Hentikan Pemborosan Anggaran, Pemerintah Tertibkan Belanja TIK

marcos 5 bulan yang lalu - Jumat, 27 Februari 2026 19:27 Dilihat 163 kali
IMG


Jakarta,- Pemerintah memperketat tata kelola belanja Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk memastikan setiap rupiah anggaran digital benar-benar berdampak pada layanan publik, bukan sekadar penambahan aplikasi baru.

Langkah ini ditegaskan dalam peluncuran Rencana Induk Pemerintah Digital Nasional (RIPDN) 2025–2045, yang menjadi arah jangka panjang transformasi digital pemerintahan.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menjelaskan bahwa seluruh belanja aplikasi dan infrastruktur digital kementerian dan lembaga kini wajib melalui mekanisme rekomendasi izin pengadaan (clearance) agar selaras dengan arsitektur nasional Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

"Pencegahan duplikasi kegiatan dan optimalisasi anggaran negara termasuk efisiensi sebagai semangat utama dari Bapak Presiden," tegas Meutya Hafid dalam peluncuran Rencana Induk Pemerintah Digital Nasional (RIPDN) 2025-2045 di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Kamis (26/02/2026).

Menkomdigi juga menyoroti masalah banyaknya aplikasi pemerintah yang berjalan sendiri-sendiri atau tidak saling terhubung.

Untuk mengatasi hal ini, Kemkomdigi telah mengembangkan Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP) sebagai tulang punggung ekosistem layanan publik.

Setiap aplikasi pemerintah kini diwajibkan mengadopsi prinsip keterhubungan (interoperabilitas) sejak tahap awal perancangan.

"Melalui SPLP ini, pertukaran data tidak lagi dilakukan secara ad hoc tapi melalui mekanisme yang terkontrol, dapat ditelusur, dan yang paling utama juga diaudit untuk menjaga integritas data," jelasnya.

Untuk memastikan semua sistem berjalan dengan baik dan tidak terjadi pemborosan lanjutan, pemerintah juga mewajibkan proses audit teknologi yang ketat.

Seluruh instansi juga dituntut untuk menyampaikan hasil evaluasi belanja TIK pada tahun sebelumnya, termasuk bukti tindak lanjut perbaikan.

Mekanisme ini memastikan pengelolaan sistem dan data pemerintah selalu terjaga keamanannya dan patuh pada aturan.

Meutya berharap langkah-langkah tata kelola ini dapat mengubah kebiasaan bekerja yang terkotak-kotak (silo) menjadi pemerintahan yang utuh dan efisien (whole of government).

"Upaya ini butuh koordinasi, kemauan, keterbukaan, dan kolaborasi aktif dari seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah," tandasnya.

Hal ini guna memastikan ruang digital nasional memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Indonesia.


Tags:
Share:
22 jam yang lalu

Afni Dorong Pramuka Siak Kembali Aktif, Fokus Bina Karakter Generasi Muda

1 hari yang lalu

Dari Keterbatasan, PKK Sungai Mandau Tetap Bergerak Bantu Masyarakat

1 hari yang lalu

Bupati Afni Dorong Rahmat Setiawan Lanjut Kuliah, Pemkab Siapkan Beasiswa

1 hari yang lalu

Pemkab Siak Gandeng Dunia Usaha Biayai BPJS Pekerja Rentan

22 jam yang lalu

Afni Dorong Pramuka Siak Kembali Aktif, Fokus Bina Karakter Generasi Muda

1 hari yang lalu

Dari Keterbatasan, PKK Sungai Mandau Tetap Bergerak Bantu Masyarakat

1 hari yang lalu

Bupati Afni Dorong Rahmat Setiawan Lanjut Kuliah, Pemkab Siapkan Beasiswa

1 hari yang lalu

Pemkab Siak Gandeng Dunia Usaha Biayai BPJS Pekerja Rentan