi kebakaran yang kerap terjadi saat musim kemarau," ungkap Afni.

Dikatakan Afni, isu restorasi gambut kembali menjadi perhatian utama. Upaya ini mencakup pembasahan kembali lahan gambut serta pengelolaan ekosistem secara berkelanjutan agar tidak mudah terbakar.

Bupati Siak perempuan pertama itu pun mengatakan bahwa restorasi gambut salah satu jalan keluar jangka panjang dalam mengatasi persoalan karhutla di wilayahnya.

"Restorasi gambut bukan hanya program lingkungan, tapi langkah strategis untuk melindungi masyarakat dari dampak kabut asap. Ini harus dilakukan secara konsisten dan melibatkan semua pihak," ujar Afni.

Ia menjelaskan, Kabupaten Siak sendiri memiliki wilayah gambut yang cukup luas sehingga membutuhkan perhatian serius dalam pengelolaannya.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program tersebut.

Afni juga menekankan pentingnya deteksi dini serta kesiapsiagaan seluruh elemen, termasuk aparat dan masyarakat peduli api, agar potensi kebakaran bisa segera ditangani sebelum meluas.

"Pencegahan jauh lebih penting daripada penanggulangan. Kita harus memastikan lahan gambut tetap basah dan tidak mudah terbakar," tambahnya.

Selain restorasi gambut, upaya lain seperti patroli rutin, sosialisasi kepada masyarakat, serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan juga terus digencarkan.

"Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Siak berharap kejadian karhutla di tahun 2026 dapat ditekan seminimal mungkin, sekaligus menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat," pungkasnya.


(Dep/MC Siak)

Tags:
Share:
14 jam yang lalu

Sinergi Budaya dan Ekonomi, Bupati Siak Buka Lomba Senam Zapin Kreasi di CFD Tualang

18 jam yang lalu

Pagi berkabut, Bupati Afni Lepas Road To Bhayangkara Run 2026 di Kota Siak

18 jam yang lalu

Festival Seni Budaya Melayu Riau Perkuat Pewarisan Tradisi di Negeri Istana

1 hari yang lalu

Pemkab Siak Gandeng Ngo Perkuat Kapasitas Hukum Penghulu Kampung Hadapi Konflik Agraria Dan Lingkungan Hidup

14 jam yang lalu

Sinergi Budaya dan Ekonomi, Bupati Siak Buka Lomba Senam Zapin Kreasi di CFD Tualang

18 jam yang lalu

Pagi berkabut, Bupati Afni Lepas Road To Bhayangkara Run 2026 di Kota Siak

18 jam yang lalu

Festival Seni Budaya Melayu Riau Perkuat Pewarisan Tradisi di Negeri Istana

1 hari yang lalu

Pemkab Siak Gandeng Ngo Perkuat Kapasitas Hukum Penghulu Kampung Hadapi Konflik Agraria Dan Lingkungan Hidup