Menanti Magic Senja di atas Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah, Kota Siak

marcos 1 hari yang lalu - Kamis, 18 Juni 2026 17:57 Dilihat 41 kali
IMG


Siak - Sore mulai menua di ufuk barat. Langit perlahan menguning, lalu menjingga, matahari pun mulai tenggelam, memantulkan cahaya di permukaan sungai yang tenang dan indah di atas Jembatan tengku agung sultanah latifah, Kota Siak Sri Indrapura.

Menanti momen waktu emas atau (Golden hour) dimana sinar matahari di waktu-waktu tertentu sedang bersolek cantik memancarkan rona hangat, lembut dan kemerahan menyihir mata yang memandang.

Peristiwa menakjubkan ini, juga yang dinanti warga kota Siak Sri Indrapura, duduk santai bersenda gurau bersama rekan sebaya, sembari menunggu magisnya senja di atas jembatan Siak.

“Biasanya, matahari trik seperti saat ini, sunsetnya bagus di atas jembatan. Itu pun kalau tidak mendung sorenya,” kata Aris, remaja asal Siak, yang sering nongkrong menanti senja di atas jembatan,” Kamis (18/6/2026).

Mayoritas yang nongkrong di jembatan ini anak-anak muda kaum gen Z. Terlihat mereka masing-masing sibuk dengan ponsel nya mengatur setelan kamera dan menanti waktu emas itu muncul. Sunset itu muncul antara jam 18.00-18.20 WIB.

“Saat langit memudar keemasan, di atas jembatan. Biasanya pengendara yang hendak menyeberang menepikan kendaraan mereka. Banyak juga menunggu dari jam 5 tadi,” terang Aris.

Dari pengamatan lapangan, di atas jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah atau Jembatan Siak, sore itu sepeda motor dan mobil yang melintas, membuka kaca dan mengarahkan ponsel nya ke langit Warna kelabu, jingga, dan emas berbaur dalam satu bingkai alam.

“Pemandangan seperti ini, setiap sore. Ada saja warga nongkrong, tapi dari jembatan kaca atau skywalk, view nya juga tak kalah bagus,” terang Aris.

Gusti, warga pendatang dari luar Siak memiliki pandangan lain, panorama alam seperti, bisa menjadi magnet pariwisata, namun bisa dipotret tidak hanya di atas jembatan saja, tapi banyak dari spot lain di Kota Siak mengabadikan momen sunset ini.   

“Di jembatan bisa, tapi kalau pengunjungnya ramai perlu pembatasan, karena dapat mengganggu lalu lintas,” tegas Gusti yang baru dua hari di Siak.

Menjelang malam, lalu lintas kendaraan di atas jembatan Siak, sore itu tampak padat. Selain warga buru-buru hendak pulang usai beraktivitas di luar rumah, waktu yang bersamaan sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Siak keluar kantor.

Aktivitas di atas jembatan wajar-wajar saja. Namun tetap saja, ini bukan tempat yang benar-benar aman. Tak ada parkiran, dan kendaraan melaju kencang di atas jembatan sangat membahayakan para warga yang memarkirkan kendaraannya di atas jembatan.

 

(Dep/MC Siak)

Tags:
Share:
2 jam yang lalu

Pemkab Siak Gandeng Ngo Perkuat Kapasitas Hukum Penghulu Kampung Hadapi Konflik Agraria Dan Lingkungan Hidup

3 jam yang lalu

Wujudkan Misi Ekologi, Pemkab Siak Gandeng Pemerintah Swiss, UNDP dan Mitra Pembangunan

8 jam yang lalu

Wujudkan Siak Bermartabat Berbasis Ekologi, Bupati Afni Z Terima Kunjungan UNDP dan Pemerintah Swiss Terkait Lanskap Berkelanjutan

21 jam yang lalu

"Harimau Buas", Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak Hadir di Pawai Ta'aruf MTQ Riau

2 jam yang lalu

Pemkab Siak Gandeng Ngo Perkuat Kapasitas Hukum Penghulu Kampung Hadapi Konflik Agraria Dan Lingkungan Hidup

3 jam yang lalu

Wujudkan Misi Ekologi, Pemkab Siak Gandeng Pemerintah Swiss, UNDP dan Mitra Pembangunan

8 jam yang lalu

Wujudkan Siak Bermartabat Berbasis Ekologi, Bupati Afni Z Terima Kunjungan UNDP dan Pemerintah Swiss Terkait Lanskap Berkelanjutan

21 jam yang lalu

"Harimau Buas", Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak Hadir di Pawai Ta'aruf MTQ Riau